Email Marketing: Pengertian dan Strategi Menjalankannya

3 min read

email marketing adalah

Dalam dunia komunikasi digital, email merupakan salah satu metode tertua yang ada. 

Walau begitu, hingga saat ini, email masih menjadi salah satu media komunikasi yang ampuh dan efektif digunakan untuk mempererat hubungan suatu brand dengan konsumen. 

Hubungan erat ini ternyata mampu menghasilkan ROI (Return of Investment) yang cukup tinggi. 

Menurut data dari situs Litmus, email marketing mampu menghasilkan ROI sebesar 3600%. 

Atau dengan kata lain, email marketing mampu menghasilkan keuntungan sebesar $36 dari setiap $1 yang dikeluarkan oleh brand sebagai modal dalam menjalankan strategi promosi ini. 

Apa yang membuat email marketing begitu menguntungkan saat diterapkan dengan baik?

Berikut kami paparkan penjelasannya!

Apa yang Dimaksud dengan Email Marketing?

Email marketing adalah kegiatan promosi yang dilaksanakan melalui email dengan mengirimkan pesan komersial dalam skala besar kepada konsumen. 

Pesan komersial berisi informasi produk, penawaran spesial, pemberitahuan event yang akan datang, dan lain sebagainya. 

Tujuan dari pelaksanaan email marketing adalah untuk mempererat hubungan antara brand dengan konsumen dan calon konsumen menggunakan pendekatan yang lebih personal. 

Sehingga, terjadilah pembelian atau terbentuklah kategori konsumen prospek (lead generations) baru. 

Email marketing sendiri merupakan salah satu strategi yang dianggap paling efektif jika dibandingkan dengan media sosial, SEO, dan affiliate marketing. 

Mengapa bisa begitu? 

Di tengah berbagai strategi marketing kontemporer, email marketing memberikan kesempatan bagi brand untuk terkoneksi langsung dengan target audiens, tanpa perlu beradu dengan berbagai macam algoritma. 

Konten di dalamnya pun bisa Anda sesuaikan dengan personality masing-masing kelompok target audiens sehingga lebih dapat menyentuh sisi emosional konsumen untuk melakukan pembelian. 

Email marketing juga memberikan kesempatan bagi target audiens untuk membaca email yang memang mereka inginkan.

Sehingga, memang ada motivasi khusus untuk melihat isi email yang dikirimkan. 

Bukan hanya melihat banner iklan secara sepintas atau pop-ups random saat menjelajah internet.

Email marketing sendiri pertama kali diluncurkan pada tahun 1978 dan langsung menghasilkan konversi penjualan sebesar 13 juta dollar.  

Dan walaupun banyak dekade telah berlalu, saat ini email marketing masih tetap menjadi salah satu promosi yang relevan dan efektif. 

Jenis-Jenis Email Marketing

email marketing adalah

Ada banyak jenis email marketing yang dapat Anda gunakan sesuai dengan kebutuhan. 

Jenis-jenis email ini dikelompokkan dalam dua kategori yaitu rational emails dan transactional emails

1. Rational Emails

Rational emails merupakan email yang digunakan untuk menjaga hubungan baik antara brand Anda dengan konsumen. 

Contoh dari rational emails adalah newsletter rutin, hadiah kejutan, dan update produk-produk terbaru. 

2. Transactional Emails

Sementara itu, transactional emails merupakan email yang bersifat administratif dan biasanya dikirimkan untuk menindaklanjuti aktivitas yang dilakukan pelanggan di dalam situs Anda. 

Contohnya adalah email konfirmasi pembuatan akun, email sambutan selamat bergabung, email konfirmasi order, email konfirmasi pembayaran, email konfirmasi perubahan informasi pribadi, dan email konfirmasi perubahan regulasi. 

Tahapan Menjalankan Email Marketing

Berikut tahapan-tahapan dalam menjalankan email marketing:

1. Menentukan Goals 

Hal pertama yang harus Anda lakukan saat memulai strategi marketing apapun, tak terkecuali email marketing, adalah menentukan tujuan yang ingin dicapai. 

Tujuan ini digunakan sebagai pedamoan dalam pengambilan keputusan kedepannya. 

Nah, pada umumnya, email marketing dilaksanakan dengan tujuan untuk:

  • menyambut konsumen baru,
  • meningkatkan keterlibatan konsumen dalam penentuan arah perkembangan brand,
  • menjaga hubungan dengan konsumen loyal, 
  • menjaga hubungan dengan konsumen non-aktif,
  • dan mengelompokkan lead generations. 

2. Memilih Tools Email Marketing Terbaik

Untuk menjalankan email marketing, Anda tidak bisa menggunakan layanan email gratis seperti Gmail dan Yahoo.

Sebab dalam pelaksanaannya, akan ada ratusan hingga ribuan email marketing yang harus dikirim setiap harinya.  

Sangat tidak mungkin bagi Anda untuk memilah dan mengirim ribuan email tersebut secara manual setiap harinya.

Oleh karena itu, Anda membutuhkan tools marketing terbaik yang paling sesuai dengan kebutuhan. 

Ada berbagai macam tools marketing yang bisa Anda pilih, seperti:

  • OptinMonster 
  • Sumo
  • Mailchimp
  • MailToGo

3. Menentukan Target Audiens

Agar email tepat sasaran dan mampu menarik perhatian penerimanya, Anda perlu memperhatikan siapa target audiensnya. 

Untuk menentukan target audiens, Anda perlu membangun email list (daftar email beserta data diri dari target audiens). 

4. Membuat Konten Email 

email marketing adalah

Setelah menentukan kelompok target audiens, Anda perlu membuat konten menarik yang sesuai dengan kriteria masing-masing kelompok. 

Pastikan konten yang Anda siapkan bersifat objektif, jelas, dan persuasif, namun bukan email yang click-bait (antara judul email dan isi tidak sesuai). 

Kemudian gunakan desain yang menarik dengan memperhatikan tata letak tulisan, gambar, juga komposisi warna yang digunakan.  

Untuk menarik perhatian target audiens yang dituju dan mengarahkan mereka untuk melakukan pembelian, jangan lupa untuk mencantumkan:

  • Mencantumkan penawaran spesial,
  • Mencantumkan CTA (Call to Action),
  • Menyiapkan Landing Page Khusus untuk CTA dari email marketing. 

Oh iya, perlu Anda ketahui juga jika sebanyak 50% konsumen membuka email marketing melalui ponsel pintar mereka. 

Maka dari itu, desain konten email Anda harus mobile friendly agar informasi sampai kepada konsumen dengan tampilan yang apik dan utuh. 

5. Melakukan A/B Testing

Sebelum mengirimkan email blast secara besar-besaran, ada baiknya Anda melakukan A/B testing terlebih dahulu. 

Analisa mana konten yang mendapatkan respon lebih baik dari target audiens. 

Jadikan, hasil analisis tersebut sebagai konten terpilih, acuan hasil yang diharapkan, dan tindakan apa yang akan dilakukan selanjutnya. 

6. Membuat Email Blast

Setelah konten pilihan siap, gunakan tools terbaik yang telah Anda pilih untuk membuat email blast sesuai dengan segmentasi target audiens yang telah dibuat. 

Email blast merupakan kegiatan untuk mengirim email dalam jumlah ratusan hingga ribuan dalam satu waktu. 

Email blast akan dilakukan secara otomatis oleh tools email marketing. 

Jika takut tenggat waktu yang sudah ditentukan untuk mengirimkan email blast terlewat, 

Anda bisa menjadwalkannya terlebih dahulu. 

Setelah email blast dilakukan, jangan lupa selalu memantau performa email marketing yang Anda kirimkan. 

Tips Agar Email tidak Masuk Spam

email marketing adalah

Jika tidak dijalankan dengan strategi yang tepat, alih-alih mendapatkan ROI maksimal, email Anda bisa jadi malah masuk ke keranjang spam konsumen. 

Agar hal ini tidak terjadi, Anda bisa mengikuti strategi berikut ini:

  • tidak menggunakan huruf kapital pada email,
  • subjek (judul) harus relevan dengan isi email,
  • menyediakan CTA untuk berhenti berlangganan email,
  • menghindari kata atau frasa yang diasosiasikan dengan spam, seperti gratis, murah, 100% free, 100% satisfied, 50% off, best price, cash bonus, dan lain-lain. 
  • tidak mencantumkan lebih dari satu lampiran,
  • mengatur sistem autentikasi email,
  • menggunakan email hosting terpercaya. 

Penutup

Email marketing adalah salah satu strategi marketing yang ampuh dan efektif untuk menjaga hubungan baik dengan konsumen loyal dan mendapatkan konsumen baru.

Bahkan konsumen yang sudah lama tidak melakukan pembelian pun dapat kembali tergerak hatinya untuk melihat dan membeli produk atau jasa dari brand Anda setelah menerima email marketing. 

Selain email marketing, Anda juga dapat membuat bisnis semakin maju dengan memiliki sebuah website profesional atau situs toko online yang terjamin keamanannya. 

Untuk menjamin keamanan website dan toko online, Anda dapat memasang sertifikat SSL yang dikolaborasikan dengan Code Signing dan Digital Signature. 

Sampai jumpa pada artikel berikutnya!