Apa Itu SSL Dan Seberapa Pentingnya Untuk Website

Bulan Juli tahun 2018 lalu Google memberikan pengumuman tentang update keamanan website. Google memberi tanda kepada website yang tidak dienkripsi dengan label ‘not secure/tidak aman’ karena alasan belum menggunakan HTTPS. Google menerapkan kebijakan update ini karena akhir-akhir ini sering terjadi kejahatan dalam dunia maya.

Peringatan website yang tidak aman ini bisa dilihat pada bagian depan nama domain Anda, biasanya ditandai dengan tulisan warna merah ‘Not secure’. Jika Anda sebagai pemilik website baik website personal, perusahaan, bisnis dan korporat penting untuk menjaga kemanana website dengan menggunakan SSL. Ibaratnya sama seperti memiliki rumah, Anda perlu menjaga keamanam secara lebih dengan pengamanan tambahan. Keamanan tidak hanya untuk Anda sebagai pemilik rumah, tetapi kepada semua isi dari rumah dan kepada tamu yang berkunjung.

Apa Itu SSL Dan Seberapa Pentingnya Untuk Website
Apa Itu SSL Dan Seberapa Pentingnya Untuk Website

Sejarah SSL Certificate

SSL (Secure Socket Layer) pertama kali muncul tahun 1996 dikembangkan oleh Netscape. Netscape pada tahun 1990an menjadi browser dengan pengguna terbanyak, sebelum masanya browser Internet Explorer ada. Pada saat itu Netscape sudah memikirkan bagaimana internet bisa aman untuk semua penggunanya.

Kemudian munculah Versi SSL pertama yang dirilis dengan versi 3.0, versi ini akhirnya menjadi cikal bakal perkembangan TLS (Transport Layer Security) sebagai standar protokol IETF (Internet Engineering Task Force). Awalnya TLS ini digunakan untuk transaksi pada bisnis keuangan terkemuka seperti MasterCard, American Express dan beberapa E-Commerce ternama untuk mengamankan transaksi keuangan dan data-data user.

Not Secured Website
Not Secured Website

Akhirnya pada tahun 2003 SSL Certificate mulai dianggap serius oleh pemerintah Amerika Serikat sebagai keamanan untuk informasi-informasi penting di internet. Barulah setelah itu banyak website-website yang mulai menerapkan SSL untuk standar keamanan. Bahkan ada beberapa SSL yang berani memberikan garansi, jika sampai data-data penting pada website Anda bocor kepada pihak yang tidak bertanggung jawab.

Apa Itu SSL?

SSL atau bisa disebut Secure Socket Layer adalah teknologi keamanan standar untuk membuat enkripsi antara server dengan client sehingga tidak ada pihak yang bisa mencuri data dan informasi. SSL berjalan diantara layer aplikasi dan layer network, tepatnya SSL berada pada layer transportasi yang memiliki tugas membawa data dan informasi yang sudah terenkripsi secara acak.

Perbedaan yang paling mencolok antara website yang menggunakan SSL dan tanpa SSL adalah masalah keamanan dan trusted. Jika tidak menggunakan SSL, data dan informasi yang dikirim berupa plaint text yang sangat mudah diretas oleh hacker, berbeda dengan yang sudah menggunakan SSL, setiap data dan informasi yang dikirim sudah terenkripsi dan diacak sehingga hacker tidak bisa mencurinya.

SSL Certificate
SSL Certificate

Tahun lalu market share SSL di seluruh dunia yang terbesar dipegang oleh Sectigo dengan prosentase 39.93%, peringkat kedua Digicert dengan prosentase 19.23% dan ketiga dipegang oleh GoDaddy SSL Certificates 14.74%. Berikut grafiknya diambil dari website Datanyze.com

Jenis SSL

Jenis SSL ternyata tidak hanya satu saja, ada 3 jenis SSL berdasarkan validasinya. Berikut jenis-jenis SSL:

1. Domain Validation (DV) SSL

Domain Validation SSL adalah SSL certificate untuk kelas entry level dengan tingkat validasi yang mudah dan prosesnya paling cepat. Untuk penerbitan DV SSL ini hanya perlu verifikasi domain dan email saja. DV SSL ini lebih cocok digunakan untuk website personal, blog, portofolio dan sejenisnya. Untuk penggunaan website yang lebih kompleks seperti e-commerce atau website yang membutuhkan user password tidak disarankan menggunakan Doamin Validation. Untuk harga SSL Indonesia ini tergolong murah mulai dari 150.000 ribuan pertahun.

2. Organization Validation (OV) SSL

Jenis SSL yang kedua adalah Organization Validation SSL. SSL Certificate jenis ini cocok untuk website yang membutuhkan user password dan menyimpan data pelanggan. Untuk masalah kecocokan OV SSL ini lebih ke website toko online, e-commerce atau organisasi. Untuk verifikasi SSL ini membutuhkan waktu sekitar 2-14 hari tergantung dari kelengkapan persyaratan yang dibutuhkan. Dokumen yang dibutuhkan untuk mengurus SSL OV ini seperti SIU/TDP/Akta Perusahaan.

Keuntungan OV SSL ini terletak pada pemilik bisa menambahkan detail mengenai nama pemilik atau perusahaan. Untuk masalah harga, OV SSL ini berada di range tengah-tengah. Thawte memiliki menjadi Oragization Validation dengan harga SSL dengan harga pertahun Rp 918.000.

Baca juga : Daftar Harga SSL Terbaru

3. Extended Validation (EV) SSL

Yang terakhir adalah Extended Validation (EV) SSL. EV SSL ini adalah standar validasi SSL tertinggi. Untuk Anda yang menginginkan website bisnis, toko online atau e-commerce memiliki highest trust level sangat direkomendasikan menggunakan EV SSL. Apalagi untuk Anda yang menggunakan EV SSL akan mendapatkan label ‘Green Bar’ pada url yang menampilkan nama perusahaan. Karena ini adalah SSL tertinggi maka untuk proses verifikasi Certificate SSL membutuhkan waktu yang lebih lama dan dokumen yang lebih lengkap.

Untuk harga EV SSL di Gudang SSL, yang paling murah mulai dari Rp 5.8 juta pertahun. Tentu ini akan sebanding dengan keuntungan yang Anda dapatkan seperti ‘Green Bar’ pada url, tingkat keamanan lebih kompleks dan trusted.

Baca juga : Fungsi SSL Pada Website

Seberapa Penting SSL?

Cara SSL Bekerja
Cara SSL Bekerja

Jika berbicara penting atau tidak menggunakan SSL maka jawabnya adalah sangat penting. Apalagi jika website Anda memiliki peran yang sangat vital maka lebih baik investasi menggunakan SSL untuk keamanan. Jangan sampai setelah ada masalah baru menggunakan SSL, sama saja Anda membuang-buang uang lebih banyak.

Nah demikianlah pembahasan mengenai apa isu SSL dan seberapa pentingnya untuk website saat ini. Jika Anda memiliki pengalaman dalam penggunaan SSL atau keamanan website lainnya bisa dituliskan dikolom komentar dibawah.

Terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>