Affiliate Marketing: Pengertian, Cara Kerja, dan Contohnya

3 min read

affiliate marketing adalah

Istilah affiliate marketing baru-baru ini sangat santer diperbincangkan di berbagai kesempatan. 

Strategi marketing satu ini dianggap sangat menguntungkan, baik bagi pihak penyelenggara affiliate marketing maupun mitranya yang disebut sebagai affiliator. 

Sudahkah Anda memahami apa itu affiliate marketing dan bagaimana cara kerja strategi marketing satu ini?

Berikut kami paparkan penjelasannya!

Apa Itu Affiliate Marketing? 

Affiliate marketing adalah sebuah strategi pemasaran yang melibatkan pihak ketiga sebagai pelaku promosi. 

Apabila upaya promosi yang dilakukan oleh pihak ketiga berhasil, ia akan mendapatkan komisi sesuai dengan kesepakatan yang telah ditentukan. 

Pelaku dalam Affiliate Marketing

Agar lebih mudah dalam memahami affiliate marketing, kami akan merinci pihak-pihak yang terlibat dalam strategi pemasaran ini.

1. Merchant

Pertama ada yang disebut sebagai merchant. Merchant adalah pihak yang memiliki produk (baik barang maupun jasa) atau memiliki suatu bisnis. 

2. Affiliate Marketer

Selanjutnya ada yang disebut sebagai affiliate marketer atau kini lebih dikenal dengan istilah affiliator

Affiliator adalah pihak ketiga yang menjalin kerjasama dengan merchant untuk mempromosikan suatu produk atau bisnis kepada orang lain.

Seorang affiliator umumnya memiliki kemampuan persuasif yang sangat baik, sehingga orang-orang tertarik untuk membeli produk yang ditawarkan. 

3. Pelanggan

Kemudian, yang terakhir ada pelanggan

Pelanggan merupakan pihak yang menunjukkan aksi atas upaya promosi yang dilakukan oleh affiliator. 

Sejarah Singkatan Affiliate Marketing

Strategi affiliate marketing pertama kali dicetuskan oleh William J. Tobin pada tahun 1989. 

Tobin memiliki toko bunga online yang diberi nama PC Flower and Gifts. 

Untuk meningkatkan penjualan dari toko bunganya, muncullah ide untuk membuat program affiliasi melalui website toko onlinenya. 

Ide ini ternyata berbuah manis. Mulai tahun tahun 1993, Tobin sukses menghasilkan jutaan penjualan per tahunnya dan berhasil memiliki lebih dari 2500 affiliator pada tahun 1995.  

Karena strategi ini semakin berkembang dan ditiru oleh berbagai lini bisnis, Tobin memutuskan untuk mengajukan hak paten untuk program affiliate marketing yang ia cetuskan. 

Hak paten atas affiliate marketing pun akhirnya berhasil didapatkan oleh Tobin pada tahun 2000.

Cara Kerja Affiliate Marketing

affiliate marketing adalah

Cara kerja strategi marketing ini sebenarnya cukup sederhana. 

Seorang affiliator akan diberi kode referal atau tautan unik oleh merchant setelah melakukan registrasi. 

Kode atau tautan unik ini kemudian akan dicantumkan pada setiap upaya promosi affiliator. 

Upaya promosi dapat dilakukan melalui berbagai media seperti website atau sosial media. 

Upaya promosi dapat dikatakan berhasil apabila ada pelanggan yang melakukan transaksi melalui tautan unik yang Anda cantumkan atau dengan memasukkan kode referral Anda. 

Setelah transaksi pelanggan selesai dilakukan, Anda akan secara otomatis mendapatkan komisi sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat. 

Oh iya, perlu diketahui juga, bahwa tolak ukur keberhasilan affiliator tidak selalu berupa sales.

Tolak ukur keberhasilan bisa berupa apa saja sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai oleh pemilik bisnis. 

Contohnya pelanggan mendaftar menjadi member, mengikuti trial class, mendownload suatu aplikasi, mengisi survey, dan lain sebagainya.

Baca juga: Flash Sale – Strategi Marketing agar Penjualan Anda Melejit!

Keuntungan Affiliate Marketing 

Strategi marketing ini banyak diminati karena menawarkan win-win benefit bagi merchant maupun affiliator. 

Merchant

1. Mudah dan Rendah Resiko

Bagi merchant, affiliate marketing termasuk sebuah strategi bisnis yang mudah dilaksanakan dan rendah resiko. 

