Nadia Agatha Penerjemah dan Mahasiswa S2 tingkat akhir. Ia menggemari diskusi berbagai topik sekaligus menuliskan ide-idenya melalui media microblog.

Divi vs Elementor: Manakah yang Terbaik?

3 min read

featured image divi vs elementor

Membangun website dari nol bukan perkara mudah terlebih jika GudPeople tidak memiliki pengetahuan dasar tentang pemrograman.

Untungnya, ada web builder yang dapat meringankan beban Anda dalam membangun website.

Ada dua web builder yang selama ini jadi perbincangan yaitu Divi dan Elementor.

Keduanya sama-sama memungkinkan Anda untuk membuat website tanpa harus memiliki kemampuan teknis.

Keduanya pun juga memiliki kelebihannya masing-masing. Untuk itu, kami akan membahas perbandingan Divi vs Elementor di artikel kali ini.

Divi vs Elementor: Fitur

website elementor
Website Elementor

Mungkin fitur utama yang ditawarkan Divi maupun Elementor bisa dikatakan sama, seperti antarmuka drag-and-drop, dukungan data dinamis, dan mendukung theme-building secara keseluruhan.

Namun, tiap builder memiliki fitur menonjol lainnya yang membedakan Divi dengan Elementor.

Jika menggunakan Divi, Anda akan dapat memanfaatkan fitur A/B testing. Fitur ini sangat berguna untuk urusan marketing.

Contohnya, jika Anda menawarkan suatu produk, Anda akan mengetahui tombol CTA mana yang lebih menarik bagi pengunjung.

Selain itu, Divi juga memiliki fitur contact form module. Anda dapat mengkustomisasinya semenarik mungkin.

Form module Divi pun memiliki conditional logic, yang mana hal ini memungkinkan Anda untuk membuat keputusan berdasarkan kondisi atau tindakan yang terjadi secara otomatis.

Biasanya plugin formulir pihak ketiga lah yang memiliki fitur ini. Jika Anda enggan menggunakan plugin form dari pihak ketiga, maka fitur ini akan sangat membantu.

Namun, jika Anda menggunakan Elementor bahkan yang pro sekalipun, Anda tidak akan menemukan fitur ini.

Meski begitu, Elementor pro juga memiliki keunggulan dalam hal fitur. Fitur tersebut bernama Popup Builder.

Anda dapat membuat berbagai macam popup dan memunculkannya di bagian manapun yang Anda mau.

Dengan popup builder ini, Anda bisa membuat berbagai macam jenis popup dan menggunakan trigger popup seperti scroll depth dan time on site.

Sedangkan untuk Divi, jika ingin membuat popup, Anda harus menambahkan bantuan plugin dari pihak ketiga.

Divi vs Elementor: Performa

Performa merupakan hal yang patut dijadikan pertimbangan untuk memilih web builder mana yang lebih baik.

Bisa dibilang perbedaan performa Divi dengan Elementor tidak terlalu jauh.

Ukuran halaman Divi memang sedikit lebih besar bila dibandingkan dengan Elementor.

Divi memiliki ukuran 339kb sedangkan Elementor memiliki ukuran 327kb untuk ukuran websitenya.

Hal tersebut memengaruhi kecepatan loading masing-masing website yang menggunakan builder-builder tersebut.

Divi yang sedikit lebih berat dari Elementor membutuhkan sekitar 4,2 detik untuk memuat seluruh halamannya.

Sedangkan Elementor hanya membutuhkan sekitar 3,6 detik untuk loading seluruh halaman website.

Namun, jika Anda mengoptimasi website yang dibangun dengan Divi, waktu loading akan dapat dipersingkat menjadi 3,2 detik saja dan untuk Elementor menjadi 2,5 detik.

Jadi urusan performa, bisa dibilang Elementor lebih ringan dan unggul dibanding Divi.

Namun, kecepatan loading Divi masih bisa di bawah 4 detik bila Anda mengoptimasi websitenya.

Baca juga: Rekomendasi Password Manager Terbaik yang Layak Dicoba

Divi vs Elementor: Ketersediaan Template

website Divi
Website Divi

Tentunya ketersediaan template juga menjadi faktor lain yang penting selain mempertimbangkan performa dan juga fitur yang disediakan.

Kedua web builder ini sama-sama menyediakan layout template yang bisa Anda modifikasi sesuai keinginan.

Pertama-tama, mari bahas dari sisi Divi. Web builder ini memiliki lebih dari 1,500 template yang terbagi dalam 199 layout pack.

Layout pack ini umumnya berisi berbagai template, misal dalam satu pack Anda akan mendapatkan template untuk homepage, form, contact page dan lainnya.

Divi, selain menyediakan template yang begitu banyak, juga memungkinkan Anda untuk menyimpan desain web Anda sendiri sebagai template.

Sedangkan Elementor menyediakan dua jenis template, yaitu page dan blocks.

Dari kedua jenis template tersebut, ada sekitar 200 template yang terbagi ke dalam 25 template kits.

Walau Elementor kalah dalam hal banyaknya template, setidaknya Elementor mengeluarkan template baru setiap bulannya.

Divi vs Elementor: Biaya

Faktor biaya menjadi bahan pertimbangan lain bagi GudPeople untuk akhirnya memilih website builder mana yang cocok untuk digunakan.

Jika Anda bertanya web builder mana yang tersedia secara gratis, maka jawabannya adalah Elementor.

Walaupun gratis, Anda tetap bisa membuat website yang powerful dan menarik dengan dibekali widget-widget dasar.

Sedangkan Divi tidak menyediakan versi gratis yang dapat Anda coba.

Untuk yang berbayar, Elementor memiliki Elementor pro yang dibanderol mulai dari 49 USD per tahun untuk satu website dan 199 USD per tahun untuk multiple website (hingga 1,000 website).

Dengan memilih paket pro, Anda akan lebih leluasa dalam menggunakan Elementor sekaligus memanfaatkan fitur-fiturnya.

Nah, Divi membanderol layanannya mulai dari 89 USD per tahun dan untuk multiple websitenya dikenakan biaya paling murah sebesar 89 USD per tahun.

Oh iya GudPeople, Anda juga harus mempertimbangkan lisensi website yang dibangun agar selalu mendapatkan update dan support.

Elementor hanya memberikan lisensi dengan durasi satu tahun, yang berarti Anda harus memperpanjang lisensinya tiap tahun.

Jika Anda tidak memperbarui lisensi Elementor, yang menggunakan widget Elementor Pro tidak akan bisa menggunakannya kembali.

Sedangkan dengan Divi, Anda akan diberikan opsi lifetime license yang dibanderol seharga 249 USD flat.

Dengan opsi ini, Anda tidak perlu repot repot memperbarui lisensi Anda tiap tahun atau takut kelupaan.

Kesimpulan

Setelah membahas perbandingan Divi vs Elementor mulai dari fitur, performa, template dan juga biaya, mungkin GudPeople sudah bisa menentukan web builder mana yang akan dipilih.

Semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Yang penting, Anda cukup bijak untuk menyesuaikannya dengan modal yang dimiliki.

Nah, sebagai pelengkap, Anda harus menambahkan SSL agar website yang dibangun lebih aman dan ramah SEO.

Percayakan keamanan website Anda di Gudang SSL ya, GudPeople!

Sampai bertemu di artikel selanjutnya!

Nadia Agatha Penerjemah dan Mahasiswa S2 tingkat akhir. Ia menggemari diskusi berbagai topik sekaligus menuliskan ide-idenya melalui media microblog.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *