Sistem Operasi Komputer – Definisi, Fungsi, dan Jenisnya

4 min read

sistem operasi adalah

Dewasa ini, hampir semua orang menggunakan komputer untuk menyelesaikan berbagai macam pekerjaan; mulai dari membuat presentasi, membuat laporan keuangan, hingga editing video animasi. 

Selain untuk menyelesaikan pekerjaan, banyak juga yang menggunakan komputer untuk mengakses berbagai jenis hiburan seperti menonton film, memutar musik, dan bermain games.  

Untuk melakukan semua hal di atas, manusia sebagai pengguna perangkat komputer hanya tinggal melakukan klik di sana-sini sesuai kebutuhan dan keinginan. 

Sehingga, semua pekerjaan dan proses menikmati konten hiburan menjadi sangat mudah. 

Nah, tahukah GudPeople bahwa ada sebuah sistem hebat yang membantu manusia dalam mengoperasikan perangkat komputer?

Namanya adalah operating system (OS) atau dalam bahasa Indonesia disebut sebagai sistem operasi.

Apa Itu Sistem Operasi?

Sistem operasi adalah system software yang berperan sebagai interface perangkat komputer, sehingga user (pengguna komputer) dapat mengelola sumber daya hardware dengan mudah. 

Nah, yang dimaksud dengan sumber daya hardware meliputi CPU, I/O devices, dan memori. 

Kemudian, selain mempermudah user dalam mengelola sumber daya hardware, sistem operasi juga menjadi platform berjalannya suatu application system dan interface pengoperasiannya.

 Sejarah Operating System

Seperti yang Anda ketahui, komputer “berbicara” dengan bahasa yang berbeda dengan bahasa manusia. 

Ketika manusia berbicara menggunakan Bahasa Indonesia, Inggris, Jepang, ataupun Korea, komputer berbicara dengan bahasa kode 0 dan 1. 

Sebelum adanya sistem operasi, program yang digunakan untuk mengoperasikan komputer ditulis pada lembaran punch card yang dikenal juga dengan nama kartu pons, kartu IBM, atau kartu Hollerith.

Punch card sendiri merupakan lembaran kertas kaku dengan pola lubang kecil yang terstruktur. 

Pola lubang yang yang terstruktur tersebut berisi perintah untuk mengendalikan mesin komputer. 

Untuk menggunakannya, user perlu memasukkan punch card ke dalam CPU dengan urutan yang tepat. 

Seiring berjalannya waktu, kinerja komputer menjadi semakin cepat dan user semakin kewalahan untuk memasukkan punch card ke dalam CPU secara manual dan tepat waktu. 

Selain permasalahan user yang kewalahan dalam menginput punch card, ada masalah lain yang timbul. 

User juga kesulitan menghubungkan komputer dengan berbagai sumber daya yang berbeda, seperti printer dan keyboard. 

Sebab setiap device harus memiliki software yang spesifik, sehingga user sangat kewalahan ketika akan menghubungkan komputer dengan device yang berbeda-beda. 

Oleh karena itu, IBM menciptakan sebuah sistem untuk mengoperasikan komputer yang dinamai OS 360 pada tahun 1960an. 

sistem operasi adalah

Perkembangan pesat terkait OS terjadi pada tahun 1980an, dimana komputer dengan ukuran yang lebih kecil dan bentuk yang lebih minimalis mulai dikomersilkan dan digunakan oleh masyarakat umum. 

Pada tahun 1981, Xerox memperkenalkan Star Office Information System yang memberikan ide pada Apple untuk membuat GUI alias Graphical User Interface.

Kemunculan teknologi GUI ini menjadikan Apple sebagai OS pertama yang menggunakan icons (simbol) dalam interface-nya. 

Pada masa itulah akhirnya user mengenal istilah desktop, property, dan setting serta fungsi delete, copy, dan move untuk mengoperasikan komputer.

Nah, pada tahun 1983, Apple Lisa Office System menjadi OS dengan GUI pertama yang secara resmi dipasarkan kepada masyarakat umum. 

Disisi lain, pada tahun 1981, IBM juga mulai bergerak dengan merekrut perusahaan kecil bernama Microsoft untuk menjadi vendor bagi sistem operasi mereka. 

Setelah melakukan perkembangan secara berkesinambungan, akhirnya Microsoft berhasil meraih kesuksesan dengan meluncurkan OS Windows 9x pada 24 Agustus 1995. 

Selepas itu, perlahan tapi pasti Windows mampu menjadi sistem operasi yang digunakan oleh komputer di berbagai belahan dunia.

Baca juga: Mengenal Jaringan Komputer – Penjelasan Lengkap!

Fungsi Sistem Operasi

Sebenarnya, ada banyak rincian fungsi sistem operasi dalam komputer. Walau begitu, ada setidaknya 6 fungsi utama yang sebaiknya Anda pahami. Berikut penjelasannya:

1. Interface

operating system adalah

Secara garis besar, dapat dikatakan bahwa sistem operasi berfungsi sebagai interface yang menghubungkan user dengan hardware komputer.

Sehingga untuk memberikan instruksi kepada komputer, user tinggal melakukan aktivitas sederhana seperti  mengklik icons menggunakan mouse atau menuliskan numerical alphabet yang dibutuhkan melalui keyboard.

Instruksi tersebut kemudian akan diterjemahkan oleh OS ke dalam bahasa yang dapat dimengerti oleh komputer secara instan.

2. Processor Management 

Fungsi selanjutnya dari sistem operasi adalah processor management. 

Sistem akan menggerakkan CPU untuk mengatur penjadwalan kerja sistem (system scheduling) dan menangani interupsi yang terjadi dalam sistem (system interruption).

Anda dapat melihat proses kerja sistem apa saja yang sedang berjalan di CPU dalam task manager. 

Ada tiga jenis proses yang terjadi di dalam CPU yaitu overlapped processing, multi programming, dan multi processing. 

3. Memory Management 

Memory management merupakan fungsi sistem operasi untuk mengalokasikan RAM sebagai main memory kepada program yang membutuhkan sumber daya ini. 

Ketika Anda akan menjalankan sebuah program, pertama-tama ia memerlukan ruang di dalam main memory untuk proses eksekusi.

Padahal main memory ukurannya terbatas, sehingga OS perlu membagi jatah ruang dan durasi waktu suatu program untuk diproses dalam main memory. 

4. I/O Device Management

Salah satu fungsi utama OS adalah untuk mempersiapkan dan mengatur agar program aplikasi dapat berinteraksi dengan perangkat keras secara konsisten dan stabil tanpa user harus mengetahui secara detail tentang setiap hardware yang akan digunakan. 

Contoh dari I/O devices adalah keyboard, mouse, printer, speaker, dan lain sebagainya.  

5. Storage Management

Di sini yang dimaksud dengan storage adalah harddisk yang disebut juga sebagai secondary memory. 

Sistem operasi memiliki fungsi untuk mengatur bagaimana data akan disimpan ke dalam harddisk secara permanen dan bagaimana user dapat mengakses data yang disimpan tersebut. 

6. Keamanan

Setiap jenis OS memiliki sistem keamanannya masing-masing yang membuat user merasa lebih nyaman dalam mengoperasikan komputernya. 

Contohnya seperti teknologi touch ID pada MacBook yang mengharuskan user untuk memindai sidik jarinya terlebih dahulu untuk mendapatkan akses ke dalam komputer. 

Sehingga privasi Anda terlindungi dengan lebih baik. 

Jenis-Jenis Sistem Operasi

sistem operasi adalah

Sebenarnya, ada banyak jenis sistem operasi yang dapat Anda gunakan. Berikut kami berikan beberapa contoh jenis sistem operasi yang paling populer di dunia:

1. Windows

Windows merupakan salah satu sistem operasi yang populer di seluruh dunia yang dikembangkan sejak tahun 1981 menggunakan bahasa pemrograman C, C++, dan C#. 

Dalam proses pengembangannya, ada beberapa versi pembaruan diantaranya Windows 95, Windows Vista, Windows 7 hingga seri terbarunya Windows 11 yang rilis pada 5 Oktober 2021 silam. 

Banyak pengguna yang memilih menggunakan OS Windows karena dianggap kompatibel dengan banyak jenis software aplikasi. 

2. Linux

Linux pertama kali diperkenalkan oleh seorang programmer bernama Linus Torvalds pada 1991. 

Sistem operasi ini merupakan OS yang bersifat open source sehingga dapat dimodifikasi dan didistribusikan oleh siapapun dengan gratis.

Haislnya, sistem operasi Linux dapat berkembang dengan sangat pesat.

Selanjutnya, Linux sendiri sangat populer di kalangan programmer dan dikenal kebal akan virus. 

Walau begitu, untuk software tambahannya disebutkan masih rentan terhadap serangan malware

3. macOS (Macintosh)

macOS yang sebelumnya dikenal dengan nama OS X ini merupakan sistem operasi yang dikembangkan oleh Apple. 

Awalnya, OS ini dikembangkan oleh seorang karyawan Apple bernama Jef Raskin yang memiliki cita-cita untuk menciptakan komputer yang ramah di kantong masyarakat dengan nama MacIntosh.

Keinginan Jef tersebut kemudian ditindaklanjuti menjadi sebuah produk dan dikenalkan kepada masyarakat umum oleh Steve Jobs pada 24 Januari 1984. 

Karena masalah legalitas, maka produk tersebut bukan dinamai MacIntosh namun Macintosh.

Yang menjadi keunggulan dari macOS ini adalah secara eksklusis macOS diproduksi hanya untuk perangkat komputer Apple saja.

Apple tidak pernah meneken kontrak yang mengijinkan macOS untuk digunakan pada brand perangkat komputer lain.

Penutup

Setelah membaca ulasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa sistem operasi adalah sistem yang berperan sebagai interface antar user dan hardware komputer. 

Sehingga, user dapat mengelola sumber daya hardware dengan mudah dan efisien. 

Sekian artikel dari Gudang SSL kali ini! Sampai jumpa pada artikel menarik berikutnya!