Jenis-Jenis Virus Komputer dan Cara Membersihkannya

3 min read

virus komputer

Semua pengguna perangkat komputer pasti sudah mendengar bahwa terdapat keluhan umum mengenai virus komputer.

Entah itu komputer yang berbasis windows 7, 8.1, 10 dan 11 sekalipun, semuanya tak luput dari keberadaan virus komputer.

Virus yang menjangkit perangkat komputer ini dapat menyebabkan turunnya performa keamanan dan mungkin juga kecepatan perangkat Anda.

Lalu, bagaimana cara untuk membersihkan perangkat komputer dari virus-virus ini?

Tenang saja, kami akan memberikan caranya kepada Anda, simak hingga selesai, ya.

Pengertian Virus Komputer

Pengertian Virus Komputer

Virus komputer adalah sebuah program komputer yang mampu menyebar dengan cara menduplikasi layaknya virus biologi pada tubuh.

Kemudian virus ini akan menyusup ke dalam sistem melalui program-program komputer yang terpasang dan rentan disusupi.

Selain itu, virus ini juga dapat menyebar ke perangkat lain melalui pertukaran file yang dilakukan menggunakan USB flashdisk, pengunduhan file, dan yang lainnya.

Akibatnya, perangkat yang terjangkit virus akan mengalami kesalahan sistem (hang, lagging, dan freeze).

Kemudian beberapa ekstensi file ada yang berubah dan menjadi tidak bisa diakses karena akibat dari serangan virus.

Jika virus ini dibiarkan begitu saja, yang paling parah adalah dapat merusak hardware komputer Anda.

Pasti Anda juga menyadari betapa banyaknya orang-orang yang menggunakan perangkat komputer yang menjalankan sistem operasi windows, kabar buruknya adalah virus-virus ini sangat rentan menyerang sistem operasi windows.

Baca Juga: Cara Mengatasi Virus Ransomware dengan Cepat

Jenis Virus Komputer

Gudpeople, ternyata varian virus jahat ini memiliki banyak jenis dan cara kerjanya masing-masing.

Mari ketahui jenis-jenisnya agar dapat mengetahui cara mencegah dan membersihkannya dengan benar.

1. Worm

Worm merupakan jenis virus yang tidak terlalu kuat dan menginfeksi perangkat komputer melalui email yang terkoneksi pada internet.

Worm juga dapat menduplikasi hingga menjadi banyak dan akhirnya membuat penyimpanan memori pada komputer menjadi penuh.

2. Trojan

Jenis selanjutnya adalah bernama trojan, yang mana dapat mengontrol hingga mencuri data pengguna yang tersimpan di komputer. 

Kemunculan trojan ini bisa disebabkan seperti layaknya virus worm, yakni melalui koneksi internet dan email yang diterima.

Yang lebih menakutkan lagi, trojan dapat mendapatkan data seperti password dan sistem log.

3. Backdoor

Backdoor adalah virus yang memiliki kesamaan dengan trojan, hanya saja virus ini menyerupai program-program yang terlihat biasa-biasa saja, contohnya adalah game.

Virus ini mampu digunakan oleh peretas untuk masuk ke sebuah sistem tanpa harus melakukan autentikasi.

4. Rogue

Virus rogue ini cukup berbahaya karena dapat meniru seolah-olah menjadi antivirus sungguhan dengan memberikan peringatan-peringatan palsu.

Tujuan dari virus rouge ini adalah agar korban mau membeli ‘antivirus’ ini dan akhirnya pembuat virus ini pun mendapatkan uang. 

Mulai sekarang, jangan mudah untuk ditipu, ya.

5. Rootkit

Rootkit adalah sekumpulan perangkat lunak yang dapat menyembunyikan proses, data, dan sistem operasi yang sedang berjalan.

Dengan proses yang senyap, rootkit dapat merusak sistem dan menyusup dengan tidak terlacak sama sekali.

Selain windows, rootkit juga dapat menyerang Linux dan Solaris.

6. Companion Virus

Companion virus ini berpotensi mengganggu data-data milik pengguna perangkat. Untuk mendeteksi virus ini juga cukup sulit karena bersembunyi di dalam disk penyimpanan.

Akibatnya adalah file-file penting pengguna akan diubah ekstensinya menjadi berbeda. Untuk mengatasinya, selalu gunakan antivirus pihak ketiga yang kuat.

7. Directory

Selanjutnya adalah virus directory yang dapat menginfeksi semua file berekstensi .exe  pada sebuah komputer.

Perlu diketahui bahwa semua aplikasi di perangkat bersistem windows menggunakan ekstensi .exe.

Jika sebuah aplikasi atau program penting yang berekstensi .exe hilang, maka aplikasi tersebut tidak bisa diakses lagi.

Jika virus ini menginfeksi seluruh file penting pada sistem, hal yang bisa dilakukan untuk memulihkannya yaitu dengan menginstall ulang windows Anda.

8. FAT 

File allocation table adalah jenis virus tersembunyi di dalam penyimpanan data pribadi. Virus ini akan menyembunyikan data-data penting Anda agar seolah-olah hilang.

Jika Anda menemui file Anda tiba-tiba tidak bisa ditemukan, bisa saja Anda baru saja terinfeksi virus jenis FAT ini.

9. Memory Resident Virus

Virus yang satu ini akan menyerang penyimpanan RAM perangkat komputer Anda.

Akibatnya, performa kecepatan komputer akan sangat menurun dan terganggu karena beberapa program juga terinfeksi oleh virus ini.

10. Multipartite Virus

Multipartite virus dapat menginfeksi RAM dan berpengaruh pada kesehatan RAM perangkat komputer, hampir sama dengan memory resident virus.

Beberapa aplikasi pun kadang juga menjadi korban dari virus multipartite ini.

Jika sudah parah, cara menanggulanginya adalah dengan cara defragment hardisk.

Cara Membersihkan Virus Komputer

Jika Anda baru saja terinfeksi virus yang termasuk dalam jenis-jenis virus di atas, jangan khawatir karena masih dapat dibersihkan dengan cepat.

Sebaiknya Anda menginstall antivirus pihak ketiga dan rajin untuk memperbarui dan tentunya rutin melakukan scanning terhadap sistem Anda.

Akan lebih baik lagi apabila Anda menjadwalkan untuk scanning pada waktu tertentu.

Antivirus seperti Avast, Avira, Kaspersky, Eset, dan sejenisnya sudah bisa membantu Anda dalam menangani virus yang mengganggu.

Di windows sendiri sebenarnya sudah disediakan windows defender/windows security bawaan yang cukup powerful.

Cara Menghindari Virus Komputer

Karena penyebaran virus ini sangat mudah apalagi saat terkoneksi internet, sebaiknya Anda membatasi aktivitas pertukaran data, mendownload file dari website yang kurang terpercaya.

Selain itu, mengklik iklan juga dapat menyebabkan Anda diserang virus malware yang lebih berbahaya.

Yang paling penting adalah, usahakan Anda hanya mengakses website yang sudah memiliki SSL.

Bagaimana cara mengetahuinya? Silakan cek pada bagian url website apakah sudah ada ikon gembok, jika sudah berarti sertifikat SSL sudah terpasang dan website tersebut sudah aman.

Terima kasih sudah membaca artikel ini, semoga setelah ini Anda bisa lebih berhati-hati lagi dan dapat terhindar dari infeksi.

Perbedaan IPv4 dan IPv6, Kelebihan dan Kekurangannya

Anda belum mengetahui perbedaan IPv4 dan IPv6? Jika Anda memiliki hobi di bidang jaringan internet, pasti Anda sering menjumpai istilah IP, entah itu IPv4...
Jordy Prayoga
3 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *