Jordy Prayoga Seorang yang memiliki minat tinggi di bidang SEO, dan menuangkannya ke dalam sebuah blog pribadi

Gunakan DMCA untuk Melindungi Konten Website Anda

3 min read

DMCA adalah

Pernahkah Anda mendengar apa itu DMCA? DMCA adalah akronim dari digital millennium copyright act.

Intinya, memiliki DMCA pada website adalah sebuah cara menghindari plagiarisme konten yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Sekarang ini memang banyak ditemui blog-blog yang membahas artikel tetapi bukanlah artikel murni yang dibuat oleh penulisnya sendiri.

Namun, artikel yang dipublikasikan benar-benar seratus persen mengambil dari website orang lain tanpa adanya perubahan sedikitpun dan mencantumkan sumber.

Terkadang blog yang melakukan hal ini justru meraih lebih banyak visitor dibanding website pemilik artikel aslinya.

Dengan DMCA, pemilik website yang merasa telah menjadi korban dapat menurunkan dan melaporkan website tersebut (take down).

GudPeople, Anda sebaiknya memahami apa itu DMCA dan alasan mengapa sebuah website perlu menggunakan DMCA, simak artikel ini, ya.

Apa Itu DMCA?

DMCA
Sumber: www.dmca.com

DMCA adalah sebuah hukum yang mengatur tentang pelanggaran hak cipta karya digital dan distribusi perangkat lunak.

Hukum ini disahkan pertama kali pada tahun 1998 di Amerika Serikat.

Singkatnya, jika konten-konten di website Anda menjadi korban penjiplakan oleh orang lain, maka DMCA ini akan memfasilitasi Anda untuk menghapusnya.

DMCA tidak perlu meminta izin untuk menghapus konten yang tidak memiliki hak cipta dan terbukti menjiplak.

Perlindungan juga diberikan kepada ISP (internet service provider) dan penyedia layanan web hosting yang belum memiliki tanggung jawab langsung terhadap pelanggaran hak cipta.

Di samping itu, saat ini keberadaan DMCA terkadang menjadi kontroversi karena menjadi ‘pedang bermata dua’.

Hal itu disebabkan oleh beberapa kasus penyalahgunaan DMCA yang sudah terjadi.

Namun, DMCA tetaplah menjadi pelindung hak cipta yang sah dan tidak salah jika Anda menggunakannya.

Baca Juga: Social Engineering: Pengertian dan Cara Menghindarinya

Cara Kerja DMCA

secara umum, terdapat dua aspek sebagai cara kerja DMCA khususnya yang paling relevan untuk pemilik website dan ISP.

Untuk lebih jelasnya, silakan simak penjelasannya berikut ini ya, GudPeople.

  • Pemberitahuan Penghapusan

Pemberitahuan penghapusan ini akan berlaku ketika sebuah website telah memposting konten yang menjiplak milik Anda.

Karya seperti tulisan, audio, video berbagai jenis lainnya akan secara otomatis menjadi hak milik Anda jika Anda yang membuatnya.

Maka sangat penting untuk mengecek secara rutin website lain yang terindikasi mengunggah karya Anda.

Nah, jika sudah menemukan website pelaku, Anda bisa mengajukan DMCA untuk mengeluarkan peringatan penghapusan kepada penyedia layanan hosting website pelaku.

Selain itu, beberapa layanan DMCA juga dapat menghapusnya secara langsung dengan biaya tertentu.

Isi peringatan penghapusan biasanya tidak memiliki template yang pasti, dan biasanya akan berisi nama pemegang hak cipta konten, rincian hak cipta, termasuk website yang menyimpan konten asli, serta website yang terbukti menjiplak konten.

Kemudian juga berisi peringatan bahwa konten tersebut tidak memiliki izin untuk digunakan oleh orang lain.

  • Tanggapan & Penolakan

Tanggapan dan penolakan ini terjadi ketika pemberitahuan penghapusan sudah diberikan tetapi pemilik website memiliki bukti bahwa mereka telah memenuhi persyaratan hak cipta, atau bukti bahwa persyaratan tidak berlaku.

Maka, konten pun akan kembali terbit dan tidak dikenai sanksi DMCA.

Misalnya, ada sebuah karya gambar yang diunggah pada sebuah situs tanpa persetujuan pemilik karya.

Jika situs tersebut masih tergolong kecil, pemilik karya bisa dapat langsung menghubungi pemilik situs untuk segera menghapusnya.

Apabila tidak berhasil, pemilik dapat mengajukan pemberitahuan kepada layanan hosting yang menyimpan website pengunggah karya tersebut agar menghapusnya.

Ketika pemilik situs akhirnya dapat membuktikan bahwa ia telah membayar untuk dapat menggunakan karya tersebut, atau bukti bahwa mereka tidak melanggar undang-undang hak cipta, pemilik situs dapat mengajukan pemberitahuan tanggapan.

Tingkatkan Perlindungan Hak Cipta

Apabila Anda merasa khawatir dan resah terhadap konten yang memiliki hak cipta dan digunakan tanpa izin, atau tidak sengaja Anda memposting sesuatu yang dilindungi hak cipta?

Anda perlu melakukan hal-hal yang akan kami jelaskan di bawah ini.

1. Cek Konten Duplikat

Cek apakah konten Anda pernah dimuat di situs lain atau memastikan bahwa konten yang Anda buat adalah asli.

Ada beberapa tool yang bisa digunakan secara gratis salah satunya adalah Copyscape.

Cara menggunakannya cukup mudah, Anda tinggal menyalin konten yang ingin diperiksa, kemudian klik Go untuk mendapatkan hasilnya.

2. Mencari Gambar yang Serupa 

Layanan Google Search rupanya juga dapat membantu Anda untuk menyelidiki konten yang diduplikat.

Anda cukup mengetikkan kata kunci yang sesuai dengan konten Anda, kemudian klik pada tab Gambar.

Semua gambar yang menggunakan kata kunci yang sama dengan konten Anda akan muncul.

Kemudian klik pada salah satu gambar acak, klik kanan lalu pilih Search Google for Image atau Search Image with Google Lens.

Dengan begitu, Anda akan lebih cepat untuk menelusuri indikasi pencurian konten.

3. Menggunakan Plugin 

Anda memiliki konten dan tidak ingin diplagiasi oleh orang lain? Tak perlu khawatir karena sudah tersedia sebuah plugin yang berufungsi melindungi konten dari pencurian.

Plugin ini akan mematikan fitur copy dan paste, hingga perintah klik kanan.

Dengan plugin bernama WP Content Copy Protection and No Right Click Anda bisa mengatasi pencurian konten terutama oleh pemilik website AGC (auto-generated content).

Baca Juga: Cara Ampuh Blokir Website AGC

Cara Mendaftar DMCA

Perlu digaris bawahi sebelum memasang DMCA, bahwa DMCA sebenarnya adalah undang-undang perlindungan hak cipta yang disahkan di AS.

Sedangkan untuk negara di luar AS dapat mendapatkan perlindungan ini apabila menggunakan server AS untuk menyimpan semua datanya.

Namun, hal itu tidak menutup kemungkinan bahwa Anda akan mendapatkan perlindungan yang setara DMCA di negara selain AS.

Negara seperti Australia, Selandia Baru, India, dan beberapa negara di Eropa memiliki undang-undang  perlindungan hak cipta digital mereka sendiri.

Meski berbeda, pengguna tetap mendapatkan kesempatan yang sama untuk mendapatkan perlindungan.

Nah, jika Anda ingin memasang DMCA, ikuti langkah-langkah berikut ini, ya.

  • Memilih Badge (Ikon) DMCA di sini yang akan muncul di situs Anda, pilihlah salah satu ikon DMCA yang sesuai keinginan.

memilih ikon DMCA

  • Mengisi Data Diri, kemudian isikan data diri Anda seperti nama dan alamat lengkap.
  • Menyalin Kode pada footer untuk memasang ikon DMCA pada website Anda.

Menyalin kodeSetelah pendaftaran berhasil, maka sistem akan meng-crawl keseluruhan konten webisite agar mengetahui apa saja konten di dalamnya.

Baca Juga: Apa Itu Hashtag? Pengertian dan Manfaatnya untuk Promosi

Kesimpulan

DMCA adalah sebuah perlindungan hak cipta konten digital terhadap penyalahgunaan seperti pencurian dan penjiplakan.

Tidak dimungkiri bahwa bentuk penyalahgunaan hak cipta sekarang ini marak terjadi, tetapi Anda tak perlu khawatir karena dapat diatasi menggunakan perlindungan seperti DMCA ini.

GudPeople, selain melindungi website dengan DMCA, Anda juga perlu memasang plugin security agar keamanan website bekerja dengan, maksimal.

Satu hal lagi yang tak boleh dilupakan adalah memasang sertifikat SSL yang juga berfungsi untuk melindungi dari pencurian data oleh peretas.

Data yang dimaksud adalah username, password, dan informasi sensitif lainnya.

Anda bisa mendapatkan SSL murah dari Gudang SSL.

Itulah pembahasan mengenai DMCA yang mungkin dapat menambah wawasan Anda mengenai perlindungan hak cipta konten digital.

Jordy Prayoga Seorang yang memiliki minat tinggi di bidang SEO, dan menuangkannya ke dalam sebuah blog pribadi