Nadia Agatha Penerjemah dan Mahasiswa S2 tingkat akhir. Ia menggemari diskusi berbagai topik sekaligus menuliskan ide-idenya melalui media microblog.

Bisnis Digital: Pengertian, Model, dan Contohnya

3 min read

bisnis digital

Bisnis digital menjadi sebuah tren positif saat teknologi berkembang pesat seperti sekarang ini.

Bahkan ada juga jurusan kuliah yang sudah memasukkan bisnis digital menjadi sebuah mata kuliah dan bahkan dijadikan jurusan kuliah itu sendiri.

Ini karena banyaknya bisnis yang mengadopsi teknologi demi perkembangan bisnisnya.

Agar lebih jelas, semuanya akan kami bahas dalam satu artikel termasuk jenis-jenis model bisnis digital serta contohnya.

Apa Itu Bisnis Digital?

apa itu bisnis digital
Business vector created by pikisuperstar – www.freepik.com

Bisnis digital adalah sebuah proses di mana pelaku usaha mengaplikasikan teknologi ke dalam bisnisnya demi menciptakan inovasi dan model bisnis yang dapat meningkatkan pengalaman pelanggannya (user experience).

Intinya, pelaku usaha menggunakan bisnis agar tercipta suatu model bisnis yang selain mendatangkan keuntungan, juga akan membuat pelanggan terkesan.

Itulah mengapa lahir berbagai model bisnis digital yang nantinya dapat diadopsi menjadi berbagai jenis bisnis digital yang sangat menjanjikan.

Maka dari itu, sebelum mengetahui bisnis apa saja yang dapat dikembangkan dengan teknologi ini, akan lebih baik untuk memahami model-model dari bisnis digital.

Model-Model Bisnis Digital

Bisnis digital terbagi dalam beberapa model. Dari model-model tersebut bisa dikembangkan ke dalam jenis bisnis digital yang lebih spesifik.

Kami akan menjelaskannya secara lengkap satu persatu agar memudahkan GudPeople dalam memiliki gambaran seperti apa bisnis digital ini.

1. Model Bisnis Free

Anda menawarkan produk untuk digunakan secara gratis. Namun, pendapatan Anda akan datang dari iklan saja tanpa memerlukan upgrade paket premium.

Biasanya model bisnis digital yang ini menjadikan pengguna sebagai objek yang dijual (dalam hal ini bisa jadi pengambilan data user dan menyesuaikan iklan dari data yang diambil).

Contoh nyata dari bisnis digital dengan model yang gratis ini seperti media sosial Facebook atau Google.

2. Freemium

Freemium adalah gabungan dari kata Free dan Premium. Jadi bisnis ini menggabungkan model free namun menyediakan paket premium untuk pengguna yang ingin upgrade experiencenya.

Biasanya aplikasi atau produk ini dapat digunakan secara gratis dengan jeda iklan di sela-selanya.

Untuk menghilangkan iklan dan menambah fitur yang tidak tersedia di paket gratis, Anda harus membeli paket premium.

Contoh yang menggunakan model bisnis ini adalah Spotify.

3. E-Commerce

Mudah sekali memahami model bisnis yang satu ini. Tidak seperti marketplace, e-commerce memiliki pendekatan satu sisi.

Artinya tidak ada pihak ketiga yang menjual barang melalui platform tersebut. Perusahaan menjual stok mereka sendiri.

Contoh dari e-commerce yang sukses adalah Amazon dan Blibli.

4. Marketplace

Model yang satu ini sangat beken karena menggandeng berbagai pihak untuk meramaikan penjualan di platformnya.

Lain dari e-commerce, model bisnis marketplace memiliki pendekatan secara peer-to-peer atau two-sided.

Bisnis yang seperti ini sudah marak di Indonesia seperti Tokopedia, Shopee, BukaLapak dan lain-lain.

5. On-demand

On-demand adalah sebuah model bisnis di mana perusahaan menawarkan produk virtual untuk dijual dan dapat dimanfaatkan penggunanya dalam rentang waktu tertentu.

Contoh dari model bisnis ini adalah Apple TV+, Amazon Video, Google Play Movies and TV dan lain-lain.

6. Sharing Model

Bisnis dengan model sharing adalah bisnis yang memiliki layanan atau menyediakan layanan agar suatu produk bisa dipakai bersama.

Bisnis ini seperti Airbnb atau bisnis penyewaan yang bisa Anda pesan melalui aplikasi.

7. Ecosystem

Bisnis digital dengan model ecosystem sangat menguntungkan.

Bisnis ini menyediakan berbagai layanan untuk digunakan oleh pengguna dan semuanya dapat terhubung menjadi satu dan membangun sebuah ekosistem yang canggih.

Contoh perusahaan yang sudah melakukan ini adalah Amazon, Google, Tesla, Apple, Xiaomi dan lain-lain.

8. Subscription atau Berlangganan

Bisnis ini menawarkan biaya berlangganan untuk menikmati seluruh kontennya dengan fitur tertentu dalam waktu yang sudah ditetapkan.

Netflix adalah salah satu contoh perusahaan yang menggunakan model bisnis berlangganan atau subscription.

Selain itu ada juga Microsoft dan perusahaan software lainnya yang mengaplikasikan metode yang satu ini.

9. Open-source

Bagi para developer dan tech-savvy mungkin istilah ini sangatlah umum.

Sesuai dengan namanya, model bisnis digital yang open source menyediakan barangnya secara gratis, digunakan secara gratis bahkan dibangun bersama dengan komunitasnya secara bebas.

Pemasukan utamanya bisa dari sponsorship, royalti dan partnership.

Contoh perusahaan yang mengaplikasikan model ini adalah Linux dan Firefox.

10. Experience

Tesla merupakan salah satu perusahaan yang mengimplementasi model bisnis yang satu ini.

Tujuannya adalah memproduksi barang yang menghadirkan pengalaman baru di sebuah industri yang dahulunya belum memasukkan unsur tech sebagai bagian user experience-nya.

Sekarang Anda sudah memahami model-model apa saja yang ada di bisnis digital. Anda bisa memulainya dengan mengadaptasi salah satu dari beberapa yang sudah diutarakan di atas.

Anda juga bisa mengkombinasikan beberapa model menjadi satu, loh GudPeople!

5+ Contoh Bisnis Digital Menjanjikan untuk Usaha

Nah, seperti yang sudah disinggung sebelumnya, ada banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk memulai bisnis digital sendiri dengan mengimplementasikan model-model yang sudah disebutkan.

Contoh-contoh bisnis ini adalah:

1. Membuat Website Majalah

Anda bisa menjual majalah dengan sistem model bisnis berlangganan dan membuat website untuk memuat berita premium, menyediakan versi cetak yang disebar melalui nawala berlangganan dan mengumpulkan pelanggan dari website tersebut.

Contoh: The Economist dan Tempo

2. Menjual eBook

Idenya mirip seperti menjual majalah hanya saja Anda tidak perlu menerbitkannya secara triwulan, mingguan dan sebagainya.

Anda bisa menjualnya melalui platform lain, namun tetap membutuhkan website sebagai portofolio dan media promosi.

3. Tutor Online

Anda bisa membuat website Anda sendiri atau menggunakan sosial media. Membuat aplikasi tutor online? Itu juga ide yang bagus!

Untuk bisnis ini, Anda bisa mengadopsi model subscription atau on-demand seperti Fiverr.

4. Event Organiser/Wedding Planner

Menggunakan teknologi AI atau AR, aplikasi dan semacamnya bisa membuat acara yang disusun menjadi lebih fleksibel dan menarik.

Anda bisa menjadi konsultan yang handal dan presisi dengan mengombinasikan ide sekaligus teknologi.

5. Online Retail

Menjual baju secara online atau memuat toko online Anda sendiri sangatlah mungkin dilakukan.

Untuk membantu toko online Anda, jangan lupa untuk membaca artikel kami mengenai Tutorial Cara Membuat Toko Online dengan Mudah.

6. SEO Analyst/SEO Specialist

Menjadi konsultan di bagian SEO website sangat menggiurkan! Anda bisa melakukan bisnis digital satu ini tanpa khawatira akan kehabisan pasar.

Selama internet masih ada, SEO specialist akan selalu dibutuhkan.

Kesimpulan

Bisnis ini sangat menggiurkan dan menguntungkan bagi Anda yang ingin mencari keuntungan disamping pekerjaan tetap.

Sebelumnya telah disinggung agar bisnis Anda lebih terpercaya, maka buatlah website. Jika sudah memiliki website, jangan lupa untuk membeli SSL murah Indonesia dari Gudang SSL.

Selamat mencoba!

Nadia Agatha Penerjemah dan Mahasiswa S2 tingkat akhir. Ia menggemari diskusi berbagai topik sekaligus menuliskan ide-idenya melalui media microblog.

Leave a Reply

Your email address will not be published.