Proses pemantauannya pun lebih mudah karena menggunakan media digital, dimana segala data transaksi langsung terekam secara otomatis di dalam sistem. 

Hal tersebut juga membuat proses kalkulasi dan evaluasi akhir menjadi lebih mudah dan valid.  

2. Low Budget

Affiliate marketing adalah salah satu startegi marketing yang dapat membantu menghemat dana pemasaran yang harus digelontorkan oleh perusahaan. 

Pasalnya, para affiliator akan melakukan sebagian kegiatan promosi kreatif demi mendapatkan komisi yang lebih besar. 

3. Membuka Pasar Baru

Dengan jasa affiliator Anda dapat menjangkau pasar baru yang sebelumnya belum tersentuh atau belum terpikirkan. 

Affiliator

1. Tanpa Modal

Bagi affiliator, affiliate marketing dianggap sangat menguntungkan karena bisa dilakukan tanpa modal awal.

Untuk membuat konten promosi, affiliator dapat memulai dengan mengolah foto dan video yang diberikan oleh pemilik bisnis. 

Affiliator dapat memaksimalkan daya kreatif yang dimiliki untuk menarik perhatian dan minat transaksi pelanggan. 

3. Minim Resiko

Karena dapat dimulai dengan modal yang kecil bahkan tanpa modal sama sekali, resiko yang ditimbulkan bila terjadi kendala tergolong sangat rendah.

Tidak akan ada istilah habis modal atau pusing karena barang menumpuk akibat tidak laku. 

Anda hanya perlu terus membuat promosi dari berbagai jenis produk atau perusahaan. 

4. Tanpa Stok Barang

Seseorang affiliator juga tidak perlu ruang untuk menimbun berbagai macam barang yang akan ditawarkan. 

Umumnya seorang affiliator hanya perlu membeli satu atau dua macam produk sebagai sampel dan untuk membuat konten promosi. 

5. Jumlah Merchant Tidak Terbatas

Umumnya, Anda bisa bekerja sama dengan banyak perusahaan sekaligus untuk menjadi seorang affiliator. 

Jika Anda bisa mengelola semuanya dengan baik, jumlah omset Anda akan semakin besar. 

6. Sumber Passive Income

Jika usaha afiliasi Anda sudah berjalan dengan lancar, usaha ini bisa menjadi sumber penghasilan pasif Anda. 

Pasalnya, selama promosi masih berjalan dan menarik hati para pelanggan, komisi hasil penjualan akan terus mengalir ke rekening Anda dengan sendirinya. 

Baca juga: Endorse – Strategi Marketing yang Moncer di Era Media Sosial

Contoh Affiliate Marketing 

affiliate marketing adalah

Di luar sana, ada banyak perusahaan yang menawarkan program kerjasama affiliate marketing, mulai dari perusahaan keuangan hingga e-commerce. 

Salah satu yang populer di Indonesia adalah program affiliates marketing dari e-commerce raksasa Shopee. 

Namanya adalah Shopee Affiliates Program.

Program ini menjanjikan komisi sebesar 2.5% hingga 10% dari hasil penjualan, tergantung status keanggotaan Anda. 

Jika mengikuti program ini, Anda bebas memilih produk apa yang ingin dipromosikan, asalkan produk tersebut termasuk kedalam kategori star seller atau Mall.

Untuk  mempromosikannya Anda bisa memanfaatkan berbagai media digital seperti website, Instagram, Facebook, Podcast, Youtube, dan lain sebagainya. 

Jika ingin menggunakan website sebagai media promosi, Anda bisa membuat berbagai artikel menarik yang mengandung kalimat persuasif. 

Jangan lupa juga untuk memastikan keamanan website Anda dengan memasang sertifikat SSL

Sehingga, web browser yang digunakan oleh pelanggan menunjukkan bahwa website Anda aman untuk dikunjungi dengan menunjukkan icon gembok. 

Pelanggan pun merasa aman dan lebih nyaman saat mengakses website Anda. 

Penutup

Affiliate marketing adalah salah satu strategi pemasaran yang sedang naik daun dan cukup menjanjikan karena mampu menjangkau banyak pasar baru.

Dan karena bisa dimulai tanpa modal dan memiliki peluang keuntungan yang menjanjikan, banyak yang tertarik untuk mencoba peruntungan dengan menjadi affiliator.

Setelah membaca penjelasan di atas, apakah Anda tertarik untuk memanfaatkan strategi affiliate marketing?