Enkripsi: Pengertian, Jenis, dan Fungsinya

3 min read

Pasti Anda sudah sering mendengar apa itu enkripsi, enkripsi adalah sebuah metode yang membuat semua informasi dapat tetap aman.

Namun, enkripsi tidak hanya sebatas itu, melainkan masih ada beberapa jenis dan fungsinya yang berbeda-beda dalam mengamankan informasi.

Baca artikel berikut ini agar dapat memahami keseluruhan mengenai enkripsi.

Apa Itu Enkripsi?

Enkripsi adalah metode yang digunakan untuk mengacak informasi penting menjadi kode rahasia.

Proses pengacakan ini menggunakan algoritma, sehingga informasi yang dikirimkan nantinya hanya akan bisa dibuka menggunakan password yang telah diatur.

Ketika informasi itu diakses secara paksa dengan diretas, para peretas hanya akan melihat kumpulan huruf dan simbol yang sudah teracak.

Enkripsi sendiri merupakan kata yang berasal dari bahasa Yunani “kryptos” yang berarti tersembunyi/rahasia.

Metode enkripsi menggunakan kunci kriptografi, yakni serangkaian karakter yang dipakai dalam algoritma dan berfungsi membuatnya terlihat acak.

Pesan yang belum dienkripsi disebut dengan plain text, sedangkan pesan yang sudah terenkripsi dikenal dengan ciphertext.

Meskipun pesan yang dienkripsi terlihat acak, pengacakannya pun berjalan dengan logis, dapat diprediksi, dan orang yang memiliki kode yang tepat dapat mengembalikannya menjadi plain text.

Enkripsi yang benar-benar aman adalah dengan menggunakan kode yang rumit sehingga pihak ketiga tidak dapat menebak kode tersebut.

Jika masih ada orang yang tidak menganggap enkripsi itu penting, coba bayangkan betapa bahayanya jika data pribadi dapat diakses oleh banyak orang dengan mudah.

Terlebih lagi sebuah perusahaan yang memiliki data karyawan berupa foto, nomor telepon, nomor pajak, dan lain-lain.

Maka dari itu untuk membatasi siapa saja yang diizinkan mengaksesnya, diperlukan enkripsi.

Lagipula, enkripsi juga sudah muncul sejak lama.

Para Yunani kuno menggunakan scytale untuk mengamankan pesan, kemudian pada PD II, Jerman menggunakan mesin Enigma.

Website pun sebenarnya juga menggunakan enkripsi untuk dapat mengamankan data pengguna dengan SSL.

Sehingga para pengunjung website yang mengirimkan informasi pribadi tidak perlu khawatir karena website sudah aman.

Sebaliknya, jika sebuah belum memiliki SSL akan membahayakan data pengguna yang dikirimkan.

Ketika sebuah website sudah memiliki SSL, nantinya alamat protokol akan berubah dari HTTP menjadi HTTPS

Namun, jika Anda menginginkan SSL murah berkualitas, Gudang SSL menyediakan lengkap untuk Anda.

Cara Kerja Enkripsi

Semua data yang dianggap penting dan belum dienkripsi disebut dengan plain text, kemudian ketika sudah dienkripsi maka disebut ciphertext.

Nah, untuk membaca data tersebut harus menggunakan akses kunci algoritma khusus yang unik.

Proses membaca data dengan kunci ‘khusus’ ini disebut dengan mendekripsi (decrypt).

Nah, cara kerja tersebut dikelompokkan dalam dua jenis enkripsi seperti di bawah ini:

Baca Juga : Rekomendasi Password Manager Terbaik yang Layak Dicoba

Jenis Enkripsi

Enkripsi adalah metode keamanan yang sangat ideal untuk mengamankan data-data pribadi. Secara umum, ada dua jenis yaitu Simetris dan Asimetris, berikut penjelasannya:

1. Enkripsi Simetris

enkripsi simetris

Untuk jenis simetris ini hanyalah menggunakan satu kunci saja (private key) untuk mengenkripsi dan mendekripsi pesan.

Dan kedua pihak yang berkomunikasi hanya menggunakan satu kunci/kode yang sama.

Misalnya X mengirimkan pesan kepada orang lain menggunakan private key (cipher text), maka orang yang dikirimi pesan akan dapat membaca pesan tersebut dengan mendekripsi pesan (ciphertext) menjadi plain text.

