Jordy Prayoga Jordy loves to learn anything about SEO, digital marketing, and content writing on his mission to help people understand in the most simplest way. During his free time, he turns to be a mountain hiker.

Data Breach: Pengertian, Penyebab, dan Cara Menghindarinya

3 min read

DATA BREACH ADALAH

Data breach adalah salah satu bentuk kasus kejahatan siber di era digital seperti sekarang ini.

Tak berbeda jauh dengan kasus kejahatan di dunia nyata, tren kejahatan di dunia online juga sangat merugikan karena yang dibobol adalah sebuah sistem.

Kasus data breach ini seringkali menyebabkan masalah jangka panjang yang merugikan pengguna hingga perusahaan besar sekali pun.

Celah keamanan sekecil apapun jika dibiarkan akan berpotensi membahayakan sistem yang pada akhirnya juga akan memengaruhi reputasi Anda.

Untuk mengetahui selengkapnya mengenai data breach, coba simak artikel berikut ini ya, GudPeople.

Apa Itu Data Breach?

Pelanggaran data atau data breach adalah sebuah tindakan yang dilakukan dengan mengekspos data sensitif dan rahasia tanpa izin kepada pihak yang tidak memiliki otoritas/wewenang.

Data yang bisa menjadi target data breaching yaitu identitas pribadi, pembayaran, hingga username dan password.

Pada dasarnya, semua orang yang sudah ‘terjun’ ke dunia digital/online akan memiliki kesempatan yang sama untuk mengalami data breach.

Dari pengguna pribadi, perusahaan, hingga pemerintah pun tidak memungkiri bahwa data breach itu ada karena dua sebab, yaitu celah keamanan sistem dan perilaku pengguna tersebut.

Umumnya, setiap sistem yang tidak memiliki keamanan yang baik akan sangat mudah untuk diserang oleh peretas.

Dalam kasus data breach, peretas berhasil membobol keamanan dan menyebarkan data-data di dalamnya, kemudian menjualnya dengan harga tinggi.

Tentu Anda juga pernah mendengar security breach yang juga termasuk dalam kejahatan siber, tetapi security breach dan data breach adalah dua kejahatan yang tujuannya berbeda.

Security lebih ke pembobolan sistem, sedangkan data breach lebih dari itu karena tujuannnya adalah mencuri dan mengekspos data ke pihak yang tidak berwenang.

Sementara itu data breach dan data leaks juga memiliki perbedaan dasar, data leaks dapat terjadi tanpa adanya serangan siber karena bisa saja yang membocorkan data adalah pihak internal yang memiliki tujuan tertentu.

Selain itu, data leaks juga dapat terjadi karena telah ditemukan kelemahan yang sebelumnya sudah ada dan tak kunjung diperbaiki.

Baca Juga: Cara Menghapus Jejak Digital agar Privasi Tetap Aman

Penyebab Data Breach

Kasus data breach adalah akibat dari serangan peretas, adapun beberapa serangan yang dilakukan menggunakan metode phishing, brute force, dan menanamkan malware ke sistem.

Di antara metode kejahatan yang dilakukan peretas tersebut didasari oleh dua faktor seperti yang sudah disinggung pada awal artikel, yaitu celah keamanan sistem dan perilaku pengguna.

  • Lemahnya Sistem Keamanan

Sebuah sistem dengan keamanan yang lemah akan sangat berbahaya meski pada awalnya tidak terlalu terlihat.

Firewall, autentikasi, dan enkripsi yang kurang diperhatikan akan mempermudah peretas dalam melakukan pelanggaran data.

Sistem apapun itu, termasuk website, jika tidak adanya pelapis keamanan juga tidak akan menghindarkan Anda dari data breach.

Contoh yang paling mudah adalah ketika Anda memiliki komputer tanpa pelindung seperti antivirus maupun firewall, pasti sistem komputer Anda akan sangat rentan untuk terkena virus berbahaya seperti ransomware, malware, dan sebagainya.

  • Perilaku Pengguna

Perilaku pengguna juga menjadi salah satu penyebab pelanggaran data karena kurang cermat dalam mengelola informasi.

Misalnya, pengguna mengakses/membaca sebuah berkas penting menggunakan perangkat lain tanpa menggunakan otorisasi yang tepat.

Meski tidak menyebarkan data apapun di dalamnya, tetapi karena dilihat menggunakan perangkat yang tidak memiliki otorisasi, tetapi hal tersebut tergolong dalam pelanggaran data.

Selain itu, contoh lain pengguna pribadi yang mengalami data breach berawal dari mengunjungi situs yang tidak aman dan menyebarkan data pribadi.

Peretas akan melacak semua informasi yang Anda masukkan pada website yang belum memiliki sertifikat SSL.

SSL berperan untuk mengenkripsi semua informasi yang dikirimkan pengguna menuju server, dan server menuju pengguna.

Maka dari itu, Anda harus lebih berhati-hati saat akan menyebarkan informasi terutama informasi yang sangat sensitif.

Cara Mengatasi Data Breach

Data breach adalah sebuah tindak kejahatan besar yang nyata, tetapi Anda masih dapat berusaha untuk menghindarinya.

Berikut adalah cara mengatasi data breach:

1. Rutin Memperbarui Software/Sistem

Perbarui software/sistem setiap tersedia pembaruan karena biasanya akan membantu memperbaiki bug dan meningkatkan keamanan dan performa sistem Anda.

Meski mudah dan hanya membutuhkan waktu yang tidak lama, beberapa pengguna terkadang kurang memperhatikan aspek yang satu ini dan tidak terlalu menganggap penting.

Padahal, pembaruan sistem yang tersedia berperan untuk ‘menambal’ celah yang ada pada sebuah sistem.

Jangan menunda-nunda untuk memperbarui software/sistem Anda ya, GudPeople.

2. Menggunakan Enkripsi & Autentikasi

Gunakan sebuah fitur-fitur keamanan seperti enkripsi dan autentikasi (2FA/MFA) pada setiap data yang menurut Anda sangat sensitif.

Verifikasi dan autentikasi akan memungkinkan hanya beberapa pengguna yang memiliki otorisasi saja yang dapat mengakses informasi tersebut.

3. Gunakan Password yang Kuat

Cara selanjutnya untuk menghindari data breach adalah dengan mengatur kombinasi password yang kuat agar tidak mudah diketahui orang lain.

Hal ini juga dapat mengurangi risiko Anda terkena serangan brute force.

Namun, pastikan Anda hafal dengan kombinasi password yang Anda buat ya, GudPeople.

Baca Juga: Tips Membuat Password yang Kuat & Aman

4. Rutin Melakukan Audit Keamanan 

Audit keamanan adalah sebuah upaya untuk mencegah potensi yang membahayakan sistem.

Dalam prosesnya, audit keamanan akan memeriksa dan mengevaluasi keseluruhan sistem dalam sudut pandang keamanannya.

Intinya, proses audit akan memeriksa bagaimana sistem keamanan bekerja, dan apakah celah yang terdapat pada sistem.

Dengan demikian, Anda bisa mengetahui seberapa baik tingkat keamanan yang dimiliki oleh sistem.

Kesimpulan

Data breach adalah jenis kejahatan siber yang selalu menjadi masalah yang akan terus dihadapi pengguna, perusahaan, hingga pemerintah sekali pun.

Kejahatan siber juga akan berkembang berbanding lurus dengan kecanggihan teknologi.

Namun, masih ada cara-cara yang bisa dilakukan untuk menghindari kejahatan siber seperti data breach yang sudah kami berikan sebelumnya.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk menambah wawasan Anda seputar data breach ya, GudPeople.

Selalu ikuti blog Gudang SSL karena selain menyediakan SSL murah, kami juga memberikan informasi yang membahas keamanan jaringan dan website.

Jordy Prayoga Jordy loves to learn anything about SEO, digital marketing, and content writing on his mission to help people understand in the most simplest way. During his free time, he turns to be a mountain hiker.