Plugin: Pengertian, Jenis serta Fungsinya pada Website

3 min read

plugin adalah

Plugin adalah bagian yang penting dalam sebuah website maupun blog, yang juga membantu membangun website agar lebih maksimal.

Selain itu, sebuah website tanpa adanya plugin memang seperti ada yang kurang karena plugin banyak membantu pengguna dengan fungsi yang dimilikinya.

Nah, jika Anda adalah pemilik website yang tidak memiliki pengetahuan tentang coding website,

Anda tidak perlu khawatir karena plugin tidak membutuhkan hal itu untuk menggunakannya.

Artikel ini akan membahas apa itu plugin, jenis, dan fungsinya untuk Anda, simak ya, GudPeople.

Apa Itu Plugin?

Plugin adalah sebuah aplikasi atau software yang berlaku sebagai ekstensi dari aplikasi atau program utama dan memberikan fitur tambahan pada program utama tersebut.

Bisa dibilang, plugin adalah fitur tambahan yang tersedia pada website (umumnya pada CMS WordPress).

Jika Anda masih bingung memahami plugin, bayangkan Anda memiliki sebuah ruangan, dan ruangan itu sebenarnya bisa dibangun menjadi kamar, dapur, atau yang Anda kehendaki.

Misalnya Anda ingin mengubahnya menjadi kamar, maka Anda perlu menambahkan kasur, bantal, selimut, dan sebagainya.

Barang tambahan itulah analogi dari plugin website, yang dapat menyempurnakan website (ruangan) Anda.

Tentu dalam sebuah kamar, keberadaan kasur; selimut; bantal sangatlah penting, dan begitu pula plugin pada sebuah website.

Contoh lainnya adalah mengubah website menjadi marketplace untuk berjualan dengan menggunakan plugin WooCommerce.

Sebagai pemilik website yang menggunakan CMS WordPress, pengguna tidak harus membayar untuk menggunakan plugin.

Terdapat sebanyak 59 ribu lebih plugin gratis yang disediakan oleh WordPress, hal ini merupakan sebuah keuntungan yang besar mengingat fitur yang disediakan oleh plugin cukup banyak.

Plugin sebenarnya tidak hanya terdapat pada website saja, tetapi juga aplikasi lain misalnya browser Google Chrome atau Mozilla Firefox.

Plugin browser yang cukup sering digunakan adalah AdBlock yang berfungsi untuk memblokir iklan dan pop up yang mengganggu.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Plugin Wajib WordPress Terbaik

Jenis-Jenis Plugin

daftar plugin wordpress

Setelah mengetahui apa itu plugin, Anda juga perlu mempelajari jenis-jenis plugin karena setiap jenisnya memiliki karakteristik yang juga berbeda.

Adapun jenis-jenis plugin adalah sebagai berikut.

1. Plugin Caching

Caching membantu mempercepat pengalaman pengguna saat mengakses website Anda, karena caching akan menyimpan data penting website untuk mempercepat waktu reload.

Semakin tinggi kecepatan website Anda, semakin baik ranking website Anda di mesin pencarian.

Plugin caching yang bisa Anda pilih adalah WP Super Cache dan W3 Total Cache

2. Plugin Subscription

Semakin banyak orang yang berlangganan di website Anda, semakin besar pula potensi Anda untuk meningkatkan penjualan dan pastinya trafik website.

Plugin ini sangat cocok untuk website berjenis media (berita), dan website bisnis, Anda bisa memilih WP Subscriber Pro dan Newsletter Sign-up.

3. Plugin SEO

Salah satu plugin yang sangat banyak digunakan oleh para blogger untuk meningkatkan ranking pada SERP adalah plugin SEO ini.

Dengan plugin SEO, Anda dapat mengoptimasi website Anda dengan mudah karena akan diarahkan oleh plugin jika masih ada yang belum optimal.

Anda bisa menggunakan SEO Ultimate, Yoast SEO, atau All in One SEO Pack.

4. Plugin Analytic

Jenis plugin ini mencakup data-data analitik tentang website Anda yang berisikan jumlah pengunjung atau jumlah klik.

Tanpa memiliki pengetahuan yang baik tentang jumlah visitor, Anda tidak akan dapat mengukur sejauh mana website Anda dapat bersaing atau bahkan tidak bisa menentukan strategi marketing apabila Anda adalah seorang pebisnis.

Ada beberapa plugin analytic seperti Google Analytic Plugin atau Jetpack.

5. Plugin Landing Page

Landing page adalah sebuah halaman yang sangat berguna pebisnis yang menggunakan website untuk meningkatkan conversion rate.

Namun, pengguna banyak yang mengira bahwa membuat landing page harus memiliki kemampuan coding.

Dengan plugin seperti OptimizePress 2.0, Landing Pages, dan Zedity, Anda dapat dengan mudah mengatur tampilan dan konsep landing page Anda.

6. Plugin Security

Keamanan website adalah hal yang sangat penting dan harus diutamakan, karena website juga menyimpan banyak data-data penting.

Masih ada pengguna yang belum mengerti sebenarnya mengelola keamanan website itu tidak sesulit yang dibayangkan.

Anda bisa memasang plugin security pada website untuk menghindari ancaman keamanan misalnya brute force, spam, dan sebagainya.

Baca Juga: Daftar Plugin WordPress untuk Toko Online: Powerful dan Terbaik

Fungsi Plugin

Seperti yang dibahas pada pengertian plugin, bahwa fungsi plugin adalah untuk menambahkan dan mengaktifkan fitur di website agar lebih sempurna.

Meskipun website dapat berjalan tanpa adanya satupun plugin yang terpasang, tetapi hal itu akan membuat website sulit untuk bersaing dengan website lain.

Dan yang paling berisiko ketika tidak menggunakan plugin adalah tentang keamanan yang mengganggu website Anda.

Ancaman keamanan website tidak dapat diprediksi datangnya dan kepada siapa saja, tetapi dengan memasang plugin (keamanan) setidaknya membantu Anda untuk mengatasinya setiap waktu.

Plugin Gratis Vs Berbayar

Plugin gratis dan berbayar sebetulnya sama saja dalam hal kinerjanya pada website.

Namun, ada beberapa perbedaan yang membuat plugin premium sedikit lebih unggul, meskipun plugin gratis tidak selalu kurang baik.

Plugin berbayar adalah fitur tambahan dari plugin gratis yang mana dengan kedua kategori plugin ini, pengguna dapat merasakan beberapa perbedaan ketika menggunakan plugin gratis dan berbayar.

  • Kustomisasi

Plugin gratis memang dapat memaksimalkan kustomisasi pada website misalnya tema, tetapi versi berbayar lebih baik karena persentasenya 100% dalam kustomisasi pada website.

Sehingga pengguna plugin berbayar dapat lebih dengan leluasa untuk mengutak-atik website mereka.

Sekali lagi, bukan berarti plugin gratis kurang baik, hanya saja jika Anda menginginkan kustomisasi 100%, silakan menggunakan plugin berbayar.

  • Maintenance dan Support

Plugin premium lebih unggul dalam hal maintenance dan support kepada penggunanya, karena itulah bentuk fasilitas yang ditawarkan versi premium.

Nantinya, pengguna yang mengalami masalah pada plugin-nya akan dengan cepat ditanggapi oleh pengembang.

Berbeda dengan premium, versi gratis tidak menyediakan maintenance dan support semacam ini, saat pengguna plugin mengalami masalah pun harus menunggu pembaruan reguler selanjutnya.

  • Kaya Fitur

Inilah yang menjadi nilai jual plugin berbayar, yaitu kaya akan fitur yang membuat pengguna lebih bisa memaksimalkan plugin dan menjadikan website lebih sempurna.

Misalnya Anda menggunakan plugin Yoast SEO berbayar, Anda akan lebih banyak fitur optimasi SEO seperti menu keyword turunan.

Sementara Yoast SEO gratis tidak menyediakan menu keyword turunan, tetapi Yoast SEO versi gratis sudah dapat dipakai untuk mengoptimasi website.

Kesimpulan

Plugin adalah sebuah aplikasi/program tambahan yang berfungsi untuk mengaktifkan fitur tambahan pada aplikasi/program utama.

Dalam website, plugin sangat berperan besar dalam performa website yang sempurna.

Karena memiliki beberapa jenis, Anda dapat memasang plugin yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Ada satu hal penting yang harus Anda perhatikan, apapun website Anda dan bidang apa saja website Anda berada, keamanan website adalah hal yang yang utama.

Maka dari itu, Anda sebaiknya memasang plugin keamanan sebagai hal dasar dan juga memasang sertifikat SSL.

Sertifikat SSL akan mengenkripsi semua koneksi dan pertukaran data yang terjadi antara client dengan server.

Kemudian, setelah website yang sudah terpasang sertifikat SSL akan berganti protokol menjadi HTTPS (hypertext transport protocol secure).

Untuk mendapatkan SSL murah terbaik, Anda bisa mempercayakannya kepada Gudang SSL.

Semoga artikel ini dapat membantu Anda, sampai jumpa di artikel berikutnya ya, GudPeople.