Nadia Agatha Penerjemah dan Mahasiswa S2 tingkat akhir. Ia menggemari diskusi berbagai topik sekaligus menuliskan ide-idenya melalui media microblog.

Pengertian Apa Itu LMS (Learning Management System) dan Gunanya

3 min read

apa itu lms

Apa itu LMS? Mungkin bagi sebagian tenaga pengajar, istilah LMS tidak lagi asing. LMS atau Learning Management System adalah tool atau aplikasi penunjang aktivitas mengajar.

LMS ini penting, tidak hanya untuk pembelajaran jarak jauh saat pandemi, tapi juga saat belajar di sekolah atau kampus.

Fitur-fitur yang ditawarkan LMS mampu meringankan tugas pengajar serta muridnya. Di artikel ini kami akan membahas lebih lanjut mengenai ini, mulai dari definisi apa itu LMS dan juga kelebihan dan kekurangannya.

Definisi Apa Itu LMS

Definisi dari apa itu LMS atau Learning Management System adalah sebuah software yang dikembangkan untuk tracking, report, menilai dan mengelola aktivitas pengajaran.

Dengan LMS Anda tidak hanya dapat memberikan kuis, tugas, dan lainnya tapi juga menilai pekerjaan dari siswa.

Maka dari itu, LMS dinilai sebagai sebuah software yang akan sangat membantu pembelajaran jarak jauh maupun pembelajaran langsung di sekolah atau kampus.

Kadang juga LMS tidak hanya digunakan di lingkup pendidikan namun juga perkantoran.

Learning Management System juga bisa digunakan di lingkup profesional untuk men-training pegawai-pegawai baru.

Fungsi LMS

belajar dengan LMS
Photo by Nick Morrison on Unsplash

Setelah mengetahui definisi dari apa itu learning management system, mari ketahui lebih dalam lagi sebelum menggali kelebihan dan kekurangan LMS.

Sebenarnya, fungsi dari LMS ini terdefinisikan dari namanya. Mari bahas satu per satu.

  • Learning – menjadi sumber berbagi ilmu pengetahuan atau bahan belajar untuk usernya.
  • Management – sistem yang terorganisir mempermudah pengajar untuk memberikan tugas dan pelajar untuk mengerjakannya.
  • System – semuanya sudah terautomasi dari penentuan deadline hingga sistem pemberian nilai sehingga pengajar tidak perlu repot melakukannya secara manual.

Jadi bila diringkas, LMS ini berfungsi sebagai sumber berbagi ilmu yang mempermudah pelajar maupun pengajar dalam proses pembelajaran karena semua sudah terautomasi oleh sistem yang canggih.

Kelebihan dan Kekurangan LMS

LMS dengan segala kecanggihannya memiliki kelebihan sekaligus kekurangan loh, GudPeople. Nah, dengan ini mungkin Anda bisa mempertimbangkan untuk menggunakannya atau tidak.

Berikut ini kami akan menjelaskan kelebihan serta kekurangan dari learning management system.

Kelebihan LMS

Berikut ini adalah beberapa kelebihan LMS yang bisa membantu aktivitas pengajaran Anda dan proses pembelajaran para pelajar.

  1. Efisiensi pemberian tugas dan materi, tidak perlu modul kertas dan mengedarkan melalui drive atau email.
  2. Murid bisa mengakses bahan ajar bahkan sebelum jadwal dimulai jadi mereka bisa belajar dahulu.
  3. Fleksibel untuk mengadakan kuis dan men-tracking tingkat keberhasilan pelajar yang mengikuti quiz.
  4. Mengukur keefektifan pelajaran yang diberikan dengan mudah.
  5. Pelajaran bisa menjadi lebih menyenangkan karena bisa pengajar memungkinkan mengunggah file seperti audio, video dan gambar.
  6. Hasil pekerjaan para pelajar bisa direkam, disimpan dan bahkan diolah oleh sistem LMS sehingga memudahkan pengajar dalam merekap nilai.

Kekurangan LMS

Nah, setelah membahas kelebihannya, kurang lengkap apabila tidak membahas kekurangan dari learning management system.

  1. Kadang biaya langganan LMS tidaklah murah, belum lagi harus menggunakan koneksi internet yang cepat.
  2. Jika menggunakan yang free, fiturnya kurang bisa mencakup proses belajar yang terautomasi.
  3. Bila tidak punya tim IT, mungkin Anda akan sedikit repot jika harus mengustomisasi LMS yang akan digunakan.
  4. Kurang mendukung interaksi secara real-time yang cepat jadi harus menggunakan platform lain bila ingin berdiskusi secara cepat.

Berikut tadi sudah kami jelaskan kelebihan serta kekurangan dari LMS. Untuk menggunakannya atau tidak, tentu akan menjadi keputusan Anda sendiri.

Tapi, menurut kami, menggunakan LMS dewasa ini sangat diperlukan karena akan mempermudah proses pembelajaran.

Fitur-fitur Learning Management System (LMS)

anak belajar
Photo by Annie Spratt on Unsplash

Proses pembelajaran yang mudah ini tentunya tidak lepas dari fitur-fitur yang menunjang LMS.

Di bagian ini, kami akan menjelaskan kepada GudPeople, apa saja fitur-fitur yang membuat LMS ini memudahkan pengajar dan pelajar yang menggunakannya.

  • Smart scheduler – mengatur jadwal konsultasi, tes, dan lain-lain dan mengirim notifikasi bahwa akan ada tanggal penting.
  • Data tracking – membantu pengajar agar dapat melihat proses pelajar dalam mengikuti tugas dan mapel yang dibagikan.
  • Automasi notif dan alert – akan ada notifikasi dari LMS untuk mengingatkan tentang due date, kuis, dan lain-lain.
  • Kustomisasi tampilan – tampilan dapat disesuaikan dengan instansi di mana pengajar dan siswa berada.
  • Mobile learning – tidak hanya melalui web yang biasa diakses melalui pc, LMS kuga bisa digunakan via mobile dengan aplikasi.
  • Pembelajaran asinkron – pelajar dapat belajar di mana saja dan kapan saja tanpa harus bertatap muka langsung secara real-time dengan pengajar.
  • Membuat latihan – LMS memungkinkan pengajar untuk membuat berbagai jenis latihan soal seperti esai, mencocokkan, pilihan ganda dan lain-lain.

Setelah mendalami berbagai fitur dasar yang ditawarkan oleh LMS, saatnya GudPeople mengetahui apa saja LMS yang terbaik.

Learning Management System Terbaik

Menurut kami, ada banyak hal yang membuat LMS dalam daftar ini didapuk menjadi learning management system terbaik. Mulai dari fitur, harga dan juga ketersediaannya dalam lintas gawai.

Nah, LMS terbaik menurut Gudang SSL adalah:

  1. Moodle – LMS ini open-source dan bisa dikustomisasi sesuai dengan instansi Anda.
  2. Docebo – berbasis cloud, mudah digunakan dan dapat berintegrasi dengan banyak app.
  3. Edmodo – mudah digunakan karena user-friendly, cloud-base dan lebih ekonomis.
  4. Learn Upon – antar muka yang bersih dan menarik membuatnya mudah digunakan.
  5. Google Classroom – tersedia untuk berbagai perangkat, jadi lebih fleksibel.

Namun, jika Anda merasa bahwa LMS yang tersedia kurang memadai, membuat website LMS sendiri bisa menjadi sebuah solusi yang tepat.

Pastikan juga website LMS yang Anda gunakan nantinya memiliki sertifikat SSL. Semoga artikel kali ini bermanfaat untuk Anda.

Nadia Agatha Penerjemah dan Mahasiswa S2 tingkat akhir. Ia menggemari diskusi berbagai topik sekaligus menuliskan ide-idenya melalui media microblog.

Perbedaan IPv4 dan IPv6, Kelebihan dan Kekurangannya

Anda belum mengetahui perbedaan IPv4 dan IPv6? Jika Anda memiliki hobi di bidang jaringan internet, pasti Anda sering menjumpai istilah IP, entah itu IPv4...
Jordy Prayoga
3 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *