Autentikasi: Cara Kerja dan Pentingnya untuk Keamanan Data

3 min read

Autentikasi adalah

Dalam konteks keamanan data, authentication atau autentikasi adalah sebuah metode untuk memeriksa kebenaran identitas pengakses data secara autentik.

Bagi pengguna ketika ingin melakukan login atau membuka file terenkripsi pasti tidak terlalu asing mendengar istilah autentikasi ini.

Memang autentikasi banyak diterapkan misalnya pada website atau aplikasi.

Namun, sebenarnya apa pentingnya autentikasi ini untuk keamanan data pengguna?

Siapkan energi Anda untuk mempelajari artikel ini, karena artikel ini akan membahas mengenai cara kerja dan pentingnya untuk keamanan data.

Pengertian Autentikasi

Autentikasi adalah sebuah proses validasi atau pembuktian identitas terhadap pengguna yang ingin mengakses suatu file, aplikasi, atau sistem tertentu.

Teknologi autentikasi menyediakan kontrol akses untuk sistem dengan mencocokkan apakah kredensial pengguna sesuai kredensial pada database pengguna yang berwenang (server data).

Apabila kredensial (data/identitas) pengguna sesuai dengan yang terekam di kredensial sistem, maka pengguna tersebut diizinkan untuk mengakses file, aplikasi, atau sistem.

Autentikasi dikembangkan lebih jauh lagi dengan meminta beberapa informasi pribadi misalnya sidik jari biometrik untuk memastikan keamanan akun dari orang-orang yang memiliki kemampuan teknis untuk membobol kelemahan sistem.

Bisa dibilang, autentikasi adalah enkripsi ganda, dan dengan adanya autentikasi ini dapat menjamin bahwa sistem dan data akan jauh lebih aman dari tangan orang yang tidak bertanggung jawab.

Baca Juga: Cara Melihat Password Gmail Dengan Mudah & Cepat

Faktor Autentikasi

Faktor autentikasi adalah kategori kredensial milik pengguna yang sangat spesifik, seperti ID dan password. 

Nah, faktor autentikasi ternyata juga memiliki jenis yang berbeda-beda, adapun jenis-jenis autentikasi yang harus Anda ketahui.

  • Sesuatu yang Diketahui

Faktor autentikasi ini membutuhkan pengguna untuk menunjukkan sesuatu yang ia ketahui.

Biasanya ini akan menjadi password atau PIN.

Untuk menggunakan autentikasi ini, tentu pengguna harus mengatur kredensial sesuai apa yang “Diketahui”.

  • Sesuatu yang Dimiliki

Dalam kasus ini, pengguna harus membuktikan bahwa ia memiliki sesuatu, misalnya adalah smartphone atau kotak email.

Kemudian untuk proses autentikasi, sistem akan mengirimkan kode unik autentikasi dan memastikan pengguna memiliki autentikasi yang diminta.

Contohnya adalah ketika pengguna menerima SMS/email berupa kode OTP (on time password).

  • Sesuatu yang Pribadi

Faktor autentikasi ini berdasarkan beberapa informasi pribadi milik pengguna, misalnya dalam bentuk sidik jari biometrik, pengenalan wajah atau suara, atau bisa juga pertanyaan mengenai pengguna misalnya nama ibu, hewan favorit, warna favorit, dan lain sebagainya.

Jenis-Jenis Autentikasi

Ada beberapa jenis autentikasi dalam proses validasi data pengguna, tanpa berlama-lama lagi, jenis-jenis autentikasi adalah sebagai berikut.

1. Single Factor Authentication

SFA (single factor authentication) adalah jenis autentikasi yang meminta pengguna untuk memasukkan ID pengguna.

Kemudian proses autentikasi pun akan berjalan dengan meminta pengguna untuk memasukkan password yang tepat dan sesuai dengan ID pengguna.

2. Two Factor Authentication

(2FA) two factor authentication adalah proses autentikasi yang dikembangkan beberapa tahun setelah adanya SFA dan dimaksudkan untuk memperkuat keamanan.

Pengguna akan divalidasi dengan beberapa pertanyaan terkait pengguna, kode unik OTP yang dikirimkan melalui smartphone, atau juga dengan wajah maupun sidik jari biometrik.

Banyak sekali yang sudah menerapkan autentikasi dua faktor ini, seperti Instagram, Google (Android), dan beberapa aplikasi keuangan milik BRI, Mandiri, dan masih banyak lagi.

3. Multi Factor Authentication

Multi factor authentication (MFA) adalah jenis autentikasi yang mewajibkan pengguna untuk memverifikasi tiga jenis identitas, misalnya ID pengguna, sidik jari/wajah, dan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan pengguna.

Cara Kerja Autentikasi

Fingerprint

Selama proses autentikasi, kredensial yang telah dimasukkan oleh pengguna akan dibandingkan dengan yang ada di server autentikasi.

Tentu data kredensial pada server autentikasi adalah hasil konfigurasi yang telah diatur oleh pengguna sebelumnya.

Misalnya Anda sudah mengatur ID dan password dan harus menggunakan sidik jari untuk dapat mengakses aplikasi.

Pada saat ingin menggunakan aplikasi tersebut, maka Anda wajib memasukkan ID, password, dan sidik jari yang sama agar mendapatkan akses untuk menggunakan aplikasi tersebut.

Jika orang lain hanya mengetahui ID dan password Anda, itu masih belum cukup untuk mendapatkan aksesnya karena belum memiliki sidik jari Anda.

Pentingnya Autentikasi untuk Keamanan

Autentikasi adalah hal yang sangat penting untuk memperkuat perlindungan supaya tidak mudah dieksploitasi oleh penjahat siber.

Umumnya autentikasi yang digunakan untuk mengakses suatu sistem adalah dengan SFA.

Namun, semenjak bank dan banyak perusahaan lainnya kini menggunakan online banking dan e-commerce untuk menjalankan bisnisnya atau menyimpan data seperti nomor kartu kredit, keamanan autentikasi pun sekarang sudah beralih menggunakan 2FA.

Dengan adanya autentikasi, hanya orang yang benar-benar berwenang yang dapat mengakses suatu sistem, file, atau aplikasi.

Contoh kasus yang paling mudah ditemui adalah pengguna Android, yang harus melakukan autentikasi ketika ingin melakukan reset, kemudian juga ketika ingin mengakses daftar password yang tersimpan di Google Chrome juga akan diminta melakukan autentikasi.

Kasus lainnya adalah pada saat pengguna ingin melakukan transaksi menggunakan aplikasi marketplace atau mbanking, mereka akan diminta melakukan proses autentikasi terlebih dahulu.

Jika Anda hanya menggunakan Single Factor Authentication pada aplikasi m-banking Anda, itu akan sangat berbahaya karena masih akan berpotensi terkena brute force.

Bayangkan ketika pengguna lalai dan tidak menggunakan autentikasi misalnya 2FA, data-data Anda akan dapat ‘dikonsumsi’ secara bebas.

Yang paling bahaya, orang-orang tak bertanggung jawab ini akan dapat mengubah dan bahkan menghapusnya.

Baca Juga: 7 Cara Mudah Melihat Password Wifi di Laptop

Kesimpulan

Autentikasi adalah perlindungan ganda yang membuat pengguna lebih maksimal dalam menjaga keamanan data mereka.

Apabila Anda memiliki data pribadi dan tidak ingin diakses orang lain selain Anda, sebaiknya segera mengaktifkan fitur autentikasi ini.

Berbicara tentang masalah keamanan, tentu tentu banyak sekali celah keamanan yang masih menjadi masalah dalam aktivitas online.

Salah satunya adalah keamanan website, jangan biasakan mengakses website yang tidak aman karena akan mengancam informasi pribadi Anda.

Website yang tidak aman ditandai dengan tidak adanya sertifikat SSL, karena SSL berfungsi untuk mengamankan koneksi untuk pengguna menuju server, dan sebaliknya.

GudPeople, jika Anda adalah pemilik website yang memiliki concern tinggi tentang masalah keamanan, segera pasang sertifikat dari Gudang SSL.

Mengapa harus Gudang SSL? Karena di sini menyediakan banyak jenis sertifikat SSL dengan harga yang terjangkau.

Dan Anda tidak perlu khawatir karena semua produk di website Gudang SSL bergaransi.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk GudPeople, ya.