Zero Day Attack: Pengertian, Cara Kerja & Menghindarinya

3 min read

Zero Day Attack adalah

Zero day attack adalah jenis serangan siber yang mengincar celah keamanan pada sebuah perangkat lunak.

Seperti diketahui, semua tujuan kejahatan siber pasti akan mengerucut kepada satu tujuan utama, yaitu mencuri data-data penting milik target.

Namun, dalam praktiknya, yang membedakan setiap kejahatan siber adalah metode yang digunakannya, misalnya brute force attack yang pastinya akan sangat berbeda zero day attack.

Lalu, apa yang dimaksud dengan zero day attack, dan bagaimana cara menghindari serangan yang satu ini?

Gudang SSL akan mengupas seputar zero day attack, simak hingga akhir ya, GudPeople.

Apa Itu Zero Day Attack?

Zero day attack adalah sebuah serangan yang dilakukan dengan memanfaatkan celah keamanan yang ada pada perangkat lunak tanpa sepengetahuan pengembangnya.

Aplikasi yang baru saja rilis tidak jarang akan memiliki beberapa celah/bug kecil yang bahkan sedang dipelajari kekurangannya, kesempatan ini pun digunakan untuk meretas perangkat lunak sebelum pengembang membuat patch/perbaikan terhadap celah tersebut.

Istilah zero day (0 hari) merujuk pada waktu penyerangan yang dilakukan yang mana pengembang/korban hanya memiliki waktu nol hari, atau tidak memiliki waktu untuk mengatasinya.

Kasus zero day ini dapat terjadi karena dua kemungkinan, yang pertama adalah karena pengembang sedang mendalami apa saja kekurangan yang dimiliki sebuah aplikasi, atau karena pengembang memang tidak menyadari adanya celah keamanan perangkat lunak.

Biasanya, kasus zero day attack dilakukan oleh peretas yang ingin mendapatkan uang, atau peretas yang ingin mendapatkan atensi.

Selain itu, mata-mata perusahaan juga terkadang menjadi dalang di balik kasus zero day attack karena ingin mendapatkan informasi dari target.

Lebih besar dari itu, negara juga dapat melancarkan zero day attack untuk menyerang infrastruktur keamanan siber milik negara lain.

Istilah dalam Zero Day

Zero day memiliki beberapa istilah untuk membedakan proses serangan yang dilakukan, adapun istilahnya sebagai berikut:

  • Zero Day Vulnerability adalah kelemahan yang ada pada perangkat lunak (software) yang ditemukan oleh peretas dan belum disadari oleh pengembang. Serangan ini berpeluang besar untuk sukses karena pengembang belum siap untuk mengatasinya, pasalnya pengembang belum menyiapkan patch untuk celah zero day.
  • Zero Day Exploit merupakan serangan yang dilakukan peretas terhadap sebuah perangkat lunak tanpa mengetahui kelemahan yang ada sebelumnya. Dalam proses ini, peretas akan mengeksploitasi segala aspek yang berpotensi dapat dibobol.
  • Zero Day Attack adalah adalah kebalikan dari zero day exploit, yang mana peretas akan meretas perangkat lunak karena kelemahan yang ada tetapi belum disadari oleh pengembangnya.

Baca Juga: Pharming, Kejahatan Siber yang Lebih Berbahaya dari Phishing

Penyebab Zero Day Attack

Pasti Anda bertanya-tanya mengapa zero day attack bisa terjadi, lalu apa alasan sebuah perangkat lunak dapat dikatakan sangat rentan dan memiliki celah?

Sebenarnya, celah keamanan perangkat lunak biasanya terjadi karena beberapa faktor seperti data yang tidak terenkripsi, algoritma yang rusak, password tidak kuat, dan sebagainya.

Ditambah pengembang (developer) kurang menyadari adanya celah yang ada, serta belum adanya patch untuk memperbaiki kekurangan yang ada, zero day attack adalah risiko yang harus mereka hadapi.

Namun, ketika celah perangkat lunak sudah diketahui lebih awal, pengembang dapat menghindari adanya zero day attack.

Cara Kerja Zero Day Attack

Zero day attack adalah salah serangan yang sangat berbahaya, hanya saja banyak pengembang yang kalah cepat dibanding peretas.

Pengembang atau developer aplikasi seharusnya membuat sebuah patch untuk mengatasi kekurangan yang ada saat aplikasi sudah dirilis.

Namun, karena peretas menemukannya lebih cepat, celah keamanan yang seharusnya menjadi tanggung jawab pengembang untuk diperbaiki, justru dieksploitasi oleh peretas untuk mendapatkan keuntungan.

Setelah itu, peretas akan membuat atau menggunakan kode yang telah dibeli dari dark web untuk mencuri data.

Tak hanya pengembang, pengguna software/perangkat lunak juga berpotensi menjadi korban peretas.

Peretas akan menggunakan teknik social engineering atau phishing untuk mengarahkan agar target mengakses file/membuka file berisi malware.

Kerentanan pada perangkat lunak sebenarnya bisa ditemukan, hanya saja waktu yang dibutuhkan tidak menentu.

Terkadang berhari-hari, hingga berbulan-bulan lamanya sampai akhirnya dibuatlah patch untuk mengatasi zero day attack.

Baca Juga: Scareware: Pengertian, Bahaya, dan Cara Cepat Mengatasinya

Cara Menghindari Zero Day Attack

GudPeople, Anda perlu tahu bahwa zero day attack adalah sebuah kejahatan siber yang serangannya hanya diketahui oleh peretasnya saja, tetapi bukan tidak mungkin Anda dapat menghindarinya.

Yuk, ketahui cara menghindarinya berikut ini.

1. Rutin Memperbarui Software & Sistem Operasi 

Cara pertama yang harus dilakukan untuk menghindari zero day attack adalah dengan rutin memperbarui software dan sistem operasi yang Anda gunakan.

Patch keamanan biasanya akan disertakan dalam pembaruan ini, maka jangan sampai Anda menjadi sasaran zero day karena tak kunjung memperbarui software/sistem Anda.

2. Memasang Aplikasi Sesuai Kebutuhan

Pasang software yang hanya Anda butuhkan, alih-alih memasang banyak aplikasi yang tidak semuanya terpakai.

Semakin banyak aplikasi yang Anda pasang, maka semakin besar pula risiko keamanan yang akan terjadi.

Lagi pula, aplikasi yang terlalu banyak hanya akan memperlambat memenuhi memori perangkat Anda.

3. Menggunakan Firewall & Antivirus

Firewall dan antivirus adalah benteng yang tepat untuk menghindarkan Anda dari segala potensi keamanan yang akan terjadi.

Dengan adanya firewall dan antivirus, maka semua ancaman akan dipantau dan langsung ditangani seketika sebelum membahayakan perangkat Anda.

4. Hindari Situs yang Tidak Aman

Situs yang tidak aman ditandai dengan tidak adanya sertifikat SSL yang berfungsi mengenkripsi data yang dikirimkan pengguna.

Untuk melihat SSL pada sebuah situs, perhatikan logo gembok yang terdapat pada sudut kiri atas di sebelah kolom URL.

Kesimpulan

Zero day attack adalah salah satu jenis serangan siber yang sangat berbahaya, saking berbahayanya, zero day attack hanya diketahui oleh peretasnya.

Namun, Anda tidak perlu panik karena masih ada cara yang bisa dilakukan untuk menghindari zero day attack.

Semoga artikel ini dapat membantu Anda dalam upaya menghindari zero day attack ya, GudPeople.

Jangan lupa untuk memantau blog Gudang SSL untuk mendapatkan artikel lain seputar keamanan website & jaringan.