Word of Mouth: Strategi Marketing yang Perlu Anda Pahami!

4 min read

word of mouth adalah

Pernahkah Anda mendapatkan rekomendasi tentang sebuah rumah makan yang menghidangkan ramen terbaik di kota?

Atau mendapatkan masukan agar tidak menginap di suatu hotel karena pelayanannya yang buruk?

Rekomendasi tersebut pasti membuat Anda merasa lebih yakin dalam memutuskan akan melanjutkan transaksi atau tidak. 

Nah, sebagai seorang marketer atau pemilik bisnis, Anda dapat memanfaatkan pola di atas sebagai suatu sebuah strategi marketing jitu. 

Nama strategi ini adalah word of mouth atau sering disingkat menjadi WOT. 

Apa itu strategi marketing word of mouth? Bagaimana cara penerapannya?

Mari kenali lebih lanjut pada ulasan di bawah ini! 

Apa Itu Word of Mouth Marketing?

Word of Mouth adalah sebuah strategi marketing yang dilaksanakan oleh sebuah merek agar konsumen membicarakan, mempromosikan, dan secara tidak langsung menjual produk atau jasa perusahaan kepada orang lain. 

Agar strategi marketing ini dapat berjalan dengan lancar, dibutuhkan tiga motivasi dasar yang harus hadir di dalam diri konsumen. 

1. Produk Menimbulkan Rasa Suka

Motivasi yang pertama adalah konsumen memiliki rasa suka pada produk atau jasa yang Anda tawarkan. 

Saat konsumen menyukai produk atau jasa Anda, secara otomatis ia akan membicarakannya pada orang terdekat  atau pada orang yang membutuhkan. 

2. Pembicaraan Membuat Konsumen Merasa Baik

Motivasi dasar kedua adalah pembicaraan mengenai produk atau jasa Anda membuat mereka merasa baik. 

Pada umumnya, secara otomatis konsumen akan melakukan promosi secara word of mouth karena ada sisi emosional yang tergelitik saat menggunakan produk atau jasa Anda. 

Contohnya brand parfum Anda wanginya benar-benar tahan lama dan membuat konsumen merasa percaya diri, sehingga ia ingin merekomendasikannya pada teman dekat. 

Percakapan tentang produk yang memuaskan dan kemampuan memberi solusi kepada orang terdekat akan menimbulkan perasaan baik di dalam diri konsumen. 

3. Membuat Terhubung dengan Kelompok Sosial

Motivasi ketiga agar terjadi word of mouth adalah dengan menggunakan produk atau jasa Anda, konsumen merasa terhubung dengan suatu komunitas sosial. 

Sebagai makhluk sosial, di satu titik manusia pasti memiliki keinginan untuk terhubung pada suatu kelompok sosial.

Salah satu cara untuk terhubung dengan suatu komunitas sosial adalah dengan membicarakan produk atau jasa yang relevan dengan nilai yang dijunjung suatu kelompok sosial. 

Konsumen secara emosional akan merasa sangat senang karena pembicaraan terasa “nyambung” dan “hidup”. 

Contohnya Anda memiliki brand sneakers batik yang sangat unik dengan bahan dasar premium.

Ada seorang konsumen yang memakainya ke sebuah pesta pernikahan teman kuliah. 

Saat sedang menikmati hidangan yang disajikan, diseberang sana, ternyata ada penggemar sneakers lain yang ternyata satu kampus dengan konsumen, namun tidak berteman.

Hanya sekedar tahu eksistensi masing-masing.

Ketika ada kesempatan, percakapan seru mengenai kelebihan dan kekurangan sneakers buatan Anda akan terjadi di antara keduanya. 

Dua orang yang tadinya tidak berteman pun akhirnya terhubung dengan kelompok sosial baru yang sefrekuensi. 

Tipe-Tipe Word of Mouth Marketing

word of mouth adalah

Ada dua tipe word of mouth yang dapat Anda jalankan, yaitu:

1. Organic Word of Mouth

Organic word of mouth adalah pembicaraan yang timbul secara alami karena suatu produk atau jasa memiliki kualitas yang baik. 

2. Amplified Word of Mouth 

Amplified word of mouth adalah pembicaraan mengenai produk atau jasa yang timbul berkat event promosi terencana. 

Manfaat Word of Mouth

Ada dua manfaat utama yang dapat Anda peroleh jika berhasil menjalankan strategi marketing ini dengan baik, yaitu:

1. Biaya Murah Bahkan Gratis

Konsumen yang merasa puas terhadap brand Anda tidak hanya akan melakukan pembelian kembali. 

Namun, mereka akan berperan sebagai agen promosi lisan gratis yang terpercaya. 

Apalagi jika konsumen merupakan orang berpengaruh, akan dengan mudah tercipta buzz effect mengenai brand Anda di kalangan publik. 

Nha, yang perlu Anda lakukan selanjutnya adalah menjaga hubungan baik dengan konsumen menggunakan pendekatan personal. 

Anda bisa memberikan membership atau souvenir cantik sesuai kriteria masing-masing. 

Tentu saja biaya yang dibutuhkan untuk upaya ini tergolong relatif rendah.

3. Lebih Meyakinkan

Word of mouth adalah metode promosi yang berasal dari konsumen secara langsung. 

