Nadia Agatha Penerjemah dan Mahasiswa S2 tingkat akhir. Ia menggemari diskusi berbagai topik sekaligus menuliskan ide-idenya melalui media microblog.

10+ Skill Wajib Front-End Developer dan Caranya Mendapatkan Penghasilan

3 min read

skill wajib front end developer

Menjadi front-end developer kini menjadi dambaan banyak orang. Untuk dapat bersaing dengan banyaknya front-end developer di luar sana, kami akan memberikan tipsnya!

Ada banyak skill praktik yang harus Anda kuasai sekaligus soft-skillnya agar value yang dimiliki dapat dihargai tinggi oleh calon perekrut.

Namun, sebelum membahas skill apa saja yang diperlukan front-end developer, mari cari tahu dulu definisi dari developer yang satu ini.

Definisi Apa Itu Front-End Developer

Front-end developer adalah orang yang menggarap bagian depan dari sebuah situs atau aplikasi.

Ini artinya, front-end developer bertanggung jawab atas tampilan suatu website atau aplikasi sekaligus memastikan fungsionalitasnya.

Front-end developer bekerja dekat dengan UI/UX designer agar website atau aplikasi yang nantinya dibuat tetap berfungsi dengan baik.

Berarti seorang front-end developer harus tidak hanya mempunyai hard-skill yang mumpuni, tapi juga soft-skill yang memadai agar dapat bekerja tim dengan baik.

Oh tidak lupa juga, Anda bisa bekerja di rumah tentunya dengan perangkat yang memadai.

Tidak perlu jauh-jauh, cukup baca artikel kami mengenai Rekomendasi Laptop untuk Developer dan Programer untuk mendukung performa Anda.

Skill yang Perlu Dimiliki Oleh Front-end Developer

javascript jquery
Photo by Greg Rakozy on Unsplash

Sebelumnya sudah disinggung sedikit bahwa seorang front-end developer memerlukan hard-skill sekaligus soft-skill yang memadai.

Berikut ini adalah daftar skill yang diperlukan agar dapat menjadi seorang developer yang memiliki value tinggi.

1. Menguasai HTML dan CSS

Ini sangatlah penting. Memahami HTML maupun CSS menjadi sebuah pondasi penting agar mudah melaksanakan task Anda.

Nah, ia harus menguasai HTML (akronim dari Hyper Text Markup Language) karena ini berfungsi untuk menampilkan website yang dibuat ke internet agar dapat dilihat oleh pengunjung.

Sedangkan CSS adalah singkatan dari Cascading Style Sheets. Fungsi CSS adalah memudahkan Anda dalam mengubah tampilan website atau aplikasi yang sedang dibuat.

Untuk mempelajari keduanya, Anda bisa mengandalkan course online yang tersedia di luar sana seperti StackOverflow, Udemy, W3School dan lainnya.

2. Kuasai JS (JavaScript)

JavaScript yang sering disingkat juga dengan JS juga harus Anda kuasai sebagaimana JavaScript berfungsi untuk menambahkan fungsionalitas website.

Dengan JS, Anda bisa membuat website yang lebih responsif, dapat dikontrol dan fungsional tanpa mengorbankan pengalaman pengguna.

3. Pahami jQuery

jQuery merupakan library dari JavaScript. jQuery memiliki banyak sekali plugin dan ekstensi yang dapat memudahkan Anda dalam mengeksplorasi kegunaan JavaScript.

Jadi, alih-alin membuat semuanya dari nol, Anda bisa meringkasnya dengan mendapatkan elemen tersebut dari jQuery dan mengustomisasinya sesuai keinginan.

4. Menguasai JS Framework

Kegunaan dari JS framework ini adalah untuk mempermudah task Anda saat membangun website.

Ada banyak sekali framework JS yang tersedia. Nah, untuk memilih manakah yang paling tepat, tentu Anda harus mengetahui yang dibutuhkan.

Beberapa contoh dari framework ini ada Bootstrap, Angular, React, Ember, Backbone, dan lainnya.

Ada sedikit bocoran untuk GudPeople, jika Anda mempelajari React, Anda bisa dihargai lebih tinggi daripada pendapatan rata-rata seorang front-end developer, loh!

5. Familiar dengan REST API

Guna dari memahami RESTful service dan API service ini agar komunikasi antar aplikasi atau website menjadi lebih mudah.

Memang sebetulnya hal ini sangat bernuansa teknis, tapi untuk mengkonfigurasikannya bisa dibilang mudah ketika sudah memahaminya.

6. Bisa Menggunakan CMS

CMS adalah singkatan dari Content Management System yang berarti sebuah platform untuk mengelola konten.

CMS ada berbagai ragam dari yang mudah digunakan seperti WordPress atau yang agak lebih kompleks Joomla.

Banyak sekali website yang dibangun berbasis CMS, jadi akan sangat menguntungkan apa bila Anda menguasainya juga.

7. Familiar dengan Testing/Debugging

Mengetahui cara testing/debugging akan membuat Anda lebih siap ketika dihadapkan dengan permasalahan saat membuat website atau aplikasi.

Untuk itu, lakukanlah testing untuk menemukan bug yang mengganggu dan lancarkan aksi debugging untuk menghilangkannya.

8. Ketahui Cara Menggunakan Version Control System

Menggunakan keduanya begitu penting. Untuk mengetahui seberapa pentingnya, maka ketahui fungsi keduanya.

Version Control System berguna untuk mengontrol atau men-tracking perubahan yang dilakukan saat sedang membuat website atau aplikasi.

Jika ada kesalahan, Anda dapat kembali ke versi sebelum melakukan perubahan tertentu.

Nah, Git adalah salah satu version control management system yang cukup luas digunakan dan Anda pun bisa mempelajarinya dengan mudah.

9. Membuat Desain Mobile Responsif

Kini banyak sekali orang yang mengakses dari perangkat mobile. Oleh karena itu, menguasai cara membuat desain responsif juga menjadi sebuah keharusan.

Biasanya karena masalah dimensi perangkat, font dan lainnya, tampilan website dari mobile akan berbeda dengan tampilan website dari desktop.

Maka dari itu seorang front-end developer juga harus paha cara membuat tampilan menjadi responsive via mobile.

10. Kuasai Cross-browser Development

Cross-browser development adalah skill lain yang harus Anda miliki. Perlu dipahami bahwa browser kadang dapat menghasilkan interpretasi kode yang berbeda.

Agar website yang dibangun tetap bisa dibaca oleh berbagai macam browser, Anda harus mengetahui tentang cross-browser development ini.

11. Kerja Tim

Sementara di atas sudah membahas berbagai hard-skill seorang front-end developer, saatnya membahas soft skill-nya.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, front-end developer juga berkerja sama dengan UI/UX designer.

Jadi, harus memiliki kemampuan kooperatif dengan baik.

12. Komunikasi

Komunikasi adalah kunci. Ini memang betul, Anda harus bisa mengkomunikasikan pemikiran Anda dengan baik agar kinerjanya tidak terhalang karena miskomunikasi.

13. Problem-solving

Di atas sedikit dibahas di mana Anda harus bisa melakukan testing sekaligus debugging. Itu adalah sebagian kecil dari kemampuan problem solving.

Dengan kemampuan problem-solving yang memadai, Anda akan lebih mudah menyelesaikan masalah saat membuat website.

Cara Mendapatkan Uang dengan Menjadi Front-end Dev

cara menjadi web dev
Photo by Becomes Co on Unsplash

Nah, setelah Anda mengetahui skill apa saja yang harus Anda miliki, saatnya memahami cara mencari penghasilan dengan menjadi front-end dev:

  • Buat portofolio – bisa membuat website sendiri atau menawarkan jasa dengan harga murah jangan lupa tetap pasang sertifikat SSL.
  • Daftarkan diri ke platform freelance – cari penghasilan melalui platform freelancer terpercaya.
  • Buat profil LinkedIn – siapa tahu Anda akan mendapat penawaran pekerjaan atau bahkan proyek.
  • Cari pelanggan – idenya seperti menjemput bola, hal ini juga tidak salah untuk dilakukan.
  • Buat media sosial – beritahu kepada dunia bahwa Anda ada dan pamerkan juga hasil pekerjaan atau proyek yang sudah diselesaikan.

Cukup mudah bukan?

Penutup

Sudah siap memulai karir Anda sebagai front-end dev? Bagus! Mari upgrade skill dan tunjukkan haasil kerja Anda dan jangan lupa ya, GudPeople. Pilih SSL murah dari Gudang SSL agar website yang dibuat lebih terpercaya dan aman untuk dikunjungi.

Sampai jumpa di artikel berikutnya!

Nadia Agatha Penerjemah dan Mahasiswa S2 tingkat akhir. Ia menggemari diskusi berbagai topik sekaligus menuliskan ide-idenya melalui media microblog.

Leave a Reply

Your email address will not be published.