Mengenal OSI Layer Beserta Cara Kerjanya

3 min read

OSI layer adalah salah satu komponen dari jaringan komputer, berkat jaringan komputer inilah yang membuat kita dapat berkomunikasi jarak jauh dengan mudah.

Tentu di balik semua kemudahan berkomunikasi tersebut ada proses yang cukup kompleks antarjaringan.

Nah, bagi Anda yang belum mengetahuinya, tenang saja karena artikel kali ini akan membahasnya dengan bahasa yang mudah dipahami.

Pengertian OSI Layer

OSI layer adalah sebuah model konseptual yang dirancang oleh International Organization for Standardization (ISO) untuk menstandarisasi beragam sistem komunikasi untuk saling berkomunikasi menggunakan protokol standar.

OSI merupakan akronim dari Open System Interconnection, apabila dipahami dengan bahasa yang lebih sederhana yaitu:

OSI layer adalah sebuah standar yang dibuat untuk memungkinkan berbagai komputer agar dapat saling berkomunikasi satu sama lain.

Perlu Anda ketahui, dalam jaringan setiap komputer memiliki ‘cara berkomunikasi’ yang berbeda-beda.

Misalnya merek komputer X mempunyai cara berkomunikasi yang berbeda dengan Y, sehingga komputer X hanya dapat berkomunikasi dengan merek yang sama.

Sehingga pertukaran informasi tidak dapat dilakukan apabila hal itu terjadi, sangat diperlukan standarisasi untuk dapat menyatukan semua sistem jaringan ini, maka muncullah OSI ini.

Apabila Anda masih belum paham, OSI ini singkatnya adalah seperti bahasa universal yang dipakai berkomunikasi antarkomputer memakai Transmission Control Protocol (TCP), sehingga semua jenis komputer dapat saling berkomunikasi meski sistemnya berbeda.

Baca Juga: Apa Itu TCP? Pengertian, Cara Kerja, dan Fungsinya

Apakah OSI Layer Penting?

Sebenarnya internet modern tidak selalu menggunakan model OSI, karena lebih memilih protokol internet yang lebih sederhana.

Tetapi OSI masih sangat dibutuhkan untuk mendeteksi masalah jaringan yang terjadi.

Ada 7 layer OSI yang masing-masing dari layer tersebut saling bekerja berurutan.

Ketika seseorang tidak bisa mengakses internet pada komputernya, atau sebuah website yang down karena banyak user yang mengakses, OSI hadir untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Jika masalah tersebut dapat ditemukan pada salah satu model layer OSI, maka Anda bisa menghindari pekerjaan yang membuang-buang waktu.

Bisa dibilang, OSI ini memang sangat penting karena dapat membantu proses pencarian masalah dengan mudah.

7 Layer OSI 

Terdapat tujuh model layer OSI yang memiliki kinerja secara berurutan mulai dari layer yang paling atas menuju layer yang paling bawah.

7 Layer OSI
Gambar 7 Layer OSI

Berikut penjelasan lengkapnya.

7. Application Layer

Ini adalah satu-satunya layer yang berinteraksi langsung dengan user dan menyediakan protokol yang memungkinkan software/aplikasi mengirim dan menerima informasi kepada user.

Beberapa contoh protokol application layer adalah Hypertext Transfer Protocol (HTTP), File Transfer Protocol (FTP), Post Office Protocol (POP), Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), dan Domain Name System (DNS).

6. Presentation Layer 

Layer keenam ini bertugas untuk menyiapkan data untuk application layer, dan memerintahkan bagaimana dua perangkat harus mengenkripsi, mengompres, dan membandingkan data.

Sehingga data yang dikirimkan dapat diterima dengan benar nantinya dan dapat ‘dikonsumsi’ oleh user.

Presentation layer mengambil data yang dikirimkan dari application layer dan menyiapkannya untuk transmisi melalui session layer.

Pada layer ini, terdapat protokol yang bernama Multipurpose Internet Mail Extensions (MIME), Secure Socket Layer (SSL), Transport Layer Security (TLS).

5. Session Layer

Session layer atau layer kelima ini membuat saluran komunikasi antarperangkat yang disebut sessions.

Kemudian bertanggung jawab untuk membuka session dan memastikannya tetap terbuka ketika data sedang ditransfer.

Selanjutnya session layer lah yang juga menutup session apabila komunikasi sudah berakhir.

Tak hanya itu, session layer juga mengatur checkpoint selama proses transfer, apabila session terganggu, perangkat dapat melanjutkan transfer data dari checkpoint terakhir.

4. Transport Layer

Transport layer bertugas untuk mengambil data dari session layer dan membaginya ke bagian-bagian paket data yang lebih kecil.

Kemudian data yang sudah sampai ke tujuan akan digabung kembali.

Layer keempat ini juga mengontrol aliran pengiriman data dengan menyesuaikan kecepatan koneksi perangkat penerima, dan memeriksa apakah data yang diterima salah atau tidak, apabila salah data akan diminta kembali.

3. Network Layer

Layer ketiga ini memiliki dua fungsi utama yaitu menemukan jalur terbaik pada jaringan (routing) untuk proses pertukaran data.

Kemudian fungsi yang kedua adalah membagi data menjadi beberapa paket, dan kemudian mengembalikannya setelah data berhasil diterima.

2. Data Link Layer

Lapisan kedua ini bertugas membuat dan mengakhiri sebuah koneksi antara dua node yang terhubung secara fisik.

Data link layer ini juga memecah data dari network layer menjadi bagian-bagian kecil yang disebut frame kemudian mengirimkannya ke tujuan,hampir sama seperti network layer.

Layer ini juga mengontrol aliran data dan memeriksa kesalahan yang terjadi.

1. Physical Layer

Physical adalah lapisan pertama sekaligus yang paling dasar, memiliki tugas untuk mentransmisikan data menjadi bit stream.

Layer ini juga memiliki perlengkapan fisik untuk transfer data, seperti kabel.

Physical layer mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) berinteraksi secara langsung.

Baca Juga: Pengertian Web Server, Fungsi, dan Cara Kerjanya

Cara Kerja OSI

Setelah Anda mengetahui tujuh model OSI layer, kini saatnya Anda mempelajari cara kerja OSI layer.

Yang jika dianalogikan, cara kerja OSI layer ini seperti proses pengiriman paket, yang mana harus melewati beberapa tahapan pengiriman agar dapat sampai ke tujuan.

Berikut cara kerja OSI layer.

Application layer akan mentransfer data yang dikirim oleh user untuk perangkat penerima. Kemudian ketika sampai di presentation layer, maka akan terjadi konversi format jaringan dari email.

Lalu session layer bertugas menjembatani transmisi data ke seluruh pengiriman hingga selesai.

Kemudian sesampainya di transport layer, data akan dipecah menjadi beberapa bagian kemudian disatukan kembali setelah sampai ke tujuannya.

Selanjutnya network layer akan mencarikan rute jaringan yang terbaik agar data bisa tersampaikan dengan benar.

Nah, proses berlanjut ketika sudah di data link layer, yaitu akan membagi data menjadi berbentuk frame. 

Setelah itu akan menuju physical layer, data akan dikirimkan melalui perantara jaringan ke penerima.

Untuk langkah terakhir, alur pengiriman data akan berganti dari physical layer menuju application layer.

Kesimpulan

OSI layer adalah sebuah standar konseptual jaringan yang membuat kita akhirnya dapat berkomunikasi satu sama lain.

Selain itu, OSI juga bermanfaat untuk mendeteksi masalah jaringan yang terjadi.

Masalah jaringan dapat diketahui jika menerapkan pengecekan di tiap-tiap layer.

Dengan begitu, kita bisa menghemat waktu untuk dapat menyelesaikan masalah jaringan yang ada.

Oh iya, jika Anda adalah pemilik website yang ingin menjaga keamanan website, silakan memasang sertifikat SSL dari Gudang SSL.

Perlu Anda ketahui, bahwa protokol SSL juga terdapat presentation layer, yang mana itu akan membantu mengenkripsi data pengguna dan client dari serangan siber.

Selain itu, Gudang SSL menyediakan beragam jenis SSL dengan harga yang terjangkau.

GudPeople, itulah pembahasan mengenai OSI layer yang dapat menambah wawasan Anda seputar jaringan komputer.

Perbedaan IPv4 dan IPv6, Kelebihan dan Kekurangannya

Anda belum mengetahui perbedaan IPv4 dan IPv6? Jika Anda memiliki hobi di bidang jaringan internet, pasti Anda sering menjumpai istilah IP, entah itu IPv4...
Jordy Prayoga
3 min read