Cara Mengatasi Virus Ransomware dengan Cepat

3 min read

cara mengatasi virus ransomware

Apakah Anda pernah mendengar apa itu ransomware? Sebuah malware yang mampu ‘membajak’ data-data pengguna yang menjadi korbannya.

Banyak para pengguna yang telah menjadi korban serangan virus ransomware belum tahu bagaimana cara mengatasinya.

Serangan ini adalah akibat dari mengunjungi website dan atau mungkin mengunduh file tertentu yang ternyata mengandung virus ransomware.

Ransomware ini adalah jenis malware yang sangat berbahaya karena dampaknya bisa membuat semua file pengguna terkenkripsi apabila tidak bersedia menebus dengan sejumlah uang.

Namun, meski virus ini sangat berbahaya, ada cara-cara untuk mengatasi dan mencegah terkena serangan ransomware.

Sebelum itu, Anda perlu mengetahui hal mengenai virus ini.

Tentang Virus Ransomware

Ransomware berasal dari kata ransom yang artinya tebusan, ketika virus ini menyerang perangkat, pelaku akan meminta tebusan untuk memulihkannya.

Sama seperti pembajakan jika di dunia nyata.

Dan kata ware (malware) adalah gabungan kata dari software dan jahat (malicious), yang mana semua software yang berbahaya dapat mengancam perangkat komputer.

Nah, skema penyerangan virus ransomware ini terjadi ketika pengguna mengakses suatu situs atau mengunduh file aplikasi.

Tak hanya itu, spam email berupa gambar dan dokumen yang diterima bisa juga disusupi ransomware.

Setelah itu, virus ini akan memasuki sistem perangkat komputer dan mengunci file dengan cara mengubah format ekstensi file yang berbeda, sehingga file tidak akan bisa dibuka.

Setelah itu, pengguna akan diminta sejumlah uang yang tidak sedikit untuk menebus file yang telah dienkripsi oleh virus ransomware ini.

Beberapa orang yang bersedia menebusnya karena file yang terkunci memang sangat penting.

Jangan mudah menyerah dan menebusnya, karena masih ada cara-cara khusus untuk memulihkannya dengan cepat tanpa harus menebus.

Jenis-jenis Virus Ransomware

Jenis virus ransomware sendiri ternyata sangat banyak, seperti Bad Rabbit, Cryptolocker, GoldenEye, Jigsaw, Locky, Maze, NotPetya, Petya, Ryuk, Wannacry.

Namun, semua jenis ini merujuk kepada tiga jenis utama virus ransomware sebagai berikut.

1. Crypto Ransomware

Crypto locker ransomware
Sumber Gambar : Wikipedia

Crypto ransomware mengenkripsi file-file penting milik pengguna hingga tidak bisa digunakan kembali. 

Para pelaku ini memanfaatkan crypto ransomware untuk mendapatkan uang dengan menyimpan file tebusan dan meminta korban menebusnya untuk memulihkannya.

2. Locker Ransomware

Tidak seperti crypto ransomware, jenis ini tidak mengenkripsi file-file milik korban, tetapi justru lebih jauh lagi.

Locker Ransomware bahkan mengunci perangkat milik korban.

Seperti halnya crypto ransomware, loker ransomware juga meminta tebusan untuk dapat memulihkannya seperti semula.

3. Mobile Ransomware

Serangan virus jenis ini mengincar para pengguna yang menggunakan perangkat smartphone/tablet.

Konsepnya pun sama, yakni memasuki sistem dan membatasi akses pengguna hingga mengenkripsi file.

Kemudian pengguna akan dimintai sejumlah uang untuk dapat memulihkannya.

Dari semua jenis utama serangan ransomware ini, korban akan dibiarkan tanpa diberi pilihan untuk mengembalikan seperti normal kecuali dengan membayar uang.

Maka sangat penting bagi pengguna untuk tahu cara mengatasi sehingga dapat memulihkan tanpa harus membayar kepada penjahat siber ini.

Cara Mengatasi Virus Ransomware

Apabila telah terjadi serangan virus ransomware, tidak perlu panik dan putus asa, cobalah ikuti tips-tips berikut ini.

  • Jangan Membayar Tebusan

Cara pertama yang harus dilakukan setelah terinfeksi virus ransomware adalah jangan panik dan langsung membayar tebusan yang diminta.

Penjahat siber akan semakin senang apabila tebusan yang diminta akan dibayarkan dengan mudah begitu saja.

Karena nominal tebusan yang diminta pun juga tidak sedikit.

Selain itu, membayar tebusan juga bukan jaminan bahwa mereka akan memulihkan file seperti semula.

  • Menggunakan Antivirus

Gunakan antivirus bawaan Windows Defender, ESET, atau Kaspersy untuk membersihkan malware.

Pastikan antivirus tersebut sudah diperbarui sehingga dapat mendeteksi malware ransomware ini.

Untuk antivirus pihak ketiga, usahakan menggunakan aplikasi yang original tanpa crack agar aman.

Cara menghapusnya cukup melakukan full scanning terlebih dahulu, kemudian tunggu beberapa saat hingga muncul hasilnya.

Setelah muncul, malware pun dapat dibersihkan.

Perlu diketahui, menghapus menggunakan antivirus ini belum dapat memulihkan file yang dienkripsi.

Tetapi setidaknya dapat menghindari untuk memulihkan file dengan membayar tebusan.

Baca Juga : 10+ Rekomendasi Antivirus Terbaik Untuk Laptop

  • Mengunduh Ransomware Decryptor

Langkah berikutnya yaitu memulihkan file dengan decryptor.

Kaspersky telah menyediakan sebuah tool powerful yang bernama No Ransom : Free ransomware decryptors.

Sebenarnya selain Kaspersky masih ada lagi sudah menyediakan tool ini.

Tetapi karena cara kerjanya secara umum sama, Kaspersky-lah yang dipakai sebagai referensi.

Tool ini dapat membuka enkripsi dan memulihkan file yang terinfeksi virus ransomware dan bisa dipakai secara gratis.

Namun, setiap jenis virus ransomware memerlukan tool decryptor yang berbeda-beda agar bisa dipulihkan.

Untuk mengetahui jenis ransomware yang menginfeksi file, kunjungi situs nomoreransom.org.

Nantinya website tersebut akan meminta untuk mengunggah file yang terinfeksi untuk mengidentifikasi jenis virus.

Cara Menghindari Virus Ransomware

Untuk pengguna yang belum terkena virus berbahaya ini, sebaiknya sudah melakukan upaya pencegahan, jangan sampai Anda juga mengalami hal semacam ini.

Untuk cara mencegahnya, berikut ini adalah hal-hal yang harus Anda lakukan.

1. Mengaktifkan Fitur Keamanan

Anda harus memiliki antivirus dan selalu rutin untuk memperbaruinya.

Karena jenis malware/virus selalu berkembang dan semakin ‘kuat’, antivirus yang rutin diperbarui akan dapat menghindari kemungkinan buruk yang terjadi.

Ransomware tidak hanya menyerang perangkat, tetapi website juga bisa berpotensi terkena serangan malware ini.

Jika Anda adalah pemilik website, usahakan sudah memiliki sertifikat SSL untuk membantu mengamankan website Anda.

Selain itu, pastikan juga Anda memasang plugin security wordpress untuk website Anda.

Baca Juga : Alasan Website Anda Harus Mendapatkan Sertifikat SSL

2. Rutin Mencadangkan File

Mencadangkan file sangat berguna apalagi untuk menghindari terinfeksi virus ini.

Karena apabila semua file terinfeksi dan tidak dapat diakses kembali, cadangan file masih menyimpan file-file secara utuh.

Anda bisa menggunakan penyimpanan online atau offline (HDD/SSD).

Perlu diingat, apabila Anda mencadangkannya secara offline menggunakan HDD/SSD, usahakan penyimpanan tersebut tidak terhubung dengan perangkat yang terinfeksi.

Akan lebih baik apabila menggunakan penyimpanan eksternal (removable).

3. Rutin Memperbarui Sistem

rutin memperbarui sistem

Sistem WordPress atau Windows yang Anda gunakan harus selalu Anda perbarui ketika versi terbaru telah keluar.

Jangan sampai nantinya sebelum melakukan pembaruan tetapi sudah didahului oleh virus yang berbahaya ini.

Pembaruan berfungsi untuk meningkatkan performa sistem/keamanan dan memperbaiki kesalahan yang terjadi di versi sebelumnya.

4. Jangan Membuka Email Mencurigakan

Karena virus ini dapat menginfeksi melalui email yang berbentuk link atau dokumen, jangan sampai Anda membuka email tersebut atau bahkan mengklik isi email tersebut.

Yang terpenting, jangan hiraukan jika Anda mendapatkan email dari orang tidak dikenal.

Selain itu, hindari juga mengakses website yang dipenuhi banyak iklan.

Iklan tersebut juga mungkin berpotensi untuk disusupi virus ransomware.

Kesimpulan

Virus ini sangatlah berbahaya karena memiliki banyak jenis dan cara menginfeksinya pun juga berbeda-beda.

Namun, meski virus ini berbahaya untungnya masih bisa diatasi tanpa harus menjadi korban pemerasan penjahat siber.

Nah, sebaiknya Anda harus sangat berhati-hati dalam berselancar di dunia internet.

Karena penjahat siber seperti ini jumlahnya tak terhitung dan sangat sulit diidentifikasi.

Semoga setelah membaca artikel Cara Mengatasi Virus Ransomware dengan Cepat ini Anda semakin lebih waspada. 

Dan segera lakukan pencegahan agar terhindar dari virus ransomware ini.

Perbedaan IPv4 dan IPv6, Kelebihan dan Kekurangannya

Anda belum mengetahui perbedaan IPv4 dan IPv6? Jika Anda memiliki hobi di bidang jaringan internet, pasti Anda sering menjumpai istilah IP, entah itu IPv4...
Jordy Prayoga
3 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *