Jordy Prayoga Jordy loves to learn anything about SEO, digital marketing, and content writing on his mission to help people understand in the most simplest way. During his free time, he turns to be a mountain hiker.

Spam: Pengertian, Jenis, dan Cara Mencegahnya

5 min read

spam adalah

Bila Anda adalah pengguna internet, pasti sudah sering mendengar istilah spam. Ya, Spam adalah kegiatan yang sangat mengganggu dan membuang-buang waktu.

Banyak yang mengenal istilah spam ini ketika menerima pesan masuk secara bertubi-tubi dalam satu waktu.

Hal itu tidaklah salah sama sekali, tetapi tahukah Anda bahwa sebenarnya spam itu cukup beragam?

Lalu, memangnya seberapa berbahaya aktivitas spamming ini bila dialami secara terus menerus? Yuk, temukan jawabannya pada artikel berikut ini.

Pengertian Spam

Spam adalah singkatan dari sending and posting advertisement in mass, meski ada juga yang mendeskripsikan akronim dari stupid pointless annoying malware.

Spam seringkali mengganggu dan ditemui dalam bentuk promosi, iklan, hingga email newsletter. Bahkan, ketika Anda tidak menyetujuinya, suka tidak suka, puluhan hingga ratusan promosi dan iklan yang mengganggu tetap akan datang membombardir.

Awalnya, tujuan spammers ini sebenarnya adalah untuk promosi dan penawaran saja, tetapi tak jarang  juga berbahaya misalnya saja untuk melakukan kejahatan siber.

Kasus yang paling sederhana adalah ketika seseorang mengirimi Anda banyak pesan dalam waktu yang bersamaan, itu juga termasuk spam apabila Anda tidak menyetujui untuk menerimanya.

Nah, berbicara mengenai spam, ada beberapa tujuan spam yang dilakukan, kira-kira apa saja ya, GudPeople?

Tujuan Spam

Pada poin sebelumnya, kami telah sedikit menyinggung beberapa tujuan spam. Untuk penjelasan yang lebih lengkap, simak di bawah ini, ya.

1. Promosi

Promosi dalam sebuah bisnis adalah hal yang sangat penting agar produk dikenal secara luas. Namun, praktik ini tidak selamanya benar bila intenssitasnya tidak diperhatikan.

Karena jika promosi dilakukan terlalu sering, pengguna akan merasa risih dan terganggu dengan materi promosi Anda.

Hal ini sering ditemui pada email marketing miliki sebuah bisnis/perusahaan yang hampir setiap hari mengirimi pesan email baru dengan maksud ingin berpromosi.

Namun, karena pengguna merasa terganggu, mereka pun bahkan enggan untuk membuka email yang Anda kirimkan.

Tidak hanya itu, mereka juga pasti akan berhenti berlangganan email dari Anda (unsubscribe).

2. Penipuan

Tujuan spamming yang kedua sangat berbahaya karena tujuannya murni ingin melakukan penipuan kepada korban.

Bila dilihat dari spam yang dilakukan, umumnya modus yang dilakukan hampir sama dengan spam untuk promosi seperti pada email.

Hanya saja, spam penipuan yang dilakukan akan mengarah ke tindak kejahatan siber seperti phishing hingga scamming.

Hati-hati bila membuka email/menerima pesan dari orang asing, jangan pernah terpancing untuk mengunduh atau mengklik tautan yang ada.

Pasalnya, Anda tidak akan tahu ke mana tujuan akhir tautan tersebut, bisa saja itu adalah tautan ‘jahat’.

Jenis-Jenis Spam

jenis spam

Anda telah mengetahui beberapa tujuan dari aktivitas scamming, ketahui juga bentuk scam yang dilakukan oleh scammer berikut ini.

Seperti yang diketahui, bahwa spam tidak hanya menyerang pada satu platform saja, tetapi berbagai platform digital bisa terkena dampaknya.

Adapun jenis-jenis spam di berbagai platform yang dimaksud di bawah ini.

1. Email Spam

Mungkin ini adalah jenis spam yang paling sering dijumpai oleh pengguna. Setiap beberapa saat mereka akan dihujani banyak email yang berisi promosi dan penawaran produk atau jasa tertentu.

Bisa jadi ini adalah penyebab setelah pengguna mengakses suatu website dan mengklik untuk berlangganan promosi, penawaran, atau newsletter.

Untuk cara mengatasi spam email tidaklah sulit, Anda cukup mengklik Unsubcribe pada bagian bawah email.

Baca Juga: Alasan Penyebab Email Masuk ke Spam dan Tips Menghindarinya

2. SEO Spam

Jenis spam yang kedua ini sering dikenal juga dengan istilah spamdexing, yaitu penyalahgunaan metode search engine optimization (SEO) untuk mendongkrak ranking website milik pelaku.

Jenis ini sendiri terbagi menjadi dua bagian, yaitu:

  • Content Spam

Pelaku sering menyisipkan banyak kata kunci populer ke dalam halaman website mereka. Teknik ini juga populer dengan istilah keyword stuffing dengan maksud ingin mendapatkan ranking tinggi di mesin pencarian.

Tidak hanya itu, mereka akan menulis ulang konten milik orang lain untuk membuat halaman mereka terlihat lebih unik.

Alih-alih mendapatkan ranking tinggi, konten justru akan sulit bersaing karena dianggap spam oleh SERP.

  • Link Spam

Link spam biasanya dilakukan oleh pelaku dengan meninggalkan link tidak relevan di forum-forum atau kolom yang mengarah ke website mereka (toxic backlink).

Harusnya, jika mereka benar-benar ingin memasang backlink, setidaknya pastikan bahwa konten dan anchor text sudah sesuai dan relevan.

Pelaku mencoba menerapkan teknik backlink untuk mendulang traffic dan justru akan berakibat pada turunnya ranking website mereka karena hal ini.

3. Social Networking Spam

Semakin banyaknya pengguna media sosial, spammers melancarkan aksinya dengan menggunakan akun media sosial sekali pakai.

Akun-akun ini bisa ditandai dengan postingan yang tidak jelas dan menggunakan nama pengguna yang cukup aneh.

Biasanya akun-akun seperti ini juga sering menebarkan ujaran kebencian hongga hoaks di media sosial, sehingga sangat berbahaya bila Anda menjadi korban dari social networking spam.

4. Mobile Spam

Mobile spam biasanya mengganggu melalui SMS yang mengaku dari perusahaan atau bank tertentu. Isi pesannya biasanya menawarkan produk atau bahkan memberi hadiah sejumlah uang.

Spammer bisa mendapatkan database nomor korban karena dua kemungkinan, yang pertama karena data korban dijual oleh pihak yang tak bertanggung jawab. Dan kemungkinkan kedua adalah kesalahan korban sendiri yang terlalu mengumbar data pribadinya secara online.

5. Messaging Spam

Seperti email, pelaku menyebarkan pesan secara masif melalui aplikasi chatting instan seperti WhatsApp, Line, Skype, Snapchat, dan masih banyak lagi.

Biasanya aktivitas “nyepam” ini dilakukan oleh kerabat atau teman dekat dengan alasan tertentu, atau juga orang tidak dikenal yang ingin segera mendapatkan respon chat.

6. Malware Spam

Ketika menerima email newsletter atau dokumen pdf atau gambar tertentu, usahakan untuk tidak mengunduhnya terlebih jika Anda tidak mengenal pengirim pesan tersebut.

Bayangkanlah bahwa pesan tersebut memang berisi malware, kemudian saat pengguna mengunduh dokumen tersebut, malware juga akan terunduh dan terinstall di perangkat pengguna. Yang paling parah, malware tersebut dapat mencuri data-data penting Anda. Berbahaya, bukan?

7. Spam Call

Jenis yang satu ini pasti juga tidak asing di telinga Anda, yaitu panggilan dengan modus penipuan.

Pelaku yang tidak dikenal seringkali menelpon ke nomor target dengan mengaku sebagai anggota keluarga yang sedang mengalami kecelakaan, atau dari kepolisian.

Jika target mudah percaya pada pelaku, biasanya korban akan tertipu dan mengirimkan kode OTP atau sejumlah uang yang diminta.

Meski kadang pelaku ini gagal dan diblokir oleh korban, biasanya pelaku akan menggunakan nomor lain agar selalu bisa menipu korban.

Baca Juga: Web Phising: Cara Kerja dan Tips Menghindarinya

Cara Mencegah Spam

Menjadi korban spam memang sangat menyebalkan karena dapat mengganggu fokus dan perhatian hanya untuk hal yang tidak berguna.

Selain itu, terkadang hal seperti ini juga membahayakan perangkat atau bahkan data-data penting pengguna.

Lalu, apa yang sebaiknya Anda lakukan untuk menghindari terkena serangan spam ini?

  • Melakukan Report

Platform email sudah memiliki fitur yang cukup membantu pengguna dari banyaknya email promosi yang mengganggu.

