Jordy Prayoga Seorang yang memiliki minat tinggi di bidang SEO, dan menuangkannya ke dalam sebuah blog pribadi

Cara Menghapus Jejak Digital agar Privasi Tetap Aman

3 min read

Cara Menghapus Jejak Digital agar Privasi Tetap Aman

Cara menghapus jejak digital adalah kemampuan dasar yang harus Anda pahami di zaman teknologi yang pesat seperti sekarang ini.

Sebelum membahas jejak digital, Anda pasti sudah menyadari bahwa kebutuhan orang-orang di seluruh dunia termasuk Indonesia sudah mulai bergeser menggunakan internet.

Banyaknya aktivitas pengguna di internet inilah yang memunculkan sebuah rekam jejak digital.

Apapun aktivitas yang Anda lakukan pada dasarnya akan menciptakan jejak digital.

Lalu, mengapa pengguna harus berhati-hati dengan jejak digitalnya?  

Seperti yang diketahui, kejahatan siber seperti peretasan dan pencurian data sangat marak terjadi seiring dengan penggunaan internet yang intens.

Jika dibiarkan, jejak digital dikhawatirkan akan membahayakan pengguna karena berisi informasi yang sangat penting dan sangat personal.

Untuk mengetahui cara menghapus jejak digital, simak artikel berikut ini ya, GudPeople.

Apa Itu Jejak Digital?

Sebelum membahas cara menghapusnya, mari awali pembahasan kali ini dengan mengetahui terlebih dahulu apa itu jejak digital.

Jejak digital adalah rekaman aktivitas yang ‘tertinggal’ di platform digital yang diakses menggunakan internet.

Pengguna yang melakukan aktivitas apa saja melalui platform digital akan meninggalkan jejak digital, seperti riwayat kunjungan situs, email, penggunaan mobile banking, media sosial, transaksi online, dan masih banyak lagi.

Mengapa Jejak Digital Penting?

Sebenarnya, jejak digital memiliki manfaat yang dapat digunakan untuk melacak aktivitas yang membahayakan data-data Anda, misalnya untuk melacak pengguna yang mencoba untuk masuk ke sistem Anda, dan sebagainya.

Di sisi lain, jejak digital jika dianalisis akan dapat menggambarkan Anda sebagai seorang pengguna yang mana lokasi, minat, usia, dan data-data Anda akan digunakan oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan bisnis hingga kepentingan jahat.

Cookie adalah salah satu jejak digital yang dimanfaatkan untuk kepentingan suatu pihak untuk berbisnis, misalnya untuk menargetkan konsumen dengan mempersonalisasi iklan berdasarkan aktivitas Anda di internet.

Masalahnya, ketika jejak digital sudah diketahui secara publik atau semipublik, Anda sebagai pemilik jejak digital tersebut tidak lagi memiliki kontrol penuh terhadap penyalahgunaan yang dilakukan pihak lain.

Selain itu, sekarang dalam proses rekrutmen perusahaan biasanya juga harus menyertakan akun media sosial untuk dilihat bagaimana tipe orang tersebut berdasarkan jejak digitalnya.

Maka dari itu, berhati-hatilah dalam beraktivitas menggunakan internet, termasuk dalam berucap atau membagikan konten-konten di media sosial.

Bisa disimpulkan bahwa jejak digital sangat berpengaruh terhadap reputasi Anda secara online yang sekarang sangat dipertimbangkan layaknya reputasi offline.

Baca Juga: Cara Menjaga Keamanan Digital dengan Mudah

Jenis-Jenis Jejak Digital

Meski secara umum terlihat sama, ternyata jejak digital memiliki dua jenis berdasarkan keterbukannya.

  • Jejak Digital Aktif

Jejak digital aktif adalah rekaman informasi yang dibagikan secara sadar dan sengaja oleh pengguna, entah itu melalui media sosial, atau platform digital lainnya.

Contoh yang sering ditemui adalah seorang pengguna yang menghujat seorang publik figur dengan kata-kata yang tidak pantas.

Kemudian publik figur yang tidak terima akan melaporkannya ke pihak yang berwajib dengan bukti berupa rekam jejak digital yang didapatkan.

Selain itu, mendaftar menggunakan akun/dengan mengisi form juga termasuk jejak digital aktif.

  • Jejak Digital Pasif

Sementara itu, jejak digital pasif cara kerjanya mengambil rekaman informasi pengguna tanpa sepengetahuan pengguna tersebut.

Meski tidak melalui perizinan oleh pengguna, rekam jejak digital yang didapatkan justru lebih detail seperti IP address, lokasi, hingga aktivitas pengguna.

Data tersebut biasanya akan digunakan untuk mempersonalisasi iklan yang disesuaikan dengan jejak digital pengguna.

Cara Menghapus Jejak Digital

Setelah cukup memahami apa itu jejak digital beserta jenis-jenisnya, sekarang Anda sebaiknya mengetahui cara menghapus jejak digital dengan mudah.

1. Periksa di Search Engine

Sebelum menerapkan cara menghapus jejak digital, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah memeriksa ketersediaan identitas Anda di mesin pencarian seperti Google, Bing, dan sebagainya.

Apabila data/identitas Anda tersebar di luar kehendak Anda, hubungi situs yang terbukti menyebarkan data-data Anda.

Untuk lebih mudah, silakan akses Google Alerts yang memungkinkan akan memberikan notifikasi jika nama, produk, dan hal yang berkaitan dengan Anda muncul pada sebuah topik di search engine.

2. Menghapus Cookie & Browsing History

Seperti yang sudah dibahas di awal, cookie berisi rekam jejak digital pengguna selama mengakses semua website.

Dengan menghapus cookie, Anda bisa terbebas dari pelacakan pihak lain yang memiliki kepentingan, entah itu bisnis atau kepentingan jahat.

Selanjutnya, jika menerima notifikasi permintaan cookie saat mengakses sebuah website, silakan klik tolak/decline untuk menghindari pelacakan rekam jejak. 

Selain itu, bersihkan juga riwayat penelusuran untuk menghindari manipulasi atau pencurian. 

3. Gunakan Layanan Penghapusan

Cara menghapus jejak digital yang terakhir pada artikel ini adalah dengan menggunakan layanan penghapusan jejak digital seperti DeleteMe.

DeleteMe memungkinkan untuk menghapus semua jejak digital yang memuat informasi pribadi Anda.

Tips Menjaga Jejak Digital

Selain menerapkan cara menghapus jejak digital, ketahui juga tips agar jejak digital Anda tetap aman.

Pertama, hindari menyebarkan informasi pribadi secara sembarangan seperti melalui media sosial.

Banyak sekali kasus-kasus penipuan online yang disebabkan oleh jejak digital yang memuat informasi pribadi dan disebarkan oleh pemiliknya sendiri.

Sehingga Anda perlu memikirkan dengan matang apa dan di mana konten yang akan Anda publikasikan.

Kedua, gunakan mode incognito atau mode samaran agar riwayat penelusuran Anda tidak terlacak oleh aplikasi atau bahkan orang lain.

Ketiga, hindari menyebarkan informasi apa saja pada website yang belum memiliki sertifikat SSL.

Website yang belum memiliki SSL akan bertuliskan Not Secure di sebelah kolom URL, dan struktur URL-nya masih menggunakan HTTP, bukan HTTPS.

Selain itu, website yang belum memiliki sertifikat SSL sangat tidak aman untuk dikunjungi karena rentan untuk dilacak, dan setiap data yang dikirimkan tidak akan dienkripsi

Maka dari itu, SSL hadir untuk mengenkripsi setiap informasi yang dikirimkan oleh pengunjung menuju server, dan sebaliknya.

Nah, Jika Anda adalah pengelola website yang peduli akan keamanan pengunjung Anda, percayakan keamanan website Anda menggunakan SSL murah berkualitas dari Gudang SSL.

Demikianlah tutorial cara menghapus jejak digital, semoga artikel ini dapat membantu Anda untuk menjaga jejak digital agar tetap aman.

Jordy Prayoga Seorang yang memiliki minat tinggi di bidang SEO, dan menuangkannya ke dalam sebuah blog pribadi