Mengenal Perbedaan Website Statis dan Dinamis

Website adalah kumpulan halaman pada suatu domain internet yang dibuat untuk tujuan tertentu dan berisi konten yang bermacam-macam. Website sendiri sudah dikenal sejak puluhan tahun yang lalu setelah internet mulai berkembang. Website statis dan dinamis merupakan jenis website berdasarkan teknologi yang digunakan untuk melakukan perubahan konten atau isi.

Website Statis dan Dinamis

Apakah Anda ingin mengetahui apa itu website statis dan dinamis? Website statis biasa disebut website tradisional. Website statis sendiri memiliki pengertian dimana informasi yang terdapat pada halaman tidak bisa diubah seenaknya oleh pengguna. Hal ini dikarenakan perubahan konten harus melalui script yang ada pada program.

Perbedaan Website Statis dan Dinamis
Perbedaan Website Statis dan Dinamis

Sedangkan website dinamis merupakan website dengan teknologi terbaru. Website dinamis cenderung lebih mudah digunakan karena website jenis ini mendukung perubahan informasi dilakukan langsung oleh pengguna. Pada website dinamis memungkinkan pengguna untuk melakukan perubahan secara berkala sehingga konten yang diciptakan bisa lebih menarik dibandingkan website statis.

Perbedaan Website Statis dan Dinamis

Secara sekilas tidak banyak perbedaan dari website statis dan dinamis selain pada teknologi pembuatannya. Namun jika dilihat lebih dalam dua jenis website ini memiliki perbedaan yang cukup banyak mulai dari database yang digunakan sampai desain secara visual. Informasi lebih lengkapnya bisa Anda baca pada penjelasan di bawah ini.

  1. Perbedaan pada Database

Database merupakan hal penting dalam penyimpanan data di internet. Website statis tidak memerlukan database yang besar karena pengguna tidak perlu melakukan penyimpanan berbagai macam data yang penting maupun memproses data. Sedangkan hal ini tidak berlaku pada website dinamis.

Website dinamis memerlukan database yang digunakan untuk menyimpan data atau memproses data. Pengguna website dinamis biasa menggunakan Oracle dan MySQL untuk database.

  1. Perbedaan Konten

Berdasarkan kontennya website statis cenderung jarang sekali di update atau diubah isinya karena terlalu rumit. Sedangkan konten pada website dinamis terlihat lebih menarik karena website jenis ini memungkinkan pengguna untuk merubahnya setiap saat.

Hal ini mengakibatkan website dinamis lebih banyak digunakan daripada website statis. Karena konten merupakan salah satu cara untuk menarik pengunjung.

  1. Perbedaan Desain

Website Design
Website Design

Desain yang up to date merupakan salah satu cara untuk menarik pengunjung. Jika ingin mengetahui jenis website yang sedang Anda kunjungi bisa terlihat dari desain yang mereka gunakan. Website statis cenderung memiliki desain yang sangat sederhana bahkan terkesan sangat klasik.

Website dinamis memiliki desain yang lebih kekinian dan beraneka ragam. Pada website dinamis pengguna bisa menambahkan berbagai macam animasi untuk mempercantik tampilan.

Baca juga : Tips Menjaga Keamanan Website

  1. Perbedaan Ukuran

Perbedaan website statis dan dinamis selanjutnya adalah pada ukurannya. Website statis memiliki ukuran yang lebih kecil karena sistem pemrograman yang digunakan tidaklah rumit. Hal ini menjadi kelebihan dari website statis karena lebih cepat diakses oleh pengguna.

Website dinamis cenderung berukuran lebih besar hal ini dikarenakan bahasa serta sistem pemrograman lebih kompleks sehingga waktu yang digunakan untuk mengaksesnya lebih lama.

  1. Perbedaan Interaksi

Pada website statis pengunjung tidak bisa melakukan perubahan sehingga website statis dianggap kurang interaktif. Pengunjung hanya bisa mengakses dan menikmati konten website tersebut.

Namun hal ini berbeda dengan website dinamis dimana pengunjung bisa melakukan interaksi dengan website seperti melakukan login maupun perubahan di dalam konten. Hal ini bisa menjadi kelebihan maupun kelemahan dari website dinamis karena data yang disimpan bisa saja diretas sehingga terjadi kebocoran data.

  1. Perbedaan Bahasa Pemrograman

Script Website Static and Dynamic
Script Website Static and Dynamic

Bahasa pemrograman yang digunakan pada website statis lebih sederhana yaitu CSS dan HTML. Sedangkan website dinamis bahasa pemrograman lebih bervariasi seperti PHP, HTML, Javascript dan ASP.

  1. Perbedaan Penggunaan

Perbedaan selanjutnya pada penggunaan website. Website statis biasanya digunakan sebagai situs penjualan dimana konten halaman tersebut hanya berisi produk dan kontak dari pemilik website.

Namun penggunaan website dinamis lebih beragam contohnya situs sosial media, toko online yang mengharuskan adanya interaksi antara pengguna website dan pengunjung website.

  1. Perbedaan Perubahan Situs

Pengguna website dinamis memerlukan energi yang lebih banyak ketika melakukan perubahan. Hal ini dikarenakan perubahan konten tidak bisa dilakukan dengan mudah. Bahasa serta sistem yang lebih kompleks menjadikan website dinamis harus diubah pada setiap halamannya.

Sedangkan pada website statis yang memiliki bahasa serta sistem lebih sederhana akan lebih cepat  meskipun merubah ratusan halaman website.

  1. Perbedaan Interaksi Pengguna Website

Interaksi Pengguna
Interaksi Pengguna

Ketika membuat website pengguna memiliki berbagai macam tujuan. Pengguna website statis biasanya membuat website untuk keperluan jangka panjang sehingga tidak perlu melakukan perubahan jika tidak mendesak. Pengguna website statis tidak memerlukan interaksi dengan visitor sehingga lebih santai.

Namun hal ini berbeda dengan penggunaan website dinamis yang ditujukan untuk kepentingan komersial sehingga perubahan harus dilakukan setiap waktu untuk mengoptimalisasi tujuan pembuatan website.

Untuk mengamankan website statis dan dinamis, Anda perlu menambahkan keamanan tambahan dengan sertifikat SSL. SSL bisa memberikan jaminan keamanan pengiriman data dari server kepada client dengan enkripsi berlapis. Nah bagi Anda yang belum memiliki SSL bisa langsung pesan saja di GudangSSL.id. Pesan sekarang juga dan dapatkan promo-promo menariknya.

Terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>