Dengan syarat orang yang dikirimi pesan harus memiliki salinan private key tersebut.

2. Enkripsi Asimetris

Sedangkan asimetris yaitu metode enkripsi menggunakan dua kunci yang berbeda.

Public key yang bisa dibagikan kepada banyak orang.

Misalnya X mengirimkan pesan kepada orang lain dan mengenkripsinya menggunakan public key, agar penerima bisa membacanya maka harus menggunakan private key.

Dalam kasus tadi, public key di sini berguna untuk mengenkripsi ke ciphertext, sedangkan private key berguna untuk mendekripsi kembali menjadi plain text.

Umumnya enkripsi jenis ini digunakan pada TLS/SSL website.

Selain itu, pada aplikasi chatting seperti WhatsApp juga menggunakan enkripsi yang bernama end-to-end.

End-to-end memungkinakan setiap pesan yang dikirimkan akan hanya bisa dibaca oleh penerima.

Setiap pesan juga memiliki kunci yang berbeda-beda ketika dikirimkan. Dan semua itu terjadi dan berjalan secara otomatis.

Bagi orang yang sering menggunakan media untuk bertukar informasi di internet sebaiknya memilih aplikasi yang benar-benar aman.

Mengingat serangan siber selalu menjadi ancaman yang semakin lama semakin berbahaya.

Baca Juga : Spyware Pegasus : Pengertian, Cara Kerja dan Mengatasinya

Fungsi Enkripsi

Semakin banyak orang yang menggunakan internet, semakin banyak pula data milik orang-orang yang mungkin dapat bisa terekspos secara bebas.

Lantas untuk mengatasi hal tersebut diperlukan enkripsi agar keamanan data terlindungi, tetapi apakah hanya itu fungsinya?

Berikut beberapa fungsi dan pentingnya enkripsi:

1. Menjaga Privasi Pengguna

Semua orang berhak atas privasinya, tak terlepas juga ketika saat terhubung di internet.

Namun, penjahat siber seringkali dapat menerobos keamanan dan privasi orang.

Maka dari itu, enkripsi diperlukan untuk mengatasi hal itu.

Data pribadi yang dimaksud seperti password, PIN, obrolan di aplikasi chatting, foto, video, dan hal privasi lainnya.

Selain itu, penyadapan juga termasuk menyalahi hak privasi orang lain.

Peran enkripsi tentu sangat penting dalam hal keamanan pengguna.

2. Digital Signature

Fungsi lain dari enkripsi adalah mengamankan digital signature pada suatu karya elektronik dan menandakan bahwa karya tersebut adalah asli.

Jika digital signature dapat diubah dengan bebas, maka akan sangat rawan untuk terjadi pembajakan karya.

Di dalam digital signature sendiri terdapat public dan private key yang dikeluarkan khusus oleh sebuah badan bernama CA (Certification Authority).

Isi daripada digital signature tidak akan bisa diubah oleh pihak ketiga kecuali oleh orang yang sudah terikat kontrak.

Kesimpulan

Enkripsi adalah hal yang sangat tepat untuk membantu mengamankan semua keamanan pengguna.

Walaupun mungkin masih ada penjahat siber yang dapat menerobosnya, setidaknya mereka butuh waktu untuk melakukannya.

Hal ini masih jauh lebih baik daripada tidak menggunakan enkripsi sama sekali.

Bayangkan Anda memiliki rumah yang dipenuhi barang-barang berharga, tetapi pintu tersebut jarang Anda kunci, hal itu akan memudahkan pencuri mengambil barang berharga Anda.

Itulah analogi sederhana ketika Anda tidak mengenkripsi data-data Anda.

Jika Anda belum mengenkripsi data-data Anda, segera amankan dan jangan sepelekan betapa bahayanya serangan siber di dunia internet.

Terima kasih sudah membaca artikel ini ya, Gudpeople.

Perbedaan IPv4 dan IPv6, Kelebihan dan Kekurangannya

Anda belum mengetahui perbedaan IPv4 dan IPv6? Jika Anda memiliki hobi di bidang jaringan internet, pasti Anda sering menjumpai istilah IP, entah itu IPv4...
Jordy Prayoga
3 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *