Pengertian Website Serta Jenisnya Yang Perlu Anda Ketahui

Saat Anda membuka search engine Google untuk mencari suatu informasi, pasti akan muncul banyak sekali website dengan berbagai domain name yang berbeda. Ada website yang bersifat statis maupun dinamis dengan menyajikan informasi berupa teks, gambar, video maupun suara.

Pengertian Website

Pengertian Website Serta Jenisnya
Pengertian Website Serta Jenisnya

Mungkin diantara Anda ada yang belum tahu pengertian website atau bisa juga disebut web. Website adalah kumpulan dari berbagai halaman web yang dirangkum menjadi satu dalam suatu domain menggunakan WWW (World Wide Web) yang ada di Internet. Semua website yang ada di Internet saat ini semuanya menyimpan datanya pada komputer server, entah itu menggunakan hosting versi berbayar atau gratis.

Halaman website biasanya ditulis menggunakan format HTML (Hyper Text Markup Language) yang bisa diakses menggunakan protokol HTTP. HTTP memiliki fungsi penting dalam website yaitu menyampaikan informasi yang tersimpan dalam server hosting kepada user melalui bantuan web browser.

Pengunaan istilah website atau web ini sudah umum dalam bidang teknologi. Bagi Anda yang sudah berkecimpung dalam dunia IT pasti tidak asing lagi dengan namanya website. Sejak kemunculan pertama situs web pada tahun 1991 oleh Sir Timothy John “Tim” Berbers –Lee hingga berkembang secara pesat sampai saat ini. Bahkan saat ini website solah menjadi salah satu hal yang harus dimiliki oleh suatu perusahaan dan bisnis.

Jenis Website

Sebelum membahas lebih jauh mengenai website, kita perlu mengelompokan jenis website berdasarkan sifat, platform yang digunakan dan berdasarkan fungsinya. Langsung saja kita bahas dibawah ini:

Jenis Website Berdasarkan Sifat

Website Statis dan Dinamis
Website Statis dan Dinamis

Jenis website yang pertama kita bedakan berdasarkan sifatnya, ada dua jenis yaitu website statis dan dinamis. Berikut penjelasannya:

  • Website Statis

Website statis adalah website yang memiliki konten yang statis atau tidak berubah. Umumnya website ini dibuat menggunakan kode HTML, jadi hanya developer website saja yang bisa mengubah isi dari konten website.

Biasanya website statis dibuat dengan bahasa pemrograman HTML dan CSS oleh para developer. Karena bersifat statis, maka website jenis ini tidak memerlukan adanya database, kebanyakan website seperti ini digunakan sebagai website perusahaan, company profile, landing page dan website yang tujuannya memberikan informasi kepada pengguna internet.

  • Website Dinamis

Website dinamis merupakan kebalikan dari website statis, website dinamis memiliki konten yang selalu update secara berkala. Website yang bersifat dinamis memiliki keunggulan yaitu mudah dalam pengelolaan. Selain itu perbedaan lainnya website dinamis memiliki database yang berguna untuk menyimpan semua data yang selalu update.

Dalam hal user, website dinamis juga masih memerlukan seorang developer atau solusi lain bisa juga menggunakan CMS. Selain itu website dinamis biasanya memiliki user lebih dari satu orang yang tugasnya untuk melakukan update konten secara berkala.

Baca juga : Perbedaan HTTP dan HTTPS

Jenis Website Berdasarkan Platform

Jenis website yang kedua kita bedakan berdasarkan platform yang digunakan, setidaknya ada 3 pilihan platform yang bisa Anda pilih disesuaikan dengan kebutuhan saja. Berikut pembahasannya:

  • CMS

Content Management System atau CMS menjadi platform yang paling banyak digunakan untuk membuat website saat ini. Bagaimana tidak, hanya perlu melakukan install saja dan tidak perlu jago bahasa pemrograman website. Selain itu untuk kebutuhan themes, plugin dan fitur pendukung lainnya juga suda tersedia pada CMS.

Market Share WordPress
Market Share WordPress

Jumlah pengguna CMS di dunia saat ini terbanyak masih diduduki oleh CMS WordPress. Saat artikel ini dibuat market share pengguna CMS WordPress menguasai 60.4% pengguna CMS di dunia. Dari segi fitur serta dukungan yang pasti WordPress sudah paling unggul, jadi untuk Anda yang berencana menggunakan CMS rekomendasi kami adalah menggunakan WordPress saja.

  • Website Builder

Jenis platform website yang kedua adalah menggunakan website builder. Website builder memungkinkan Anda membuat website dengan lebih mudah lagi tanpa harus mengetahui hal teknis sama sekali. Website builder ini sangat pas untuk Anda yang ingin membuat website secara custom, umumnya bisa dilakukan dengan drag dan drop sesuai dengan keperluan.

Kelebihan menggunakan website builder ini adalah dari segi simpelnya. Anda tidak pelu memikirkan hal teknis, tinggal desain simpan dan sudah siap digunakan. Namun dari segi biaya pasti akan lebih mahal daripada menggunakan CMS. Anda sebagai pemiliki website tinggal mengisi content dan optimasi website.

  • HTML dan CSS

HTML dan CSS biasa digunakan untuk membuat website statis. Untuk bisa menggunakan platform website ini Anda perlu menguasai bahasa pemrograman web. Jadi tidak semua orang bisa menggunakan jenis website berdasarkan platform yang ketiga ini. Dari segi biaya yang pasti juga mahal karena Anda perlu menyewa jasa web developer.

Jenis Website Berdasarkan Fungsi

Jenis website yang ketiga adalah dibedakan berdasarkan fungsinya. Setiap website yang dibuat pasti memiliki fungsi yang berbeda-beda. Nah berikut jenis website berdasarkan fungsinya:

  • Blog atau Website Pribadi

    Membuat Blog Pribadi
    Membuat Blog Pribadi

Jenis website yang pertama adalah blog atau website pribadi. Fungsi dari website ini lebih ke pengalaman pribadi, opini, diary, dan kadang juga cerita fiksi yang dibuat sendiri. Jika Anda suka dalam dunia tulis menulis, maka memiliki blog pribadi ini sangat bermanfaat, salah satunya bisa menjadi sumber pemasukan.

  • Ecommerce atau Toko Online

Ecommerce atau toko online sudah tidak asing lagi bagi kita semua, bahkan malah sering belanja secara online. Toko online yang terkenal saat ini seperti Shopee, Tokopedia, Bukalapak, Lazada dan masih banyak lainnya.

  • Portfolio

    Website Portfolio
    Website Portfolio

Portfolio merupakan web statis yang isinya lebih kepada curriculum vitae yang bisa digunakan untuk mempromosikan diri sendiri. Dengan website portfolio ini akan lebih mudah diketahui oleh banyak orang, sehingga kesempatan mendapatkan project bisa lebih besar.

  • Website Perusahaan

Website perusahaan fungsi utamanya untuk memberikan informasi mengenai perusahaan kepada khalayak umum di internet. Dengan memiliki website perusahaan Anda akan semakin dipercaya oleh konsumen sehingga berimbas pada bisnis perusahaan yang semakin meningkat. Jika memungkinkan Anda juga bisa melakukan optimasi website perusahaan agar bisa bersaing dengan perusahaan sejenis.

Baca juga : Tips Menjaga Keamanan Website

  • Website Berita

Website berita lebih ke website dinamis yang kontennya setiap hari dilakukan update secara rutin. Website berita yang terkenal di Indonesia saat ini seperti Detik, Kompas, Liputan6, tribunnews, Merdeka dll. Website ini berfungsi menyajikan berita yang selalu update tiap waktu.

  • Website Komunitas

Website komunitas dibentuk bertujuan untuk mengumpulkan anggota komunitas secara luas, bukan tingkat kabupaten atau kota. Tetapi website komunitas bisa menjangkau dalam suatu Negara bahkan antar Negara di dunia.

  • Website Forum

    Kaskus
    Kaskus

Nah yang terakhir website forum. Website ini fungsinya lebih ke diskusi antar member group, jadi dalam group akan ada tanya jawab antar member. Contoh yang ada di Indonesia saat ini salah satunya adalah Kaskus.com.

Nah demikian pembahasan mengenai pengertian website dan jenis-jenisnya yang perlu Anda ketahui. Untuk menambah keamanan website, Anda perlu menggunakan SSL. Secure Socket Layers atau SSL adalah layanan yang membuat sambungan aman antara web browser pengguna dengan web server. Jadi dengan SSL semua jenis website akan aman dari ancaman kejahatan di dunia maya. Silahkan cek di gudangssl.id untuk menemukan SSL Murah dengan harga 150.000/bulan untuk SSL Domain Validation dari Sectigo Positive SSL. Tunggu apalagi amankan website Anda sekarang juga.

Terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>