Strategi Pemasaran 4P: Pengertian dan Contoh Penerapannya

3 min read

strategi pemasaran 4p

Di dalam dunia bisnis, ada 4 faktor utama yang mempengaruhi jalannya pemasaran dalam suatu bisnis. 

4 faktor utama tersebut dikenal dengan istilah strategi pemasaran 4P atau Marketing Mix.  

Konsep dari strategi bisnis ini sebenarnya bukanlah sesuatu yang baru, dimana ia telah dikenal sejak tahun 1950. 

Konsep ini dikenalkan oleh Neil Borden, seorang Profesor Periklanan di Harvard University, melalui artikelnya yang berjudul “The Concept of Marketing Mix”. 

Di dalam artikel tersebut, dijelaskan bagaimana suatu perusahaan dapat memanfaatkan berbagai taktik periklanan untuk memikat konsumennya.

Dan konsep yang diinisiasi oleh Borden ini masih sangat valid hingga saat ini, baik untuk perusahaan besar maupun kecil.

Apa saja taktik periklanan yang ada di dalam strategi pemasaran 4P? 

GudPeople bisa menemukan jawabannya pada uraian berikut ini! 

Pengertian Strategi Pemasaran 4P

Strategi pemasaran 4P adalah sebuah konsep yang mengakumulasi empat pilar yang digunakan sebagai dasar dari segala strategi marketing. 

Konsep yang juga dikenal dengan nama Marketing Mix ini digunakan agar para pelaku bisnis dapat memasarkan produk pada tempat, harga, dan waktu yang tepat. 

Sehingga konsumen tertarik untuk membeli produk dari brand Anda. 

Ketika pertama kali dikenalkan oleh Neil Borden, konsep ini sangat mempengaruhi dunia bisnis. 

Karena pengaruhnya yang besar, selama beberapa tahun berikutnya banyak ahli yang berusaha mengembangkan dan menyempurnakan konsep ini. 

Adalah E. Jerome McCarthy, seorang Profesor Marketing di Michigan University, yang akhirnya menciptakan istilah 4P.

McCarthy pada akhirnya menyempurnakan konsep yang diinisiasi oleh Borden dan menuangkannya di dalam sebuah buku yang berjudul “Basic Marketing: A Managerial Approach”.

Variabel dalam 4P

4P adalah singkatan dari Product, Place, Price, dan Promotion. 

Keempat variabel di atas bersifat saling melengkapi satu sama lain agar membuat suatu produk lebih menonjol di pasaran. 

Untuk lebih lengkapnya, silakan simak penjelasan mengenai masing-masing variabel di bawah ini:

strategi pemasaran 4p

1. Product

Sebagai pelaku usaha, Anda harus menciptakan produk yang diterima oleh konsumen.  

Di sini yang dimaksud produk bukan hanya benda yang berwujud, namun juga berbagai jenis jasa yang bisa ditawarkan kepada konsumen. 

Secara ideal, sebuah produk harus dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. 

Selain memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen, diharapkan sebuah produk memiliki keunikan sehingga terlihat sangat menarik di mata masyarakat. 

Nah, salah satu cara agar suatu produk dapat meraih kesuksesan adalah dengan mengenali product life cycle atau daur hidup produk. 

Dimana suatu produk tidak mungkin selamanya berada dalam kondisi jual yang sama persis. 

Ada titik dimana suatu produk harus berinovasi sebab sudah tidak relevan lagi dengan pasar yang disasar. 

Maka dari itu, para eksekutif perusahaan perlu memikirkan jenis produk yang panjang umur dan akan terus relevan dengan pasar, bukan hanya mengikuti trend sesaat. 

Contoh produk yang hanya dapat bertahan sesaat karena tren adalah produk kue artis. 

Produk kue artis sempat meledak sekitar tahun 2019 silam. 

Namun, sesuai yang sudah diprediksi, produk kue tersebut tidak bertahan lama lantaran tidak memiliki USP (Unique Selling Proposition) dan UPV (Unique Value Proposition) lain selain nama beken artis yang memilikinya. 

Lebih lanjut, tipe produk yang Anda pilih juga akan menentukan harga jual, dimana tempat memasarkannya, dan bagaimana cara mempromosikannya. 

2. Price

Variabel Price adalah harga yang harus dibayar oleh konsumen jika ingin menikmati produk Anda alias offer price. 

Anda sebagai marketer atau para eksekutif perusahaan harus mampu merelevansikan antara harga dengan nilai produk. 

Baik nilai produk asli maupun nilai produk di mata masyarakat.

Selain nilai, hal yang harus Anda perhatikan saat menentukan harga suatu produk adalah supply cost, seasonal discount, kebijakan kredit, dan harga yang ditetapkan oleh kompetitor. 

3. Place

Variabel Place merupakan tempat yang ditentukan oleh perusahaan untuk memasarkan produk yang dimiliki. 

Marketer atau para eksekutif perlu menentukan dimana mereka akan menjual produk dan bagaimana cara mendistribusikan produk tersebut ke tempat yang telah ditentukan. 

Dalam menentukan lokasi penjualan, Anda harus memilih tempat dimana banyak prospek berada. 

Kuncinya adalah Anda yang mendatangi konsumen, bukan konsumen yang mendatangi Anda. 

Contohnya sebuah toko baju desainer yang target marketnya adalah golongan menengah ke atas. 

Toko baju ini akan mengalami kesulitan dalam menjual produknya apabila ia membuka toko di lingkungan pasar tradisional. 

Pasalnya, konsumen yang datang ke area pasar tradisional merupakan prospek bagi penjual baju berkualitas moderate dengan harga terjangkau.

Bukan barang mewah dengan harga setara lima kali lipat UMR kota. 

Place tidak hanya berlaku untuk lokasi gedung yang digunakan untuk berjualan berada, namun juga penempatan produk di dalam toko. 

Apakah di letakkan di rak paling depan, tengah atau belakang. 

4. Promotion 

Variabel Promotion adalah berbagai kegiatan untuk mempromosikan suatu produk. 

Bentuk promosi yang dilakukan meliputi iklan, public relation, dan publikasi.

Tujuan dari dilaksanakannya promosi adalah untuk memberitahukan pada konsumen mengapa mereka membutuhkan produk Anda. 

Selain itu, promosi juga bertujuan untuk memberikan konsumen persuasif insight mengapa produk yang Anda miliki layak ditukarkan dengan sejumlah uang yang mereka miliki. 

Contoh Penerapan Strategi Marketing 4P  

Sekali Anda dapat menemukan empat variabel tersebut, bisnis yang Anda jalankan akan  memiliki pondasi yang kuat. 

Untuk lebih memudahkan Anda dalam membuat rumusan 4P Anda, mari kita pelajari implementasi strategi marketing ini pada sebuah bisnis yang nyata. 

Anda pasti tahu bukan rumah makan cepat saji McDonald?

Untuk memenuhi variabel Place, rumah makan cepat saji ini menetapkan rumah makan, stand, dan marketplace sebagai tempat penjualan. 

Sejauh ini, rumah makan menjadi tempat utama dimana McDonald menjual menu cepat sajinya. 

Selain itu, McDonald juga memiliki stand yang tersebar di berbagai lokasi untuk menjual beberapa menu khusus seperti es krim dan minuman. 

Dan akhir-akhir ini, McDonald’s mulai menjual makanannya melalui berbagai platform online seperti Shoppe Food, Go Food, dan lain sebagainya agar bisa lebih mudah menjangkau konsumen. 

Kemudian untuk memenuhi variable Price, McDonald’s menggunakan teknik psikologi harga, yaitu Bundle Price dan harga yang tidak dibulatkan. 

Kedua teknik tersebut mendorong konsumen untuk membeli lebih banyak produk sebab tampak lebih ekonomis. 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by McDonald’s Indonesia (@mcdonaldsid)

Sementara itu, untuk memenuhi variabel Promotion, McDonald’s menggunakan berbagai jenis promosi mulai dari iklan offline, iklan digital, dan public relation. 

Kesimpulan

Kesimpulannya, strategi marketing 4P dapat dikatakan sebagai pondasi dari keberlangsungan sebuah bisnis. 

Dengan menggunakan strategi ini, Anda sebagai pemilik bisnis, marketer atau anggota eksekutif perusahaan akan memiliki alur penjualan yang jelas mulai dari lokasi pemasaran hingga strategi promosi apa yang akan digunakan. 

Kemudian bagi Anda yang membuat toko online atau website profesional perusahaan jangan lupa untuk memasang sertifikat SSL agar segala pertukaran data dan transaksi pembayaran yang berlangsung di dalam situs Anda aman dari pencurian pihak ketiga.