Cara Ampuh Blokir Website AGC

3 min read

Cara Blokir Website AGC

Website Anda menjadi korban pencurian konten oleh orang lain? Pelajari cara blokir website AGC dengan cepat agar Google segera menindak pencuri konten Anda.

Siapa yang tak kesal apabila membuat konten di website dengan usaha yang tidak mudah, kemudian konten tersebut secara bebas dicuri oleh orang lain.

Namun, terkadang pemilik website tidak mengetahui apakah konten-konten mereka dicuri.

Terlebih lagi cara mereka mencuri konten sudah sangat canggih, yaitu menggunakan semacam tool yang dapat mencuri konten secara otomatis.

Website seperti ini biasanya disebut dengan AGC (auto-generated content), lalu bagaimana cara blokir website AGC agar tidak lagi mencuri konten?

Artikel kali ini akan membantu Anda memblokir website AGC yang tidak bertanggung jawab ini.

Pengertian Website AGC

Website AGC adalah website yang dapat memproduksi konten secara otomatis, tetapi yang menjadi masalah di sini adalah semua konten di dalamnya adalah hasil curian dari website lain.

Perlu menggunakan semacam tool atau script agar website dapat melakukannya secara otomatis.

Yang paling merugikan selain dicuri adalah ketika posisi website yang memiliki konten asli justru akan turun, sedangkan website AGC mendapat posisi yang lebih baik di SERP.

Hal itu bisa disebabkan oleh faktor ranking Google website AGC mungkin melebihi website yang menjadi korban pencurian.

Perlu Anda ketahui, faktor yang memengaruhi sebuah ranking pada SERP sangatlah banyak, yaitu dua ratus faktor.

Mungkin dari faktor itulah Google menganggap website AGC lebih ‘pantas’ muncul di peringkat atas walaupun kontennya adalah hasil curian.

Memang hal tersebut sangat tidak adil dan melanggar etika dan bahkan pidana, Anda pun juga bisa melaporkan website AGC.

Menurut Google Search Central, ada beberapa jenis konten-konten yang biasanya dibuat secara otomatis oleh website AGC:

  • Tulisan yang tidak beraturan dan tak masuk akan tetapi menggunakan keyword yang mengandung pencarian yang tinggi.
  • Tulisan yang diterjemahkan menggunakan tool (kamus) tanpa adanya modifikasi dan proofreading.
  • Tulisan yang dibuat secara otomatis, seperti Markov chains.
  • Tulisan yang dibuat otomatis dengan menggantinya dengan sinonim atau menggunakan kata-kata yang membingungkan bagi beberapa pembaca.
  • Tulisan yang dibuat secara otomatis dengan penelusuran feed Atom/RSS atau hasil pencarian.
  • Mengombinasikan konten dari berbagai website yang berbeda tanpa menambahkan kredit kepada pencipta konten aslinya.

Dampak Website AGC

Anda harus ingat bahwa Google sangat menghargai konten-konten yang asli dan unik, dan konten seperti ini akan memberikan user experience yang baik.

Sebaliknya, konten-konten AGC akan membuat user experience yang buruk karena hasil konten AGC jelas tidak orisinal.

Sejak adanya jenis konten AGC seperti ini, robot Google akan kesulitan untuk membacanya.

Selain itu, biasanya konten AGC memiliki kualitas yang buruk dan optimasi yang kurang.

Ketika website menggunakan metode AGC dan bermaksud untuk mengisi konten di dalamnya untuk mengejar ranking tinggi di SERP justru berpotensi terkena penalti Google.

Jika konten-konten Anda tidak membuat audiens tertarik, audiens tidak akan bertahan lama di website Anda dan akan mencari website lain.

Itu akan meningkatkan bounce rate website Anda, yang mana mengindikasikan performa website sangat buruk di mata search engine.

Kemungkinan lain ketika Anda menggunakan tool, script, atau aplikasi untuk membuat konten otomatis seperti ini akan menyebabkan masalah pada algoritma Google Panda, yang tugasnya adalah untuk menyapu bersih konten tidak berkualitas.

Ketika hal ini sudah terjadi, website Anda akan terkena penalti tingkat domain, dan akan memengaruhi ranking pada SERP/mesin pencarian.

Mengapa Website AGC Tetap Menghasilkan?

Umumnya, blogger atau pengelola website di Indonesia banyak yang menggunakan Google Adsense sebagai platform periklanan mereka.

Namun, dengan adanya penggunaan website AGC ini, Google secara jelas melarang perbuatan tersebut.

Pelaku website AGC menggunakan platform periklanan alternatit lain selain Google Adsense, yaitu Adsterra, mgid, PropellerAds, dan masih banyak lagi.

Cara Blokir Website AGC

Setelah Anda paham tentang pola website AGC, sekarang Anda wajib menguasai cara blokir website AGC sebagai senjata seandainya konten Anda menjadi korbannya.

1. Menggunakan Wordfence 

Anda bisa menggunakan salah satu plugin security bernama Wordfence, silakan pasang plugin ini pada website Anda.

Cara setting-nya pun tidaklah rumit, untuk itu pastikan Anda sudah mencari tahu alamat IP website AGC tersebut.

2. Lapor Google

Mungkin ini adalah cara termudah yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi konten Anda menjadi korban website AGC.

Anda bisa membuka website Google Search Central untuk melaporkan indikasi pencurian konten, malware, konten spam, hingga jual beli link yang menyalahi aturan.

Link website AGC juga bisa Anda sertakan beserta keluhan Anda, kemudian Google akan membutuhkan waktu beberapa saat untuk meninjau dan akhirnya menindak perbuatan pelaku website AGC.

Jika memang terbukti, website AGC akan terkena penalti, dan berpotensi tidak akan bisa terindeks oleh pada SERP.

3. Menggunakan CloudFlare Firewall

Salah satu penyedia layanan Content Delivery Network (CDN) ini juga memiliki fitur keamanan website, yaitu firewall.

Sebelum menggunakan CloudFlare, silakan daftar akun terlebih dahulu jika belum memilikinya.

Kemudian pilih menu Firewall > Firewall Rules > Create Firewall Rule, dan isilah dengan data-data website AGC yang telah Anda peroleh.

Kapan Website AGC Bisa Hilang?

Website AGC adalah website yang berisi konten curian menggunakan suatu tool atau script.

Memang dengan munculnya website AGC ini sangat merugikan mereka yang membuat konten dengan susah payah.

Meski Google sudah sangat jelas bahwa metode AGC sangat dilarang, tetapi pelaku selalu dapat mengakalinya.

Cara terbaik untuk mengatasi kasus seperti ini adalah melaporkan atau memblokirnya, kemudian website AGC akan hilang.

Namun, website AGC dapat muncul dengan domain yang baru, artinya pelaku kembali mengulangi kejahatannya dari awal, dan Anda bisa melakukan pelaporan dan pemblokiran seperti yang sudah dibahas pada poin sebelumnya.

Anda sebaiknya segera menjauhi perbuatan semacam ini agar website tidak terkena penalti dan turun ranking di SERP.

GudPeople, tahukah Anda bahwa ada cara lain mempertahankan ranking website di SERP selain menjauhi metode AGC, yaitu dengan memasang sertifikat SSL.

Jika merujuk pada dua ratus faktor yang memengaruhi ranking SERP, sertifikat SSL masuk ke daftar salah satu faktor yang memengaruhi.

SSL sangat berperan untuk mengamankan website Anda dari pencurian dan pemantauan data yang bersifat sensitif.

Untuk mendapatkan sertifikat SSL murah dan berkualitas, silakan kunjungi Gudang SSL karena Gudang SSL adalah penyedia SSL terbaik.

Terima kasih, semoga artikel ini dapat membantu Anda, silakan berkomentar jika Anda memiliki cara blokir website AGC yang lain.