Pengertian Web Server, Fungsi, dan Cara Kerjanya

3 min read

web server adalah

Halo Gudpeople, pasti Anda sering sekali mengakses sebuah website untuk mendapatkan informasi atau yang lainnya.

Ternyata dibalik aktivitas mengakses website itu sudah terjadi proses teknis yang dilakukan oleh web server.

Namun, sebelum mengenal lebih jauh mengenai web server, kita awali terlebih dahulu pembahasan kali ini dengan pengertian web server.

Pengertian Web Server

Web server adalah sebuah perangkat lunak yang berfungsi untuk memberikan layanan berupa data, dan berfungsi menerima permintaan HTTP atau HTTPS dari klien yang menggunakan browser (chrome, firefox, dll).

Nantinya web server akan mengirimkan respon atas permintaan klien untuk menampilkan halaman website.

Web server ini sebenarnya memiliki dua pengertian yang berbeda, yaitu dari segi hardware dan software.

Dari pengertian hardware, web server adalah sebuah perangkat yang menyimpan komponen website seperti dokumen HTML, gambar, CSS stylesheets, dan JavaScript.

Web server harus terkoneksi ke internet agar mendukung pertukaran data secara fisik dengan perangkat lain yang juga terkoneksi internet.

Kemudian dari pengertian software, web server termasuk dalam beberapa bagian yang mengontrol setiap permintaan yang diajukan oleh klien menggunakan browser.

Apakah sampai di sini Gudpeople sudah paham pengertiannya?

Mudahnya, web server akan menyajikan layanan untuk klien yang meminta informasi dalam bentuk website.

Fungsi Web Server

Fungsi utama web server adalah menerima permintaan HTTP atau HTTPS dari klien atau web browser.

Kemudian web server akan meresponnya dengan menampilkan halaman web HTML, foto, video, dokumen, atau yang lainnya.

Di sisi lain, fungsi web server tidak hanya itu saja, melainkan masih ada beberapa fungsi dari web server.

Berikut ini adalah fungsi lain dari web server yang sebaiknya juga Anda ketahui.

  • Memeriksa sistem security yang berasal dari permintaan HTTP yang diminta oleh klien atau web browser.
  • Membersihkan semua cache yang ada pada penyimpanana dan dokumen yang sudah tidak dipakai lagi.
  • Menyediakan data sesuai permintaan yang masuk untuk menjamin kelancaran keamanan sistem yang berjalan.

Nah, itu tadi beberapa fungsi dari web server ya, Gudpeople.

Cara Kerja Web Server

Sekarang Anda akan mempelajari bagaimana cara kerja web server dengan detail seperti berikut ini.

cara kerja web server
Gambar: MDN Web Docs
  1. Klien meminta untuk mengakses sebuah url domain yang dituliskan pada kolom address bar di aplikasi browser, kemudian permintaan tersebut akan dikirimkan ke DNS server.
  2. Jika halaman web tersebut memakai database programming akan dihubungkan ke database server.
  3. Kemudian jika alamat domain yang diminta dengan mengetikkan url tadi tersedia di web server, maka web server akan merespon dengan menampilkan halaman web.
  4. Namun, jika url domain tidak tersedia, akan muncul peringatan “page not found” yang berarti halaman tidak dapat ditemukan.

Semua proses itu akan terjadi sangat cepat selama terkoneksi ke internet. 

Jenis-jenis Web Server

Web server memiliki jenis yang berbeda-beda tergantung dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Berikut adalah jenis-jenis web server untuk menambah pengetahuan Anda.

  • Apache 

Web server ini adalah yang paling populer dan telah banyak digunakan banyak orang.

Fungsi software ini yang menggantikan fungsi server.

Apache juga mendukung beberapa program yang membuatnya lengkap, yakni PHP, SSI, dan Access Control.

Anda juga bisa mengunggah beragam file dengan beberapa bahasa pemrograman seperti PHP (personal home page atau PHP hypertext processor).

Baca Juga: Apa Itu Apache? Penjelasan Mengenai Apache Web Server

  • NginX

Dibaca engine x, yang merupakan sebuah nama web server open source yang artinya bisa dipakai oleh siapa saja dengan bebas dan tidak berbayar.

NginX lebih unggul dari Apache dari segi penanganan website dengan traffic yang tinggi.

Ini yang membuat NginX sangat ideal bagi pebisnis profesional dengan pengunjung website yang tinggi.

Tak hanya itu, performa yang dimiliki oleh NginX juga terbilang sangat baik.

  • Lighttpd

Selanjutnya ada web server berbasis open source yang bernama Lighttpd, keunggulan yang dimilikinya adalah FastCGi, Output Compression, URL writing.

Web server ini diciptakan oleh seorang programmer asal Jerman.

Jika Anda sudah pernah mencoba web server ini maka dijamin Anda akan merasakan sendiri sensasi kecepatan yang tinggi.

  • IIS

Web server IIS (internet information services) merupakan web server yang mendukung jnis protokol DNS, TCP/IP, atau software lain yang berguna ketika merancang sebuah situs.

Itulah beberapa jenis web server yang kami rangkum dari banyaknya jenis web server yang tersedia di internet.

Kesemuanya tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing dalam mengelola permintaan klien yang ada.

Baca Juga: Apa Itu TCP? Pengertian, Cara Kerja, dan Fungsinya

Kesimpulan

Setelah Anda sudah cukup memahami web server di atas, pastinya Anda sudah mulai mengetahui betapa berperannya web server ini dalam mengontrol sebuah website.

Tugas mutlak web server adalah merespon setiap permintaan yang diajukan oleh klien melalui aplikasi browser, dan mengirimkannya kembali melalui browser.

Jika tidak ada web server, Anda pun tidak bisa melakukan request data pada suatu halaman atau halaman web.

Tak hanya web server, website juga akan lebih baik lagi apabila sudah terpasang sertifikat SSL.

SSL ini berfungsi untuk mengenkripsi data pengguna yang dikirimkan, serta dapat mengubah alamat protokol menjadi HTTPS (secured).

Dengan terpasangnya SSL, performa website di search engine pun akan meningkat karena website dinilai sudah aman untuk diakses oleh pengguna.

Namun, jika Anda bingung di mana tempat yang menyediakan sertifikat SSL murah berkualitas, Gudang SSL akan membantu Anda untuk memilih SSL yang sesuai.

Harga SSL yang kami tawarkan mulai dari harga seratus ribuan saja.

Terima kasih sudah membaca artikel ini ya, Gudpeople.

Semoga bermanfaat.

Perbedaan IPv4 dan IPv6, Kelebihan dan Kekurangannya

Anda belum mengetahui perbedaan IPv4 dan IPv6? Jika Anda memiliki hobi di bidang jaringan internet, pasti Anda sering menjumpai istilah IP, entah itu IPv4...
Jordy Prayoga
3 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *