Jordy Prayoga Seorang yang memiliki minat tinggi di bidang SEO, dan menuangkannya ke dalam sebuah blog pribadi

Apa Itu Backdoor? Pengertian, Jenis, dan Cara Menghindarinya

3 min read

BACKDOOR ADALAH

Backdoor adalah salah satu hal yang menjadi masalah keamanan pada sebuah website, aplikasi, dan sistem.

Awalnya, backdoor diciptakan untuk menangani masalah misalnya saat terjadi crash, tetapi karena backdoor disalahgunakan, maka akibatnya juga sangat berbahaya.

Ketika seseorang berhasil memasang backdoor pada sebuah sistem, maka dia akan mendapatkan akses ‘keluar-masuk’ dengan mudah.

Lalu, apa yang dimaksud dengan backdoor dan bagaimana cara menghindarinya agar sistem Anda tetap aman?

Anda bisa mendapatkan semua jawabannya di sini, pelajari artikel ini hingga selesai ya, GudPeople.

Apa Itu Backdoor?

Backdoor adalah sebuah software yang memungkinkan peretas dapat masuk ke dalam sebuah sistem tanpa harus melewati proses autentikasi terlebih dahulu.

Bisa dikatakan bahwa backdoor adalah ‘pintu belakang’ untuk masuk ke dalam sistem.

Penciptaan backdoor berawal dari pembuat sistem yang difungsikan untuk melakukan maintenance dan troubleshooting terhadap suatu masalah yang terjadi.

Keberadaan backdoor sebenarnya tidak terdokumentasi, hanya pembuat sistem lah yang dapat mengakses backdoor tersebut.

Namun, backdoor pun disalahgunakan menjadi sebuah celah keamanan oleh para peretas yang ingin berbuat jahat.

Dari yang awalnya software, backdoor berubah menjadi malware yang dapat membahayakan sistem.

Tidak mengherankan apabila backdoor dapat disisipkan ke dalam sistem tanpa diketahui orang lain.

Akibatnya, peretas dapat memperoleh akses ke seluruh sistem (dari jarak jauh) tanpa terdeteksi, sehingga mereka dapat memodifikasi sistem Anda.

Adapun beberapa masalah fatal jika sebuah sistem telah dipasangi backdoor, yaitu pengawasan jarak jauh, pembajakan perangkat, pemasangan malware, pencurian data finansial dan identitas.

Baca Juga: Pharming, Kejahatan Siber yang Lebih Berbahaya dari Phishing

Cara Kerja Backdoor

Backdoor

Pertama-tama, pemasangan backdoor akan memanfaatkan celah keamanan sebuah sistem untuk mempermudah masuknya backdoor.

Biasanya, sistem yang dapat dibobol oleh backdoor adalah sistem yang menggunakan jaringan terbuka, aplikasi/plugin nulled (bajakan), serta password dan firewall yang lemah.

Setelah berhasil menginstal backdoor, peretas dapat memperoleh akses secara remote terhadap sistem korban.

Di sini, peretas dapat melakukan hal apa saja tanpa diketahui oleh pemiliknya, termasuk pencurian data.

Kemudian, mereka akan mencari cara bagaimana caranya masuk kembali ke sistem Anda untuk kembali melancarkan aksinya.

Perlu Anda ketahui, biasanya sebuah celah sistem yang telah menjadi korban peretasan akan diperbaiki (di-patch), maka peretas menyadari bahwa untuk meretasnya kembali tidaklah mudah.

Sehingga mereka memasang sebuah kode yang disebut backdoor ini agar dapat menjadi jalan mereka untuk masuk kembali ke sistem, bahkan setelah setelah sistem diperbaiki.

Jenis-Jenis Backdoor

Terdapat dua jenis backdoor yang dibahas pada artikel kali ini, berikut penjelasannya.

  • Web Shell Backdoor

Web shell backdoor pada dasarnya adalah program dan skrip berbahaya yang didsain khusus untuk melakukan beberapa jenis kejahatan pada website.

Dengan web shell backdoor, peretas dapat mengakses sistem website dari jarak yang jauh.

  • System Backdoor

System backdoor adalah jenis backdoor yang dapat membuka akses keseluruhan sistem dan memberikan keleluasaan pada hacker untuk memodifikasi sistem.

Jenis ini juga termasuk backdoor yang paling umum ditemui dibanding backdoor jenis lainnya.

Baca Juga: Apa Itu Scam? Pengertian, Jenis, dan Cara Menghindarinya

Cara Menghindari Backdoor

Meskipun keberadaan backdoor sulit dideteksi, tetapi bukan tidak mungkin bahwa backdoor tidak dapat diatasi dan dihindari.

Ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan agar mengurangi risiko terkena backdoor, yaitu:

1. Menggunakan Antivirus

Antivirus yang berkualitas dapat membantu Anda untuk mendeteksi dan menghindari sejumlah malware seperti trojan, rootkit, dan spyware yang biasanya digunakan para penjahat siber untuk melancarkan serangan backdoor.

Antivirus yang dimaksud adalah yang mampu memonitor jaringan WiFi, perlindungan web, serta perlindungan privasi melalui pemantauan webcam atau mikrofon saat sedang online.

Dengan demikian, backdoor dapat dideteksi jauh sebelum menginfeksi sistem Anda.

2. Waspada Ketika Mengunduh File

Saat mengunduh suatu file dari website, Anda wajib memastikan bahwa website tempat Anda mengunduh file adalah website yang terpercaya.

Selain itu, hindari mengunduh dan memasang aplikasi bajakan karena di dalam aplikasi bajakan tersebut kemungkinan besar akan menjadi tempat malware (backdoor) tersimpan.

3. Menggunakan Firewall

Sebagian besar antivirus biasanya dilengkapi firewall yang dapat membantu melindungi dari serangan backdoor.

Firewall berfungsi untuk memantau lalu lintas masuk dan keluar pada jaringan Anda dan akan memfilter semua ancaman yang ada.

Nantinya, ketika sebuah aplikasi mencoba mengirimkan data sensitif Anda pada jaringan yang tidak dikenal, firewall akan memblokirnya secara langsung.

4. Menggunakan Password Manager

Password manager membantu Anda untuk membuat dan menyimpan semua informasi login Anda, sehingga Anda bisa login secara otomatis.

Informasi login yang disimpan akan diamankan lagi menggunakan password master.

Saat login ke salah satu akun/sistem, Anda hanya perlu memasukkan password master agar informasi login terisi secara otomatis.

Anda tidak perlu khawatir dengan password manager, karena aplikasi ini akan memberi tahu apabila informasi login berusaha untuk dicuri orang lain.

5. Gunakan MFA

MFA adalah akronim dari multi-factor authentication, yang merupakan mekanisme autentikasi melalui tiga jenis verifikasi (gabungan antara single & two factor authentication).

Dengan menerapkan MFA, hanya pengguna yang benar-benar berwenang yang dapat mengakses sistem karena telah berhasil melalui proses autentikasi.

6. Tingkatkan Keamanan Website

Website yang menjadi korban backdoor seringkali melupakan aspek keamanan yang seharusnya menjadi hal yang utama.

Misalnya pondasi keamanan website seperti sertifikat SSL yang belum ada, padahal SSL akan mengenkripsi semua data yang dikirimkan antara server menuju client, dan sebaliknya.

Selain itu, pemilik website juga lupa untuk memasang plugin security sebagai keamanan tambahan, plugin ini berperan untuk mengaktifkan fitur-fitur tambahan yang sebelumnya tidak tersedia.

Sebelum memasang plugin, Anda juga harus memastikan bahwa plugin tersebut bukanlah plugin nulled, ya.

Baca Juga: Pelajari Cara Mencari Celah Keamanan Website

Kesimpulan

Backdoor adalah jenis malware yang sangat berbahaya terhadap sistem karena dapat bekerja secara tidak terdeteksi.

Meski sulit untuk mendeteksi masuknya bakcdoor dalam sebuah sistem, tetapi Anda dapat melakukan upaya pencegahan untuk menghindari serangan backdoor.

Dalam mengatasi semua bentuk kejahatan online yang ada, Anda wajib selalu berhati-hati dalam setiap aktivitas yang Anda lakukan, misalnya tidak menggunakan aplikasi/tema website bajakan, dan tidak mengakses website yang kurang aman.

Tak hanya itu, perkuat sistem/website Anda dengan antivirus, firewall, sertifikat SSL, dan memperkuat password.

Setelah melakukan upaya pencegahan, setidaknya Anda sudah dapat menjauhi risiko terkena serangan backdoor ini, dan semoga artikel ini dapat menambah wawasan Anda tentang backdoor ya, GudPoeple.

Sampai jumpa di pembahasan selanjutnya.

Jordy Prayoga Seorang yang memiliki minat tinggi di bidang SEO, dan menuangkannya ke dalam sebuah blog pribadi