Konsumen secara jujur memberikan review atas produk dan jasa Anda sehingga lebih meyakinkan di mata publik. 

Kejujuran dan keaslian inilah yang membuat word of mouth bernilai tinggi di mata konsumen. 

Apalagi kebanyakan word of mouth terjadi diantara orang-orang yang memiliki kedekatan emosional, seperti di antara teman, keluarga, atau selebriti favorit. 

Baca juga: UGC (User Generated Content) – Pengertian & Manfaatnya

Tips Menjalankan WOT

Agar ketiga motivasi dasar terciptanya word of mouth yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya muncul di benak konsumen, berikut hal-hal yang perlu Anda jalankan: 

word of mouth adalah

1. Menemukan USP (Organic WOM)

Dengan adanya kemajuan teknologi, kini persaingan dunia bisnis menjadi semakin ketat. 

Untuk menghadapinya tentu saja brand Anda perlu memiliki produk atau jasa yang menarik. 

Oleh karena itu penting bagi Anda untuk menemukan USP (Unique Selling Proposition) dan menunjukkannya pada publik. 

USP akan membantu publik untuk melihat kelebihan dan keunikan produk atau jasa Anda, sehingga menarik untuk diperbincangkan dengan keluarga, teman, rekan kerja, atau kenalan. 

2. Memiliki Produk atau Jasa yang Berkualitas (Organic WOM) 

Produk atau jasa yang unik dan menarik saja tidak cukup. 

Kedua hal tersebut perlu dibarengi dengan kualitas yang baik pula (sesuai standar harga yang ditentukan). 

Jangan sampai konsumen yang bersedia membeli dengan harga premium karena produk atau jasa Anda terlihat menarik dan worth to try, hanya mendapatkan kualitas medium atau malah inferior. 

Jika hal tersebut terjadi, word of mouth yang muncul dari konsumen akan bersifat negatif dan dengan cepat membunuh bisnis Anda. 

3. Memiliki Produk atau Jasa yang Bermanfaat (Organic WOM)

Produk atau jasa yang menawarkan solusi jitu pada sebuah permasalahan, dikemas secara apik dan disertai dengan pelayanan yang baik dapat membuat konsumen secara otomatis membicarakannya kepada orang lain.   

4. Melibatkan Suatu Komunitas (Amplified WOM)

Untuk memancing terciptanya word of mouth, Anda dapat membuat acara dengan melibatkan suatu komunitas yang sesuai dengan bidang bisnis Anda. 

Komunitas tersebut akan merasa lebih dihargai dan memiliki hubungan emosional yang lebih dekat dengan brand Anda. 

Dalam event ini, Anda juga memiliki kesempatan untuk memperkenalkan USP brand dengan lebih personal dan intim. 

Jika produk atau jasa yang Anda tawarkan memang memiliki kualitas yang baik, rasa percaya dan loyalitas terhadap brand Anda otomatis akan semakin tinggi. 

Pun, komunitas tersebut akan dengan senang hati menceritakan event seru yang mereka ikuti beserta informasi produk atau jasa Anda kepada orang lain.

5. Meminta Testimoni dari Pelanggan (Amplified WOM)

Selanjutnya, Anda dapat secara langsung meminta testimoni terhadap pemakaian produk atau jasa dari konsumen. 

Mintalah dengan sopan kepada konsumen untuk membuat dan mengunggah testimoni terkait brand Anda di media sosial. 

Hal ini akan memicu timbulnya word of mouth melalui follower media sosial konsumen yang merasa tertarik dengan brand Anda. 

Dan agar konsumen dengan senang hati memberikan testimoni, jangan lupa tawarkan benefit yang menarik dan bermanfaat seperti voucher diskon atau freebies.  

6. Menggunakan Influencer (Amplified WOM)

Upaya lain yang dapat Anda lakukan untuk memancing terjadinya word of mouth adalah dengan menggunakan jasa influencer. 

Seleksi beberapa influencer yang memang sesuai dan memiliki ketertarikan pada produk Anda. 

Perhatikan interaksi yang terjadi di kolom komentar, apakah interaksi natural atau interaksi setingan. 

Kemudian perhatikan jumlah dan jenis follower mereka, apakah follower organik yang tertarik dengan influencer atau follower belian. 

Setelah memastikan interaksi dan follower influencer organik, Anda dapat memilih influencer tersebut untuk melakukan endorsement terhadap produk Anda. 

Endorsement tersebut akan memancing terjadinya word of mouth mengenai brand Anda di antara follower influencer. 

Penutup

Dari ulasan di atas, banyak hal yang mempengaruhi keberhasilan strategi marketing word of mouth. 

Anda perlu memetakan faktor-faktor tersebut dengan melakukan tracking terhadap tools yang digunakan dan hasil yang diperoleh.  

Nah, untuk menambah kepercayaan konsumen terhadap brand Anda, jangan lupa untuk membuat website profesional yang aman sebagai sarana promosi maupun toko online. 

Untuk membuat website aman, Anda perlu memasang sertifikat SSL (Secure Socket Layer). 

Selamat menerapkan strategi  word of mouth marketing, GudPeople! Semoga bisnis Anda semakin berjaya!