Anda bisa menggunakan fitur report ketika mendapatkan banyak email, selain itu Anda juga bisa memilih untuk memblokir pengirim email tersebut.

  • Hanya Mengakses Website Terpercaya

Hal seperti ini terkadang masih diabaikan oleh banyak pengguna ketika mengakses suatu website. Meski terlihat sepele, nyatanya website mampu memberikan dampak bahaya yaitu menyebabkan pereangkat terkena spam malware.

Untuk menghindarinya, perhatikan apakah website tersebut sudah memiliki sertifikat SSL. untuk melihatnya, Anda bisa memperhatikan ikon gembok di bagian tab URL. Selain itu, website yang sudah bersertifikat SSL akan memiliki url HTTPS.

Tak hanya itu, untuk melihat kredibilitas sebuah website, cara lain yang bisa Anda lakukan adalah dengan melihat ekstensi domain yang digunakan.

Ekstensi website yang sudah jelas resmi adalah co.id, org, hingga .id. Namun, tidak selalu pengguna website .com adalah website spam ya, GudPeople.

Bagaimana pun, Anda tidak perlu menganggap cara ini menjadi patokan dalam melihat kredibilitas website, karena sejatinya masih ada faktor yang memengaruhinya.

  • Miliki Email Cadangan

Email cadangan bisa Anda gunakan untuk mendaftar akun marketplace dan semua aplikasi yang Anda gunakan. Sehingga email pribadi Anda yang lebih penting bisa terhindar dari gangguan spam.

Jangan sampai Anda menggunakan email utama untuk login atau mendaftar akun di website yang menawarkan bonus ebook, newsletter, dan yang lainnya agar tidak mendapat teror spam terus-menerus.

  • Jangan Memublikasikan Data Pribadi

Sebagai pengguna internet, Anda wajib memahami do’s and dont’s (hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan).

Salah satunya yang tidak boleh dilakukan adalah menyebarkan informasi pribadi secara online, seperti melalui media sosial.

Banyak pengguna khususnya di Indonesia rupanya belum mengetahui pentingya menjaga privasi di internet, karena mereka belum tahu bahwa informasi yang sudah berada di internet dapat diakses oleh siapa saja, termasuk orang yang tidak bertanggung jawab.

Sebagai contoh, pengguna sering memfoto identitas pribadi yang berisi nama, alamat, dan detail lainnya kemudian disebarkan melalui akun media sosialnya sendiri.

Hal ini sama saja Anda memberi makan para peretas yang ingin mengambil keuntungan dengan merugikan Anda.

Yang perlu Anda ingat adalah, jangan mudah percaya orang lain yang mencoba mengakses informasi sensitif Anda, karena kita tidak tahu apa niat di balik aktivitas yang dilakukannya.

Baca Juga: Cara Menghilangkan Spam Iklan di Google Chrome

  • Gunakan Software & Keamanan Terbaru

Apabila Anda adalah pengelola sebuah website, pastikan Anda memperbarui software website untuk melindungi dari pelaku spam yang mengincar kelemahan website Anda.

Perkuat juga sistem keamanan dengan captcha pada halaman login, kolom komentar, dan bagian yang dapat menarik orang lainnya.

  • Jangan Terlibat Aktivitas Spam

Cara termudah untuk tidak terlibat adalah jangan mengklik tautan sembarangan, kemudian apabila mendapat email yang berisi perintah untuk mengunduh file tidak dikenal jangan Anda hiraukan.

Apabila ada orang yang tidak dikenal mengirimi Anda email, langsung masukkan saja ke folder spam.

Kesimpulan

Spam adalah sebuah aktivitas yang mengganggu karena bisa datang dari mana saja dan kapan saja.

Tak dapat dimungkiri, meski spam terkadang tidak berbahaya, tetapi intensitas kemunculannya sangat tinggi.

Untuk menghindarinya, sebaiknya Anda selalu berhati-hati dan usahakan Anda teliti untuk membaca setiap informasi yang diterima.

Anda juga bisa menerapkan langkah-langkah pencegahan seperti pada pembahasan yang telah kami berikan.

Oh iya, apabila Anda sedang meningkatkan keamanan website, silakan kunjungi Gudang SSL. Karena di Gudang SSL menyediakan berbagai jenis SSL mulai dari seratus ribuan saja dan gratis konsultasi.

Semoga Anda bisa terhindar dari spam ya, GudPeople.

Jordy Prayoga Jordy loves to learn anything about SEO, digital marketing, and content writing on his mission to help people understand in the most simplest way. During his free time, he turns to be a mountain hiker.