Nadia Agatha Penerjemah dan Mahasiswa S2 tingkat akhir. Ia menggemari diskusi berbagai topik sekaligus menuliskan ide-idenya melalui media microblog.

Cara Mengatasi Website Error 404: Not Found

2 min read

apa itu error 404

Kadang saat Anda mengunjungi suatu website, ternyata halaman browser memunculkan Error 404: Not Found.

Lalu, apa itu Error 404 sebenarnya? Apakah ini berbahaya?

Di artikel ini kami akan menjelaskan tentang apa itu Error 404 dan cara mengatasinya.

Untuk itu, simak terus pembahasan kami kali ini.

Apa Itu Error 404: Not Found?

halaman 404 pixar

Bila dibandingkan dengan error-error yang lain, jenis yang satu ini memang lebih mudah untuk dikendalikan.

Tapi, apakah ini berarti GudPeople bisa lebih bersantai dalam menghadapi error ini?

Kami rasa tidak. 404 Not Found menunjukkan bahwa server asal tidak dapat menemukan apa yang diminta.

Jadi, ketika Anda atau pengunjung ingin membuka website Anda, browser mengirimkan permintaan ke web server dan menerima datanya kembali.

Data tersebut termasuk HTTP header. Ini berisi HTTP status code yang berfungsi untuk mendefinisikan apa yang terjadi pada permintaan yang dikirimkan.

Anda biasanya tidak akan melihat status code HTTP jika permintaan tidak ada masalah.

Tapi, Anda akan melihat pesan dengan HTTP status code pada browser saat ada masalah atau error seperti Error 404 Not Found.

Sebagai contoh, saat Anda ingin membuka namadomain.com/nama-halaman tetapi website tersebut ternyata tidak memiliki nama-halaman, maka nantinya akan muncul pesan Error 404: Not Found.

Jadi walaupun server bekerja dengan baik, begitupun koneksi dan browser Anda, halaman atau request yang diminta ternyata tidak ada.

Sehingga muncul pesan 404 pada browser.

Apa Saja Penyebab Error 404 Not Found?

Adanya 404 bisa saja karena munculnya masalah atau isu pada permalink situs WordPress Anda.

Jika error ini ditemukan hanya pada suatu konten saja, ini mungkin karena Anda mengganti slug konten tanpa melakukan setting redirect.

Tapi, tidak selalu karena hal teknis masalah ini muncul. Kadang, ada pengunjung yang salah memasukkan domain atau URL Anda sehingga halaman 404 ini muncul.

Oh iya, Anda juga bisa membuat halaman 404 Anda sendiri, loh GudPeople.

Dengan bantuan plugin 404page, Anda bisa membuat halaman 404 dan melengkapinya dengan search box, link penting dan juga kontak yang bisa dihubungi.

Cara Memonitor Error 404

Katakanlah Anda seorang pemilik website, dan website Anda tidak hanya satu.

Halamannya pun banyak sekali sehingga tidak mungkin Anda akan mengeceknya satu per satu.

Nah, untuk itu, kami akan memberikan metode-metode untuk memonitor 404 Not Found sehingga Anda dapat menemukan broken link, halaman yang susah di-crawl oleh Google, dan troubleshoot performa website dengan error 404.

Metode 1: Gunakan Google Analytics

Google Analytics memiliki fitur custom report yang memungkinkan Anda untuk men-setup laporan jika ada 404 dari link eksternal.

Metode 2: Menggunakan Google Search Console

Gunakan Google Search Console untuk mencari error 404 yang ditemukan oleh Google crawler.

Cara untuk menemukan halaman 404 adalah dengan masuk ke Crawl > Crawl Errors > Not Found.

Metode 3: Tool Audit dari Pihak Ketiga

Anda juga dapat menggunakan tool seperti Ahrefs untuk memonitor 404 yang ada pada website WordPress, bahkan dapat melakukannya secara berkala dengan fitur penjadwalan.

Metode 4: Menggunakan Plugin WordPress

Terakhir, Anda dapat menginstal plugin Redirection plugin dari WordPress untuk memonitor error 404 dari dashboard.

Nah, berikut tadi adalah cara untuk memonitor halaman 404 di website WordPress Anda.

Jika Anda menemukan halaman yang error, kami akan memberitahukan cara untuk mengatasinya.

Cara Mengatasi Error 404 Not Found di WordPress

Mungkin kalau 404 ini muncul karena pengunjung salah memasukkan URL, tidak akan menjadi suatu masalah untuk keberlangsungan situs Anda.

Jika Error 404 karena broken link dan hal tersebut malah dibiarkan, bukan tidak mungkin kalau ini akan menimbulkan efek yang buruk bagi website Anda kedepannya.

Broken link atau link yang rusak akan menghalau Google untuk crawling halaman website Anda dengan maksimal.

Kalau hal tersebut terjadi, nantinya performa SEO Anda akan merosot.

Maka dari itu, segeralah untuk membenahi Error 404 dari website yang sedang dikelola.

Berikut ini adalah cara-caranya:

1. Update Permalink Situs Anda

Jika error 404 muncul pada konten Anda, mungkin masalah tersebut terjadi pada bagian permalink.

Atau jika menggunakan Apache, kemungkinan permasalahannya pada file .htaccess.

Bila Anda menggunakan Nginx, maka permasalahan .htaccess dapat Anda kesampingkan.

Ada cara termudah untuk menyelesaikan masalah permalink, yaitu melalui dashboard WordPress > Settings > Permalinks lalu klik Save Changes tanpa perlu merubah apapun.

2. Rename Konten Anda

Jika mengalami error ini pada konten tertentu saja, kemungkinan masalahnya adalah Anda telah mengganti slug URL konten tersebut atau memindahkan konten tersebut secara manual (menghapus postingan lama dan mempastenya ke post baru.)

Cara yang tepat untuk menyelesaikan masalah di atas adalah me-redirect pengunjung dari lokasi lama ke yang baru.

Jika memindahkan atau me-rename sebuah postingan tanpa menambahkan redirect, Anda akan kehilangan seluruh domain authority yang ada pada backlink yang ditujukan ke postingan tersebut.

Anda dapat menggunakan Redirection plugin yang sebelumnya sudah disebutkan sebelumnya.

Nah, untuk menggunakannya Anda dapat masuk ke menu Tools > Redirection dan memasukkan URL halaman 404 pada kolom Source URL dan lokasi baru pada kolom Target URL.

Cukup mudah bukan untuk menyelesaikan masalah 404?

Kesimpulan

Error 404 bisa diatasi dengan mudah, namun Anda membutuhkan ketelatenan dalam me-maintain website WordPress.

Tapi, hal tersebut bukan lah menjadi suatu masalah ketika Anda tahu cara menyelesaikan Eror 404.

Melalui artikel ini, Anda sudah mengetahui apa itu 404 dan juga cara mengatasi error 404 dalam metode-metode yang mudah.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk GudPeople dan jangan lupa tingkatkan juga keamanan website Anda dengan SSL murah dari Gudang SSL, ya.

Nadia Agatha Penerjemah dan Mahasiswa S2 tingkat akhir. Ia menggemari diskusi berbagai topik sekaligus menuliskan ide-idenya melalui media microblog.

Leave a Reply

Your email address will not be published.